Tips Packing Barang Saat Traveling Bareng Bayi

Dulu saat masih single, saya dan suami tipe yang super praktis banget. Termasuk dengan barang bawaan saat traveling. Ringkes bin ajaib. Maka packing barang bukanlah momok, sampai negara api menyerang alias Gayatri lahir. Hahaha, kami punya anak, dan tiba-tiba saja barang bawaan menjadi berlipat ganda.

KURASI BARANG BAWAAN

Apalagi sekarang Gayatri sudah toddler ya. Dia sudah punya “barang favorit” sendiri yang biasanya dia “putuskan” untuk ikut dibawa kemanapun kami pergi.

“Nanti Kim dibawa ya. Kasian kalau ditinggal”, begitu katanya. Kim adalah boneka beruang berpakaian gadis Korea kesayangannya. Apalagi kalau tahu bawa mobil atau kendaraan sendiri. Maka list barang favorit kesayangan yang akan dibawa pasti bertambah panjang. Dari mulai buku Dinosaurus sampai sepeda roda 4.

Tugas saya tentulah jadi kurator. Mana yang HARUS dibawa, mana yang sekiranya BOLEH dibawa, mana yang sangat amat TIDAK PERLU dibawa. Hahaha…. Kadang negosiasi seperti ini yang bikin packing barang jadi lama dan ribet.

That’s why, kalau Gayatri mulai ikut turun tangan, packingnya ditunda biar agak selow. Hihihi….

SPARE WAKTU, JANGAN MUEPEEET!

Jadi walaupun saya dan suami sudah sering bepergian dengan bayi (mengingat kami pernah LDM), dan lumayan terlatih, kami tetap spare waktu yang cukup banyak untuk packing barang saat mau traveling bareng Gayatri.

Seperti saat mau liburan lebaran kemarin. Beberapa hari menjelang berangkat, saya sudah nyicil list dan juga nyicil menyiapkan barang apa saja yang perlu dibawa. Kebiasaan ini menurut saya adalah kebiasaan yang baik ya. Karena liburan jadi lebih nyaman dan lancar kalau semuanya sudah well prepared.

Pengalaman tahun lalu, saat packing barangnya nggak bagus, perjalanan jadi rada riweuh. Pasalnya, popok bayi ketinggalaaaaaan!!!! Hahaha…. Alhasil pas anak kami pup di perjalanan, kami langsung heboh nyari minimarket. Yang ternyata, paling dekatnya ada di 500 m. Hoaaaaaa, bauuuuuu!!!!

So, setelah kami beranjak lebih senior dalam dunia perorangtuaan, kami punya beberapa formula atau bisa dibilang tips ya…. Untuk dapat packing barang dengan rapi, efisien namun tetap kumplit, saat melakukan perjalanan bersama bayi.

Selain kurasi barang dan spare waktu diatas, setidaknya ada 2 hal yang perlu dilakukan:

  1. Menggunakan tas-tas kecil, pouch atau kompartemen di dalam koper atau travel bag.
  2. Menggunakan checklist.

Sounds like saya tu overly rajin gitu ya? Atau OCD? Wkwkwkwk…. Enggak kok. Malah sebaliknya, karena saya tu rada malas ribet di tempat tujuan, makanya mending saya agak ribet sedikit di persiapannya. Malas juga pas baliknya barang pada ketinggalan gitu…. Males banget lah….

So berikut adalah tips packing barang dari kami. Semoga bermanfaat yaaaa!

MENGGUNAKAN POUCH ATAU TAS DI DALAM TAS

Menggunakan pouch memudahkan saya mengorganisir barang di dalam koper. Terutama yang kecil-kecil seperti sabun, peralatan makan anak, makanan, obat-obatan, P3K, charger, make up, dll. Jadi tidak bercampur jadi satu.

Menggunakan pouch juga meminimalisasi bongkar-bongkar koper/ tas terlalu dalam, apabila ternyata ada yang perlu digunakan dalam perjalanan. Untuk hal ini, saya juga selalu memisahkan antara barang yang kemungkinan digunakan di perjalanan dan mana yang hanya digunakan di tempat tujuan, kedalam koper dan tas.

Last but not least, menggunakan pouch juga meminimalisasi ada barang yang tercecer karena jadi lebih mudah mengidentifikasinya, dicek per pouch.

