Review Happy Diapers

happy diapers kemasan

Akhirnya kesampaian juga nyobain premium diapers dari Happy Diapers ini. Awalnya sempat bertanya-tanya kenapa si ni produk kok berani-beraninya pasang harga lumayan pricey. Setelah saya mencoba sendiri, jadi maklum si. Memang ada harga ada rupa ya Nyaahhh…. Berikut saya review Happy Diapers dari sudut pandang saya ya, semoga bermanfaat.

Yang paling menyolok dan membedakan produk ini dengan produk diapers lain, bahkan produk diapers yang sama-sama premiumnya adalah tentang desain. Desainnya unyu-unyuuuu bangeeeetttt…. Dan banyak macamnya sekitar 20 puluhan motif desain.

happy diapers kemasan

happy diapers motif lucu banget

happy diapers motif lucu

Desainnya beneran menggambarkan moto mereka, “Diapers should be fun”. Selain dari desain yang lucu dan imut ada 6 kelebihan yang dijanjikan oleh Happy Diapers di kemasannya. Saya akan kupas satu-satu janjinya dan bandingkan dengan pengalaman pribadi saya ya.

6 Kelebihan Happy Diapers

1 . Distribution layer.

Ada suatu lapisan tambahan untuk mendistribusi cairan jauh lebih cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Ini penting menurut saya supaya cairan pipis tidak hanya berkumpul di satu titik. Kalau diperhatikan kan kadang diapers tertentu tu akan gembung di satu titiki, misalkan di depan saja kan. Hal tersebut selain akan membuat pipis jadi lebih lama menggenang, juga akan menghimpit bagian kemaluan, terutama kalau cowok. Nah, di Happy Diapers ini saya perhatikan tidak begitu. Walaupun kadang bayi saya pipisnya banyak, cairan akan terdistribusi merata sehingga tidak gembung dan mudah terserap.

2 . Gentle on skin.

Lapisan dalam diapers yang bersentuhan dengan kulit bayu ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi. Lihat foto di bawah ini ya…. Haluuus banget kan permukaan dalamnya. Di video youtube saya, juga saya peragakan bagaimana Gayatri suka dengan kelembutan lapisan dalam ini. Tonton yaaaa…. Videonya ini, tapi nanti saya juga akan embed di bawah.

Permukaan yang lembut ini penting untuk meminimalisasi gesekan dan mencegah iritasi di kulit bayi. Jadi nggak mudah lecet gitu lo….

happy diapers bagian dalam

3 . Breathable outer layer.

Braethable outer layer itu artinya lapisan luar bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit membuat popok tetap nyaman. Sebenarnya layer bersirkulasi ini saya tidak bisa lihat dengan mata telanjang ya…. Mungkin karena porinya begitu halus ya.

4 . Super absorbency gel.

Bahan yang berada di dalam diapers mengandung gel yang berdaya serap tinggi, membuat popok tetap kering. Kalau saya bandingkan dengan diapers lain yang pernah dipakai Gayatri, kelasnya Happy Diapers ini memang sesuai dengan harganya ya, premium. Cepat banget menyerapnya. Di video Tes Daya Serap dan Kenyamanan Happy Diapers ini saya tunjukkan simulasinya ya, tidak sampai 10 hitungan, air terserap sempurna. Saya tes dengan tisu pun tidak ada jejak air sama sekali.

Gelnya sendiri diproduksi dari Jepang ya, negara yang terkenal sebagai produsen diaper yang aman bagi kesehatan bayi.

Menurut saya, poin 2, 3 dan 4 inilah yang membuat kulit bayi nyaman dan tidak pernah mengalami ruam-ruam. Penting banget, dan terbukti sih, Gayatri tidak pernah mengalami ruam sedikitpun.

5 . Comfort fit design.