Satu pouch favorit saya adalah seri Travel Kit dari Sleek Baby yang kolaborasi dengan Mbak Puty Puar. Bahannya kain blacu gitu, jadi nggak kaku dan nggak menuh-menuhin tempat. Selain itu satu pouch uda sepaket sama essential travel kit yang berisi perlengkapan kebersihan bayi. Jadi praktis banget dan wajib dibawa kalau traveling. Apalagi produknya ini yang alami tapi mengandung antiseptik gitu.

Saya bahas tentang Sleek Baby Tavel Kit ini di bagian bawah artikel ini ya….

MENGGUNAKAN CHECKLIST

Checklist is a must karena beberapa alasan sebagai berikut.

Yang pertama, karena kalau sudah punya anak, kegiatan packing sering banget multitasking bareng ngurusin anak. Jadi disambi-sambi. Naaaah, sebagaimana multitasking pada umumnya, hal ini menurunkan konsentrasi lo. Untuk itu perlu checklist atau catatan sebagai pengingat, sampai dimana ya tadi packingnya. Uda apa aja yang masuk ke koper dan mana yang belum.

Kedua, supaya lebih kelihatan mana barang yang harus diprioritasin, dan mana yang bisa dikeluarkan kalau ternyata kopernya nggak muat.

Yang ketigaaaaa…. adalah sebagai catatan pas packing pulang. Jangan sampai ada yang ketinggalan yak. Apalagi kalau nginepnya di penginapan atau hotel. Duh, males ngurusnya.

Kelihatannya ribet ya, harus nyatet nyatet dulu. Percayalah, usaha kecil itu bermanfaat besar banget loh. Buat saya si gitu ya. Hihihi….

Buat yang mager banget bikin checklist, saya bikinin nih checklist barang bayi yang perlu dibawa saat traveling. Bisa diunduh di bawah ini ya PRINTABLE CHECKLIST BARANG BAYI. Kalau yang buat orang dewasa perlu dibuatkan juga nggak? Nggak kali ya…. Hihihi….

REVIEW SLEEK BABY TRAVEL KIT

Seperti kata saya di tengah artikel tadi, paket travel kit dari Sleek Baby ini life saver banget buat yang mau traveling bareng bayi. Uda ada pouchnya yang gemes banget karena ada ilustrasi dari Mbak Puty Puar, ilustrator kesayangan ibuk ibuk seIndonesia Raya.

Trus gitu, isinya pun produk bayi, perlengkapan bersih-bersih kumplit ya. Dari Antibacterial 2in1 Hair & Body Liquid Soap (sabun sekaligus shampo bayi), sabun cuci piring dan perlengkapan makan bayi lainnya ( Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser), sabun cuci baju Sleek Baby Travel Wash daaaan Antibacterial Diaper Dream.

Semuanya mengandung antiseptik alami yang aman untuk bayi. Ini penting banget ya, kalau traveling menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik. Apalagi buat bayi dan anak-anak yang masih dalam masa 1000 hari perlindungan.

Seslebor-slebornya saya, kalau anak baru dari perjalanan jauh atau dari playground, pasti saya mandiin pakai sabun yang mengandung antiseptik. Demi membunuh kuman yang dari luar bok.

Sebagai catatan, antiseptiknya Sleek Baby ini juga bukan triclosan ya. Jadi nggak perlu kawatir akan membunuh kuman baik dan mengakibatkan resistensi kuman jahat.

Favorit saya, selain si Sleek Baby 2 in 1 ini adalah Travel Wash-nya yang asli, beda dari yang lain. Jadi ini sebenernya sabun cuci pakaian tapi bentuknya gel kental gitu. Kita nggak perlu takut bakal tumpah di jalan. Ini adalah kemasan kedua ya. Pertama saya punya travel wash ini pas mudik tahun lalu.

Kalau Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleansernya saya pakai sejak Gayatri masih minum ASIP dulu. Buat nyuci botol susu ampuh banget ngilangin lemak. Jadi walaupun sekarang uda nggak nyusu lagi, masih sering saya pakai buat cuci makanan dan peralatan makannya.

Antibacterial Diaper Creamnya juga bisa dipakai bayi baru lahir, loh.

Keempat produk ini juga dikemas dalam ukuran yang travel friendly, jadi hemat tempat, dan nggak jadi beban kalau mau dibawa-bawa.