Happy Diapers memiliki pinggang yang elastis dan lembut memberikan kenyamanan maksimal dan mencegah tanda merah di kulit bayi. Awalnya saya lihat kerutan elastisnya cukup rapat, saya kawatir akan pingget di bagian perut dan paha. Mengingat paha Gayatri agak gemuk, namun ternyata walaupun slim fit, Happy Diapers tidak membuat iritasi di bagian elastis. Saya salut sekali.

Berat badan Gayatri kurang lebih 12 kg, kalau di sizing chart bisa masuk dari ukuran M sampai XL. Namun saya mencoba di ukuran L cukup ngepas, dan paling nyaman di ukuran XL (merk lain Gayatri pun pakainya XL, hehehe). Baik di ukuran L maupun XL, Gayatri tidak mengalami pingget di pinggang dan pahanya.

happy diapers elastis pinggang

6 . Ink safety.

Itu motif gambar-gambar, tintanya aman nggak? Amaaan, Happy Diapers menyatakan kalau mereka menggunakan tinta yang bebas dari logam berat sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Serta menurut pengalaman saya tinta ini tidak transfer ke kulit maupun ke celana walaupun dalam kondisi basah.

Sizing Charts

happy diapers panduan ukuran

Nah, seperti tadi sudah sempat dibahas sedikit tentang sizing-nya Happy diapers: ukuran M perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 7-12 kg, ukuran L perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 9-14 kg, dan ukuran XL perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 12-17 kg.

Perbandingan ukuran L dan XL cukup signifikan ya. Saya mencoba keduanya untuk Gayatri (1,5 yo 12kg). Ukuran Lnya cukup ngepas untuk Gayatri, sementara yang XL masih agak besar. Namun saya memilih menggunakan ukuran XL karena walaupun agak besar namun fitur comfort fit design dari elastisnya membuat diapernya tetap fit di tubuh Gayatri. Kira-kira perbandingan keduanya sbb:

happy diapers perbandingan ukuran

Saya beri tanda juga di foto di atas, kalau ada perekat/ selotipnya ya Nyah. Fungsinya untuk menggulung diapers, agar tetap rapi dan tidak terburai. Jadi bisa mengurangi pemakaian kantung plastik juga. Kalau saya si ya, hehehe…. Jadi kalau hanya bekas pipis hanya saya gulung dan masukkan ke tempat sampah (dengan tutup), baru kalau ada pupupnya, setelah saya buang fesesnya saya gulung dan rekatkan serta lapis dengan kantung plastik.

Setidaknya dengan meminimalisasi penggunaan kantung plastik di atas, mengurangi rasa bersalah saya membuat banyak sampah dengan popok sekali pakai.

Tips Budget Constraint

Buat yang punya budget constraint (seperti saya) memang sepertinya harus pinter-pinter nyari diskonan ya, wkwkwkwk. Atau kalau yang masih ragu dengan kualitas produk Happy Diapers apakah sesuai dengan harganya atau tidak bisa berkunjung ke web mereka, untuk mendapatkan sampel produknya. Webnya: https://www.happydiapers.com/.

Buat yang mau lihat bagaimana tes daya serap yang saya lakukan dan poin-poin lainnya bisa dilihat di video di bawah ini ya!

Demikian review Happy Diapers dari saya, semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa…. Terimakasih sudah mampir :).

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Review Diapers Premium vs Ekonomi, Perbandingan 2 Varian Diapers Merk Goon # Seri Perlengkapan Bayi

review diapers goon judul

Setelah saya membahas sabun yang bebas SLS dan bebas paraben di seri perlengkapan bayi sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang diapers alias popok sekali pakai. Bahasan kali ini lebih fokus ke perbandingan antara diapers premium dan ekonomis ya. Kalau tentang gonta ganti merk diapers saya sudah pernah membahasnya juga di artikel Gonta Ganti Merk Diaper, Yay or Nay. Berikut saya mau coba bikin perbandingan dua varian diapers dari satu merk (biar adil ya jamaah, saya bandingin yang satu pabrikan), yaitu Goon.