Oke banget si pokoknya. Consnya cuma satu: nggak semua minimarket jual. Tapi tenang, kita bisa beli secara online kok di KINO Official Store di Lazada. Dan mau liat info lainnya bisa langsung cek di Facebook Sleek Baby dan IG Sleek Baby.

Nah, kalau temen-temen, biasanya barang apa aja yang wajib dibawa waktu traveling? Ada tips dan trik khusus nggak untuk packing saat traveling bareng bayi? Sharing doooong!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

8 Sabun Bayi Non SLS dan Paraben

Sebelumnya saya pernah membahas 4 sabun bayi yang tidak mengandung sls dan paraben. Berhubung isu kulit bayi kembali ramai, saya jadi kepikiran untuk melengkapi tulisan yang lalu di artikel 8 sabun bayi non sls dan paraben.

Sebelumnya saya mau cerita dulu. Beberapa hari ini sosial media ibuk-ibuk sedang ramai dengan topik “Derita Bayi Lucu” tentang seorang bayi yang menderita iritasi kulit parah setelah ditowel-towel pipinya oleh banyak orang di acara kondangan. Well, pro dan kontra langsung merebak. Apalagi setelah thread tersebut dikomentari oleh akun dengan embel-embel dokter kulitku.

Saya tidak mau bahas lebih lanjut pro dan kontranya. Karena pembahasannya jadi merembet ke masalah boleh tidaknya orang towel menowel pipi bayi. Kalau masalah itu si terserah Mak Bapaknya ya kalau saya. Tapi kita juga kudu sadar kalau, menerapkan suatu rule ke orang lain, itu susah, dan ada konsekuensinya juga. Worth or not untuk dilakukan, ya balik lagi ke keputusan dan kondisi masing-masing.

Saya di sini pengen lebih konstruktif aja si bahasnya. Karena saya punya pengalaman anak yang dermatitis atopik juga, walau tidak terlalu parah. Jadi saya niteni (memperhatikan) apa saja yang biasanya menyebabkan anak saya mengalami iritasi kulit.

Saya pernah bahas di artikel “Penyebab Iritasi Kulit Bayi dan Cara Menanganinya“. Di situ saya bahas 3 penyebab yang sering terjadi di Gayatri, anak saya. Salah satu yang paling sering membuat Gayatri iritasi kulit adalah sabun mandi bayi.

Disclaimer: saya bukan dokter, yang saya share adalah pengalaman sehari-hari, tentunya juga ada diskusi dengan dokter. Kondisi yang saya sharingkan spesifik pada kasus anak saya, namun saya rasa, beberapa prinsipnya tetap dapat dipahami dan mungkin bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, walaupun hasilnya tentu bisa berbeda-beda. :) #nooffense.

Trus kenapa kok gonta ganti merk sampai delapan kali? Honestly, karena saya pengen nyari yang paling bagus sekaligus affordable ya. Nggak pengen boncos juga kan kantong mamak. Kadang saya juga mencoba produk yang dikirimkan ke saya untuk review (tentu dengan seleksi yang ketat).

Berikut adalah perbandingan sabun non sls dan non paraben yang pernah saya coba. Saya harap, pengalaman saya bisa membantu ibuk-ibuk juga yang sedang mencari sabun mandi bayi bayi putra-putrinya….

1 . Mothercare

Produk sabun bayi keluaran Mothercare yang pernah saya coba adalah Mothercare All We Know Body Wash. All we know lah ya, kalau produk ini termasuk brand premium kesayangan ibu-ibu.

Secara umum saya tidak ada masalah dengan produk ini. Cukup lembut di kulit bayi dan tidak menimbulkan iritasi. Hanya saja saya tidak suka dengan desain kemasannya, yang membuat produk mudah tumbah dan belepotan.

Penggunaannya bersama dengan lotionnya membuat kulit lembut banget. Suka, bahkan suami saya juga mengakui kelembutannya.

Harga Rp 100.000,00 – an / 300 ml.

Saya pernah membahas varian ini di artikel Mothercare All We Know Toiletries.

2 . Tupperware Little Bee Baby Wash

Produk ini bebas SLS maupun SLES dan juga paraben. Apa itu SLS, SLES dan Paraben bisa dilihat di artikel ini.

Walaupun demikian, jika dipakai terus menerus, saya merasa kulit bayi menjadi sedikit kering. Tidak sampai iritasi si. Tapi sedikit lebih kering gitu. Tidak supple atau kenyal.

Saya curiganya, mungkin, karena fragrance yang digunakan ya. Menurut saya wanginya, walaupun enak – musky gitu, cenderung cukup kuat untuk ukuran produk bayi soalnya.

Dari beberapa sumber yang saya baca, fragrance ini pun termasuk salah satu yang membuat kulit iritasi dan kering. Penggunaan produk ini dan produk bayi lain keluaran Tupperware bisa dilihat di artikel spa bayi sendiri di rumah.

Harga Rp 90.000,00 an per 200 ml

3 . Corine de Farme

Produk yang pernah kami pakai adalah Baby Bath 2 in 1 (sabun sekaligus shampo). Produk ini tidak menyebabkan kulit kering. Tapi tidak juga menambah kelembaban. Mungkin karena produk ini sabun sekaligus shampo ya. Kalau lembab, rambutnya malah jadi lepek, imho.

Di dalam produk ini tidak mengandung SLS, tapi mengandung SLeS ya….

Harga Rp 200.000,000 an per 500 ml.

4 . Purebaby Liquid Soap for Sensitive Skin

PALING FAVORIT!!!

Kalau mau dibandingkan dengan produk lain yang saya sebutkan, produk ini termasuk produk terbaik dalam hal melembabkan kulit bayi ya. Karena mengandung oat dan bahan alami lain yang berfungsi mengobati dan melembabkan. Bahkan produk ini berani memberikan klaim merawat dermatitis lo. (FYI, produk ini proses produksinya di bawah pengawasan grup farmasi, jadi klaimnya cukup bisa dipertanggungjawabkan, IMHO).

Kemampuannya membersihkannya juga tokcer. Saya membahas produk ini secara khusus di artikel menangani iritasi bayi, di bagian bawah.

Kualitasnya, menurut saya bersaing dengan Mustela. Wanginya lebih enak Purebaby tapi daripada Mustela.

Harga Rp 106.000,00 / 250 ml.

Kalau tidak ada budget constraint, saya memilih kedua produk ini sebagai favorit saya. Sayangnya dua-duanya agak mahal yak. Hihihi….

Produk Sabun Non SLS dan Paraben Lainnya:

5 . Mustela Bebe, 6 . Cetaphil Baby, 7 . Purebaby (for normal skin), 8 . Switzal (paling affordable). Produk ke 5 s.d. 8 ini pernah saya bahas secara lebih detail di artikel 4 sabun bebas SLS dan Paraben.

Sekian sharing dari saya, semoga sharingnya membantu untuk mendapatkan sabun non sls yang terbaik untuk putera puterinya yaaa….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Penyebab Iritasi Kulit Bayi dan Cara Menanganinya

iritasi kulit bayi

Iritasi kulit pada bayi bisa bermacam-macam ya penyebabnya. Dari dalam tubuh si bayi sendiri yang kulitnya masih sensitif (atau ditambah punya riwayat alergi dalam keluarga) maupun dari faktor eksternal.

Mengetahui faktor-faktor penyebab ini penting, demi penanganan yang tepat, sehingga cepat juga diatasi. Terlihat sepele memang, namun bisa berujung pada rewelnya bayi dan kesehatannya secara umum.

Berikut saya bahas beberapa pengalaman kami terkait iritasi kulit bayi, penanganannya dan review produknya yaa! Semoga bermanfaat bikin para bayi happy tanpa iritasi….

iritasi kulit bayi

Penyebab Iritasi Kulit Bayi

Penyebab iritasi kulit bayi yang dialami adalah: 1) karena penggunaan pakaian serta diapers yang kurang tepat, 2) karena cuaca yang lembab atau sebaliknya karena terlalu lama di dalam AC yang terlalu kering, serta 3) karena penggunaan produk perawatan bayi tertentu, seperti produk sabun mandi/ pencuci pakaian yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate/ Anionik Surfactant.

Tentu saja faktor-faktor ini kami kenali, dari menduga-duga dengan melihat rewelnya bayi dan memeriksa tanda-tanda iritasi kulit bayi yang muncul di tubuhnya.

1 . Iritasi karena Pakaian/ Diaper

Tanda iritasi:

Poin 1 paling sering dialami Gayatri saat di bawah usia 6 bulan. Tanda-tandanya cukup mudah didapatkan (kalau diapers) karena lokasinya yang spesifik di pantat. Kalau ada iritasi di pantat, bisa dipastikan, kalau bukan karena masalah higienitas, ya kemungkinan besar karena faktor diapernya.