Langsung saja karena biasanya bakal panjang. Hahaha…. Ini diaaaaa perbandingannyaaa…..

Deskripsi Produk

Goon adalah produk diapers yang berasal dari Jepang, mulai masuk ke Indonesia (diproduksi di dalam negeri) mulai tahun 2010. Ada beberapa varian produk yang dikeluarkan oleh Goon: Excellent Soft, Excellent Dry dan Smile Baby. Dalam artikel ini kata diapers premium merujuk ke Goon Excellent Soft Pants yang ukuran L, dan kata diapers ekonomis merujuk ke Goon Smile Baby Pants yang ukuran L.

Goon Excellent Soft (Premium)

Goon Excellent Soft (Premium)

 

review diapers goon smile baby bungkus

Goon Smile Baby (Ekonomis)

Harga

Kalau ngomongin harga sudah dipastikan kalau yang Smile Baby lebih hemat dong dibandingkan dengan yang Excellent Soft. Tanggal 1 Oktober 2017, saya cek di jd.id, harga yang Excellent Soft Pants ukuran L isi 26 pcs itu seharga Rp 68.000,00 atau Rp 2.600,00 per pc popok. Sementara yang Smile Baby ukuran L isi 20 pcs itu seharga Rp 31.000,00 atau Rp 1.550,00 per pc popok. Harga ini bisa jadi lebih murah di toko online lain yak. Rajin-rajin bandingin aja…. 🙂

Materials

Kekhawatiran awal ketika menggunakan diapers pada bayi saya adalah kabar bahwa diapers menyebabkan isu kesehatan. Sebagai orang awam, tentunya deg-degan juga ya terhadap kandungan kimia pada setiap produk yang bersentuhan dengan bayi kita. Untuk itu saya lumayan rajin mencari info lebih lanjut terkait bahan-bahan apa yang sebaiknya ada dan tidak ada di produk bayi. Ada beberapa hal yang saya temukan yang membuat saya cukup tenang menggunakan produk ini:

  • Artikel dr. Rina (neonatologist) menyebutkan bahwa orang tua sebaiknya waspada atas bahan-bahan kimia berupa dioxide, baik sulfur maupun chlorine dioxide yang dapat menyebabkan kanker. Artikel selengkapnya di sini. Saya googling lebih lanjut tentang chlorine dioxide, tenyata bahan ini biasanya digunakan dalam proses bleaching dan sebagai disinfektan.
  • IDAI menyebutkan bahwa bahan polyester memiliki kemampuan menyerap yang baik. Selain itu juga menekankan untuk memilih popok yang memiliki lapisan dalam yang lembut dan memiliki ventilasi yang baik (untuk diapers berarti memilih diapers yang permukaan luarnya berpori-pori). Artikel selengkapnya di sini.
  • Artikel Mioki yang mereview tentang produk-produk diapers dari Jepang menyebutkan bahwa produk Jepang tidak menggunakan chlorine sebagai bleach pada pabrik-pabrik diapers sejak tahun 1998. Artikel selengkapnya di sini.

review popok goon

Disclaimer: Artikel di atas tidak menyebutkan merk Goo.N secara eksplisit (kecuali artikel no.3). Artikel 1 dan 2 hanya menyebutkan bahan-bahan apa yang patut dihindari atau yang sebaiknya ada, dan saya membandingkan dengan komposisi material yang dicantumkan di kemasan Goo.N. Karena saya tidak menggunakan produk diapers lain, sementara ini saya hanya dapat mengecek material dari Goo.N ya Nyonyah nyonyah. Mohon berkenan membaca ketiga artikel rujukan di atas dan juga melihat kemasan dari diapers yang digunakan bayinya masing-masing ya…. 🙂 Feel free untuk memberikan koreksi, terutama dari rekan-rekan yang memiliki keahlian di bidang ini. 🙂

Berikut saya cantumkan bahan mentah penyusun kedua varian ini, sumbernya dari kemasannya ya.