Cara menangani iritasi:

Berdasar pengalaman saya, cara menanganinya adalah dengan mengganti diaper, mencuci pantat bayi setelah pup/ pipis dengan bersih, mengeringkan pantat bayi dengan sempurna saat berganti diaper, memilih diaper yang berkualitas (saya pernah menulis tema ini sebelumnya). Produk diaper cream pun bisa dipilih untuk mempercepat penyembuhan.

Kalau untuk pakaian, yang pasti, ketika memilih pakaian bayi, better pilih yang katun dan ada logo SNInya ya….

2 . Iritasi karena Biang Keringat

Gayatri, anak kami sering mengalami biang keringat sejak kami pindah rumah ke Surabaya. Ya, faktor udara yang panas dan lembab sangat berperan.

Tanda iritasi:

Tanda-tanda yang terlihat adalah kulit kemerahan di bagian leher, dada dan punggung. Karena Gayatri juga ada kecenderungan atopic, seringkali juga ada kemerahan di bagian lipatan siku, lipatan belakang lutut dan juga ketiak. Seringkali, kemerahannya diikuti dengan beruntusan di kulit.

Cara menangani iritasi:

Cara mengakalinya adalah dengan memakaikannya pakaian tanpa lengan dengan harapan sirkulasi udara ke kulitnya baik, memilih bahan yang katun serta menggunakan bedak cair untuk menyerap keringat berlebih. Untuk malam hari kami menggunakan AC di kamar tidur.

3 . Iritasi karena Detergent SLS/ Anionik Surfactant pada Produk Bayi

Tanda iritasi:

Tanda yang paling menonjol tentunya adalah apabila terjadi rekasi di lokasi penggunaan produk bayi tertentu sesaat setelah menggunakannya ya.

Kalau buat anak saya, yang paling sering memicu iritasi adalah sabun mandi bayinya dan sabun cuci pakaiannya.

kulit sensitif
Kondisi kulit Gayatri beberapa waktu lalu.

Tanda-tanda kalau tidak cocok dengan sabun bayi, biasanya adalah kulitnya jadi kering. Kadang sampai bersisik dan mengelupas.

Kalau tanda tidak cocok dengen detergen bayi, biasanya Gayatri akan sering garuk-garuk di bagian punggung, dada dan leher (namun bagian bawah, atau di sekitaran kerah) dan bagian-bagian tersebut memerah.

Cara membedakannya dengan biang keringat:

Tentunya harus diperiksa tanda lain yang mendukung ya, untuk membedakan apakah merahnya karena biang keringat atau karena salah produk. Misalnya cek/ raba kausnya. Kalau kausnya basah karena keringat, fakta tersebut mendukung ke biang keringat. Kalau kausnya kering namun terasa kaku dan berbulu-bulu serat kainnya, bisa jadi faktor sabun cuci pakaiannya yang tidak cucok.

Cara mengatasi:

Tentunya adalah dengan memilih produk sabun bayi dan deterjen bayi yang lembut di kulit bayi (ditandai dengan tidak adanya kandungan Sodium Laury Sulfate atau anionic surfactant), namun juga tetap efektif membersihkan.

Kalau poin 1 dan 2 sudah beberapa kali saya bahas di artikel sebelumnya ya. Untuk yang poin 3, saya bahas lebih lanjut dibawah ini.

Memilih Produk Sabun dan Detergen Bayi

“Apakah produk bayi mahal selalu jadi jawaban?” pertanyaannya demikian ya. Menurut saya tidak selalu si. Yang penting adalah memeriksa di ingredients produk, ada atau tidak bahan yang menyebabkan iritasi kulit.

Dalam artikel ini, saya mau mereview dua contoh produk bayi yang diklaim lembut di kulit bayi yang sensitif sekalipun.

1 . Hindari bahan yang menyebabkan iritasi.

Klaim yang menarik bagi saya tersebut, didasarkan oleh tidak adanya kandungan Sodium Lauryl Sulfat/ Sodium Laureth Sulfat/ Sodium Myrate Sulfat/ Anionik Surfaktant yang memiliki potensi iritan. Produk-produk ini juga memiliki pH 5,5 yang sesuai dengan kulit bayi.

2 . Pastikan proses produksinya diawasi oleh otoritas.

Selain itu pilih yang memiliki nomor BPOM ya….

Yang menarik lagi, produk yang mau saya review ini berada di bawah pengawasan perusahaan farmasi, Novell Pharmaceuticall group. Novel Phamaceuticall Group ini adalah group yang memroduksi Lacto B itu lo, seems familiar ya dengan produk ini. Sehingga mulai dari bahan baku, proses produksi, bahan kemas sampai dengan jadi produk sesuai dengan standar kualitas Good Manufacturing Practice Farmasi.

Produknya apakah ituuuuu????

Kedua produk tersebut adalah Purebaby Liquid Soap dan Purebaby Laundry Liquid.

produk sabun bayi  untuk kulit sensitif

Sabun Mandi Bayi: Purebaby Liquid Soap

Perkenalan pertama saya dengan produk sabun mandi bayi Purebaby Liquid Soap ini cukup mengesankan ya. Karena saya pertama kali menggunakannya setelah Gayatri selesai berenang.

Seperti kita tahu, berenang memang baik untuk kesehatan. Namun, untuk kulit seringkali menjadi masalah, karena kandungan kaporit dan garam-garam lain yang terkandung di dalam air kolam. Serta karena lamanya air tersebut berinteraksi dengan kulit bayi. Hal-hal tersebut bisa membuat kulit bayi/ anak mengalami kering dan iritasi.

Untuk itu diperlukan sabun bayi yang efektif membersihkan residu kaporit namun juga tetap lembut di kulit bayi.

sabun bayi yang aman untuk kulit sensitif
sabun bayi mengobati biang keringat

Yang perlu digarisbawahi adalah klaim kandungan Triple Moisturizer “Oat kernel Extract, Chamomile, Pro Vit B5” yang mampu merawat kulit dari iritasi kulit seperti ruam, alergi, dermatitis dan biang keringat ya.

Tekstur dan Busa

Tekstur Purebaby Liquid Soap ini cenderung kental kalau saya bilang. Lebih kental daripada sabun cair yang biasa saya pakai di rumah. Malah seperti lotion ya.

Saat digunakan busa yang dihasilkan tidak banyak-banyak banget, namun cukup. Saya hanya menggunakan dua pump untuk tubuh Gayatri. Satu pump untuk tubuh bagian atas sampai perut. Satu pump untuk tubuh bagian atas.

Yang saya rasakan (saya terbiasa mencoba produk bayi terlebih dahulu, sebelum digunakan ke anak) adalah, kulit terasa lembab dan tidak kesat sesaat setelah mandi. Kalau menggunakan sabun biasa kan kadang ada rasa ketarik gitu ya kulitnya, di Purebaby ini tidak. Hal ini tanda yang bagus, buat saya, karena setelah dikeringkan akan terasa lebih lembab dan lembut.

sabun hipoalergenic
sabun untuk kulit sensitif

Aroma

Aromanya mild banget. Saya suka, karena tidak nyegrak sama sekali.

Setelah bilas, bau air kaporit yang biasa menempel di kulit Gayatri setelah berenang hilang tuntas loh. Sama sekali tidak tercium. Digantikan wangi sabun bayi yang mild. Saya berharap hilangnya bau kaporit tersebut menandakan bahwa sabun ini memang efektif menghilangkan kotoran di kulit.

Setelah beberapa hari menggunakan sabun bayi, kulit Gayatri juga terasa tidak sekering biasanya. Berarti memang benar, klaim kandungan Triple Mousturizernya itu bekerja ya….

kulit sensitif bayi

Kurang lebih pemakaian selama empat hari, kulit keringnya yang mengelupas di belakang telinga, sudah hilang. Tentu saja rangkaian perawatan kulit yang lain tetap saya jalankan. Namun, penggunaan sabun ini kerasa banget bedanya.

Detergen Bayi: Purebaby Laundry Liquid

Untuk mencegah terjadinya iritasi di kulit bayi, tidak hanya sabun mandi yang perlu diperhatikan. Tetapi sabun cuci pakaian baji juga sangan penting untuk diperhatikan.

Ada tiga hal yang mengakibatkan detergen bayi atau sabun cuci baju bayi berpotensi mengakibatkan iritasi kulit. Yang pertama adalah 1) karena residu dari bahan aktifnya tidak terbilas dengan baik sehingga dapat berinteraksi dengan kulit saat dipakai. Yang kedua, 2) karena menghasilkan serat kain yang kaku/ berbulu setelah pakaian kering. Dan yang terakhir, adalah 3) karena bahan aktifnya tidak efektif dalam membersihkan pakaian, sehingga noda dan bakteri jahat masih “bertengger” di pakaian bayi.