Top sheet: Polyefin non-woven. Absorbent pad: Pulp, Super absorbent polymer, paper. Waterproof material: Polyolefin film. Back sheet: Polyolefin non-woven. Elastic: Polyurethane. Construction: Styrene elastomer synthetic resin. Package: Polyethylene.

Perbedaan antara yang premium dengan yang ekonomis ada pada persentase absorbent pad-nya sebagaimana gambar di bawah ini:

review diapers goon premium materialreview diapers goon economis material

Fitur

Perbandingan fitur antara diapers premium dan ekonomis saya sandingkan dalam bentuk tabel sbb yaaa:

review diapers perbandingan varian goon

Impression Setelah Pemakaian

Secara umum Ning Gaya anak saya tidak mengalami ruam saat menggunakan baik varian premium maupun yang ekonomis. Selain itu, saya merasa kedua varian ini pun lumayan tipis, tidak gembung, bentuk diapersnya pun tidak ketat yang bikin pingget namun juga tidak kendor sehingga so far anak saya bisa tetap bebas bergerak.

Disclaimer: Kalau premiumnya sudah saya pakai sekitar 7 bulanan lebih, kalau yang ekonomisnya memang baru pakai satu bungkus, baru sekali repurchase.

kuatINHO

(In Nyonya’s Humble Opinion)

Pilih mana ekonomis atau premium?

Secara umum saya lebih banyak menggunakan yang premium daripada yang ekonomis. Seperti tersirat dari namanya premium bisa jadi lebih mahal, namun secara kualitas biasanya memang lebih yahut. Nah, setelah banyak diskusi di forum emak-emak, akhir-akhir ini saya mulai untuk menggunakan dua varian ini secara mix, walau tetap penggunaan dominan di diapers premium.

Tips dari pengalaman saya seperti ini:

1. Gunakan varian premium dan ekonomis secara mix, demi penghematan. Hihihi.

Related Post: Happy Diapers, premium diapers yang kualitas dan desainnya bikin happy.

2. Tetap mencari DISKON baik premium maupun ekonomis.

Akhir-akhir ini saya perhatikan di Indomaret dan Alfamaret uda mulai sering promo diapers ya. Dan merk yang diskon pun beraneka ragam. Tidak hanya merk yang menguasai pasar aja, merk Goon pun, yang dulu di awal-awal saya pakai masih susah ditemukan di toko sebelah tersebut, sekarang mulai banyak diskonnya yeeeee! Saat diskon ini adalah saat krusial untuk nyetok diapers. Karena Nyaaaahhh, diskon popok adalah kunci keamanan dompet keluarga.

3. Saat perjalanan atau ngemall gunakan varian premium.

Pengalaman pribadi saya traveling ke Salatiga dan Surabaya membawa bayi, cerita lengkapnya di sini, saya menggunakan yang varian premium so far aman. Pertimbangannya adalah sebagai berikut:

  • Karena masa guna premium lebih lama (6x pipis) dibandingkan dengan yang ekonomis. Jaga-jaga siapa tahu mengalami kesulitan untuk mengganti popok selama perjalanan.
  • Yang premium ada fitur roll tapenya alias selotip. Jadi kalau ganti di perjalanan, gampang ngeringkes diapers bekasnya. Tinggal gulung. Jaga-jaga kalau kehabisan kresek, atau pas di nursery roomnya ga ada diapers bag.
  • Walaupun sama-sama tipis, saya merasa yang premium bentuk elastis di sekitar pinggang lebih slim fit gitu. Lebih rapi, saya sempat coba foto sebagai perbandingan sbb. Sebenernya ga terlalu masalah ya, apa saya aja yang bawel ya? Hihihi. Etapi walaupun slimfit, tapi sofar si nggak pingget ya.