Ketiga hal di atas seharusnya tidak terjadi di detergen bayi yang bagus.

Trus gimana dengan Purebaby Laundry Liquid?

detergen bayi yang bagus mencegah iritasi kulit
detergen bayi non sls

Komposisi detergen bayi Purebaby Laundry Liquid dapat dilihat dalam kemasannya, seperti gambar di atas. Tampak jika pada produk ini SLS free ya…. Serta hypoallergenic dan direkomendasikan bahkan untuk kulit bayi yang sensitif.

Tekstur dan Busa

Sebagaimana foto di bawah tampak tekstur produk ya, saya rasa teksturnya cukup oke, dan juga mudah larut di air.

Busa yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak. Ini juga nggak masalah buat saya. Karena kan yang membersihkan pakaian sebenarnya bukan busa ya, tapi bahan aktif pembersihnya. Setahu saya produk ini menggunakan Alkylpoliglucoside yang berasal dari minyak kelapa dan gula jagung sebagai zat pembersih.

sabun pakaian bayi
detergen untuk kulit sensitif

Untuk melihat apakah benar produk ini bisa membersihkan noda, saat saya mencuci menggunakan Purebaby dan mesin cuci, setelah 8 menit spin pertama, saya pause, dan coba melihat rendamannya. Ternyata hasilnya abu-abu keruh (lihat foto di bawah), tanda noda dan kotoran terangkat.

detergen bayi non sls

Aroma

Biasanya saya tidak akan panjang bahas sisi aroma dari suatu produk ya. Tapi kalau produk detergen bayi, akhir-akhir ini jadi sorotan saya. Hihihi. Soalnya Gayatri sedang toilet training. Hihihi, jadi sering banget celananya kena pup atau kena ompol. Yang…. yaaaaaa, tahu sendiri kan ya, kalau nyucinya nggak bersih, bau aduhainya bisa tertinggal. Iyuuuuhhh….

Saya juga nggak suka kalau detergennya terlalu wangi, tapi nggak bersih. Jadi tetep pesing tapi berbaur sama wangi. Iyuuuuuuhhhh #2…. Hihihi….

Syukurlah, sekarang nggak perlu iyuuuh iyuuhh lagi, soalnya Purebaby ternyata efektif banget menghilangkan bau pesing, tanpa harus diimbuhi dengan parfum yang terlalu wangi. Jadi ya seger aja gitu. Lagi pula, kalau terlalu wangi, saya malah kawatir dengan residu/ fragrance yang juga bisa memicu reaksi alergi di kulit bayi.

Hasil cucian:

Hasil cuciannya segar. Serat kainnya juga cenderung nurut. Gak yang kaku dan berdiri-berdiri gitu. Jadi pas dipakai nggak bikin gatal dan iritasi. Noda-nodanya juga tak berbekas lagi.

Tips nyuci bekas ompol biar nggak ribet ala nyonyamalas:

Untuk celana yang terkena pup atau pipis, sebaiknya dibilas dulu kotorannya. Kemudian sediakan satu ember khusus berisi air ditambah sedikit Purebaby Laundry Liquid, rendam. Ketika akan dicuci diperas dulu. Biasanya saya di sore hari baru cuci semuanya bareng dengan pakaian yang lain. Begitu relatif aman kok. Ga bau apek dan juga nggak pesing.

Where To Buy

Dulu jaman saya masih di Bintaro, yang paling kumplit produk Purebabynya setahu saya di Maebebe Baby Shop (Bintaro Sektor V), langganan saya di situ. Selain di situ, setahu saya produk Purebaby juga bisa dibeli di Ranch Market, Food Hall, Farmers, Kelapa Gading, Aeon, Lulu, Grand Lucky, Diamond dan Baby Shop. Untuk Purebaby Liquid soap juga bisa didapatkan di apotek, Kimia Farma salah satunya.

Ranch Market, Galaxy Mall, Surabaya

Demikian sharing tentang iritasi kulit bayi kali iniiiiii! Semoga bermanfaat yaaa! :) Teriring doa supaya bayi/ anak-anak kita sehat selalu….. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share