elastis waist goon economiselastis waist goon premium

4. Menggunakan diapers ekonomis di waktu-waktu pendek.

Saya bisanya akan menggunakan diapers ekonomis di waktu-waktu pendek sehari-hari, misal Gayatri pupup mendekati jam mau mandi. Ya kan mau tidak mau harus ganti diapers kan, saat seperti ini mending pakai ekonomis. Daripada pakai premium hanya sebentar dan ga maksimal manfaatnya, ya mending pakai ekonomis kan. Ngirit. Coba kalau sehari bocah pup 1-2 kali (anak saya umur 8 bulan), kalau sekali aja per hari pakai ekonomis, saya bisa irit 30 pc diapers premium kan, jadi kira-kira bisa save Rp 50.000,00 (harga sebungkus premium dikurangi sebungkus ekonomis). Mayan 50 rebu bisa beli sebungkus lagi yang ekonomis, plus kembaliannya buat beli thai tea, wkwkwk.

5. Malam hari saya lebih memilih untuk menggunakan varian premium.

Jaga-jaga saya kelupaan ganti popok tengah malam, hehehe…. Jujur yak, saya sering kelupaan soalnya. Kadang kalau bayi ga bangun, saya ga bangun juga. Molor, hehehe. Untung suami kadang bangun. Terimakasih suami siagaaa!

review diapers goon judul

Demikian sharing saya tentang perbandingan diapers premium dan ekonomis. Pada akhirnya saya memilih untuk menggunakan secara mix dengan dominasi penggunaan varian premium. Mungkin pilihan Nyonyah bisa berbeda sesuai kondisi dan kebutuhan. Saya juga menghormati pilihan ibu-ibu lain yang memilih menggunakan popok ain, clodi, atau diapers merk lain. Namun, jika ditanya mana yang paling baik, tentunya saya tidak dapat menjawab. Karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk saya, saat ini, pilihan diapers yang saya share di atas adalah yang paling sesuai dengan kondisi saya.

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Gonta Ganti Merk Diapers, Yay or Nay?

ganti merk diapers

Temen-temen yang pren-pren-an di Facebook mungkin sempat baca status pertanyaan saya tentang diapers. Tepatnya bertanya tentang merk diapers yang dipakai dan apakah para mommy melakukan gonta ganti diapers atau malah menggunakan beberapa merk diapers bersamaan. Postingan status saya kurang lebih sebagai berikut:

newbie bertanyaPostingan status ini trigger-nya adalah pengalaman mencari diapers yang cocok untuk bayi kami, yang ternyata gampang gampang susah. Awalnya saya dan suami tidak berpikir untuk berganti-ganti merk diapers. Ekspektasi saya dan suami, sekali beli bakal langsung cocok soalnya. Hehehe. Berbekal ekspektasi tadi (dan pengetahuan tentang perbayian yang minim), kami belanja diapers secara online. Saat itu kebetulan ada diskon diapers besar-besaran. Tebak berapa bungkus yang diangkut ke rumah? Ga tanggung-tanggung, 30 bungkus ukuran newborn!

Kenapa kok kami sampai membeli sebanyak itu? Karena waktu itu, kami menghitung perkiraan per hari akan menggunakan 6pcs diapers (karena juga campur popok kain). Kemudian kami mengasumsikan bahwa diapers newborn akan digunakan selama 60 hari atau sampai dedek berumur 2 bulan. Jadi kami perlu diapers setidaknya 6 pcs/hari x 60 hari = 360 pcs. Nah karena satu bungkus (merk yang kami beli saat itu Pampers Newborn Premium) isinya 13 pcs, maka minimal kami harus beli kurang lebih 28 bungkus. Mangkanya akhirnya kami bulatkan untuk membeli 30 bungkus. Lagi promo ini! Hihihi…. Hitungannya matematika belaka. Bahkan kami ga berpikir sama sekali tentang faktor lain, seperti apakah diapernya lembut, berapa kapasitasnya, potensi alergi dan ruam, dll. #maklumnewbie

Pengalaman Ganti Merk Diapers

Nah, pas bayi Gayatri masuk Rumah Sakit, dia menggunakan diapers sepanjang hari. Entah karena diapersnya jarang diganti oleh perawat, atau karena kulitnya memang sensitif, dua hari di RS muncul gejala ruam. Akhir-akhir ini, kami baru tahu kalau penggunaan antibiotik ternyata meningkatkan potensi ruam, loh. Karena bakteri baik di bagian bokong juga ikut mati. CMIIW. Nah, karena ada gejala ruam tersebut, perawat meminta kami untuk membeli diaper dengan merk lain. Maka belilah kami Mamipoko yang standar. Pertimbangan kenapa kami memilih merk ini karena taunya cuma dua merk diapers. Hehehe, pampers sama mamipoko. #maklumnewbie Hihihihi, beralih dari yang premium ke yang standar, bayi Gayatri malah tidak mengalami ruam. Ya ampun, anak ekonomis bener yak. :kiss :kiss

Tips 1: Jangan beli diapers langsung banyak kalau belum tau cocok atau tidak. Sebaiknya dicoba-coba dulu sampai ketemu yang cocok, baru deh nyetok.

Setelah pulang dari RS, saya baru menyadari kalau Mampok standar ini tidak ada indikator pipisnya. Berhubung dedek tipe bayi yang adem ayem tentrem kerta raharja gitu, kadang kalau pipis dia tidak menangis. Lanjut bobo terus, Sist. Saya jadi rada galau dengan ketiadaan indikator pipis ini. Kasihan kalau pipis, dan ga ketahuan, jadi lama digantinya. Akhirnya saya pakein lagi dengan Pampers.  setelah saya dapat tips dari teman  untuk mencegah ruam. Dan tipsnya berhasil! Bayi Gayatri pakai Pampers tidak ruam lagi. Tips dari teman saya: menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers.

Namun, saya dan suami tetap penasaran dengan merk diapers lain. Siapa tahu ada yang tidak ruam dan ada indikator pipisnya. Maka saya posting pertanyaan tadi di Facebook, tentang merk diapers yang temen-temen saya pakai. Lumayan banyak yang merespon. Nah kemarin karena saya pikir ini bakal bermanfaat juga buat mamah newbie kaya saya, makanya coba saya rekap dan saya bikin postingan blog ini.

merk diaper yang dipakaiKomen lengkap dari status yang menjadi sumber gambar di atas bisa dilihat di status ini.

Saya tidak kaget dengan hasilnya. Juaranya si Mampok disusul Pampers. Tidak dapat dipungkiri kedua merk tsb memang femes sampai ke kampung kampung. Merk lain, sebagian besar saya ga familiar. Berhubung Mampok dan Pampers uda pernah nyoba, saya  seneng banget pas dikasih coba merk setelahnya yang persentasenya sama dengan Sweety, yaitu Goo.N. Kenapa seneng? Karena temen di kantor pernah satu dua kali menyebut merk ini. Selain itu produknya adalah Goo.N Excellent Dry. Kenapa tambah seneng? Karena di bungkusnya ada iming-iming kalau tipe ini mencegah ruam. Saya mah percaya aja. Trus dibilang di bungkusnya juga, kalau ada pee sign, semacam indikator pipis gitu. Ya sudahlah, cocok! Dan so far so good sih. Sampai saat ini, uda makai hampir dua bungkus, dedek ga ruam makai Goo.N. Terimakasih temen-temen yang uda kasih rekomendasi ya.

goon mencegah ruam

Tips 2: Jangan ragu untuk bertanya dan minta rekomendasi pada mama-mama senior.

Tips 3: Baca keterangan produk di kemasan baik-baik.

Gonta Ganti Merk Diapers? Yay!

Kalau dari cerita saya di atas uda jelas  ya kalau saya golongan “Yay!” buat gonta ganti merk diapers. Cuma dilihat dari komen-komen di postingan status di Facebook tadi ada juga lo yang tidak pernah gonta ganti merk diapers. Biasanya yang tidak pernah ganti merk diapers adalah yang beruntung langsung dapat merk diapers yang cocok buat bayinya (sekaligus cocok buat kantong mamahnya hihihi). Sementara sebagian besar yang komen menyatakan bahwa mereka memakai lebih dari satu merk diapers dengan berbagai alasan.

Alasan Gonta Ganti Merk Diapers

Saya mencoba merangkum empat alasan gonta ganti diapers yang paling sering disebutkan:

1 . Supaya Hemat

Kata temen-temen, belanja diapers mah wajib pas ada promo. Kalau pas ga promo, sakitnya tuh di sini *nunjuk dompet*. Bener juga sih, kalau ga promo, sebulan bisa jadi habis enam ratusan ribu sendiri cuma buat diapers. Yang mana sekali pakai buang. Nah, sayangnya merk yang promo sering berganti-ganti tiap minggunya, makanya merk yang dipakai anak pun berganti-ganti. Tergantung merk mana yang sedang promo minggu itu. Kalau mau, nyonya bisa beli sekali banyak pas promo merk yang dipakai.

Tips 4: Perhatikan jadwal promo diapers merk-merk yang dipakai.

2 . Yang Sebelumnya Bikin Ruam

Alasan ini sama dengan alasan saya. Kalau sudah ruam, mau tidak mau memang disarankan untuk ganti merk diapers. Siapa tau ada bahan tertentu dari diapers merk yang dipakai yang tidak cocok. Nah, ini saya juga baru ngeh kalau ternyata diapers itu cocok-cocokan. Jadi di satu anak bisa jadi ruam, tapi di anak lain bisa jadi tidak ruam. Ada satu teman yang malah bilang kalau anaknya semua merk dicoba selalu ruam. Over sensitif kayanya. Jalan keluarnya adalah menggunakan baby cream sebelum menggunakan diapers. And the problem solved!

3 . Kapasitas

Untuk newborn mungkin faktor kapasitas tidak terlalu menjadi pertimbangan ketika memilih/ berganti merk diapers. Hal ini karena pipis dan pupup bayi belum terlalu banyak. Namun seiring pekembangan bayi, volume pipis dan pupup makin banyak. Beberapa teman menyebutkan bahwa beberapa merk diapers lebih cepat penuh dibandingkan yang lain. Atau jika tidak penuh, mudah bergeser sehingga bocor. Alasan ini membuat mereka beralih menggunakan merk diapers lain.

Tips 5: Sesuaikan ukuran dan jenis diapers dengan umur, ukuran dan kebutuhan bayi.

4 . Karakter/ kualitas produk

Ga seperti make up atau produk otomotif yang product reviewnya merajalela di dunia maya, nyari info tentang fitur/ kualitas diapers memang agak tricky. Selain dari kemasannya, temen-temen bisa nyari infonya di forum-forum ibu. Atau sekalian aja nanya di sosmed kaya yang sering saya lakukan. Mama mama tu dengan senang dan baik hati bakal jawab pertanyaan kita loh. :love

Seperti yang saya bilang di awal, mencari diapers yang cocok itu gampang-gampang susah. Cocok buat bayi saya belum tentu cocok untuk bayi ibu. Cocok buat kantong ibu, belum tentu cocok buat kantong saya. Hahaha…. Jadi selama belum nemu yang pas, ga ada salahnya sih gonta ganti merk.

Kalau saya gitu….

Gimana dengan kamu?

Pernah ganti merk diapers tidak?

Sharing dong apa alasan dan apa tips nya! Thankyuuu 🙂

ganti merk diapers[sponsored post]

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!