8 Sabun Bayi Non SLS dan Paraben

Sebelumnya saya pernah membahas 4 sabun bayi yang tidak mengandung sls dan paraben. Berhubung isu kulit bayi kembali ramai, saya jadi kepikiran untuk melengkapi tulisan yang lalu di artikel 8 sabun bayi non sls dan paraben.

Sebelumnya saya mau cerita dulu. Beberapa hari ini sosial media ibuk-ibuk sedang ramai dengan topik “Derita Bayi Lucu” tentang seorang bayi yang menderita iritasi kulit parah setelah ditowel-towel pipinya oleh banyak orang di acara kondangan. Well, pro dan kontra langsung merebak. Apalagi setelah thread tersebut dikomentari oleh akun dengan embel-embel dokter kulitku.

Saya tidak mau bahas lebih lanjut pro dan kontranya. Karena pembahasannya jadi merembet ke masalah boleh tidaknya orang towel menowel pipi bayi. Kalau masalah itu si terserah Mak Bapaknya ya kalau saya. Tapi kita juga kudu sadar kalau, menerapkan suatu rule ke orang lain, itu susah, dan ada konsekuensinya juga. Worth or not untuk dilakukan, ya balik lagi ke keputusan dan kondisi masing-masing.

Saya di sini pengen lebih konstruktif aja si bahasnya. Karena saya punya pengalaman anak yang dermatitis atopik juga, walau tidak terlalu parah. Jadi saya niteni (memperhatikan) apa saja yang biasanya menyebabkan anak saya mengalami iritasi kulit.

Saya pernah bahas di artikel “Penyebab Iritasi Kulit Bayi dan Cara Menanganinya“. Di situ saya bahas 3 penyebab yang sering terjadi di Gayatri, anak saya. Salah satu yang paling sering membuat Gayatri iritasi kulit adalah sabun mandi bayi.

Disclaimer: saya bukan dokter, yang saya share adalah pengalaman sehari-hari, tentunya juga ada diskusi dengan dokter. Kondisi yang saya sharingkan spesifik pada kasus anak saya, namun saya rasa, beberapa prinsipnya tetap dapat dipahami dan mungkin bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, walaupun hasilnya tentu bisa berbeda-beda. :) #nooffense.

Trus kenapa kok gonta ganti merk sampai delapan kali? Honestly, karena saya pengen nyari yang paling bagus sekaligus affordable ya. Nggak pengen boncos juga kan kantong mamak. Kadang saya juga mencoba produk yang dikirimkan ke saya untuk review (tentu dengan seleksi yang ketat).

Berikut adalah perbandingan sabun non sls dan non paraben yang pernah saya coba. Saya harap, pengalaman saya bisa membantu ibuk-ibuk juga yang sedang mencari sabun mandi bayi bayi putra-putrinya….

1 . Mothercare

Produk sabun bayi keluaran Mothercare yang pernah saya coba adalah Mothercare All We Know Body Wash. All we know lah ya, kalau produk ini termasuk brand premium kesayangan ibu-ibu.

Secara umum saya tidak ada masalah dengan produk ini. Cukup lembut di kulit bayi dan tidak menimbulkan iritasi. Hanya saja saya tidak suka dengan desain kemasannya, yang membuat produk mudah tumbah dan belepotan.

Penggunaannya bersama dengan lotionnya membuat kulit lembut banget. Suka, bahkan suami saya juga mengakui kelembutannya.

Harga Rp 100.000,00 – an / 300 ml.

Saya pernah membahas varian ini di artikel Mothercare All We Know Toiletries.

2 . Tupperware Little Bee Baby Wash

Produk ini bebas SLS maupun SLES dan juga paraben. Apa itu SLS, SLES dan Paraben bisa dilihat di artikel ini.

Walaupun demikian, jika dipakai terus menerus, saya merasa kulit bayi menjadi sedikit kering. Tidak sampai iritasi si. Tapi sedikit lebih kering gitu. Tidak supple atau kenyal.

Saya curiganya, mungkin, karena fragrance yang digunakan ya. Menurut saya wanginya, walaupun enak – musky gitu, cenderung cukup kuat untuk ukuran produk bayi soalnya.

Dari beberapa sumber yang saya baca, fragrance ini pun termasuk salah satu yang membuat kulit iritasi dan kering. Penggunaan produk ini dan produk bayi lain keluaran Tupperware bisa dilihat di artikel spa bayi sendiri di rumah.

Harga Rp 90.000,00 an per 200 ml

3 . Corine de Farme

Produk yang pernah kami pakai adalah Baby Bath 2 in 1 (sabun sekaligus shampo). Produk ini tidak menyebabkan kulit kering. Tapi tidak juga menambah kelembaban. Mungkin karena produk ini sabun sekaligus shampo ya. Kalau lembab, rambutnya malah jadi lepek, imho.

Di dalam produk ini tidak mengandung SLS, tapi mengandung SLeS ya….

Harga Rp 200.000,000 an per 500 ml.

4 . Purebaby Liquid Soap for Sensitive Skin

PALING FAVORIT!!!

Kalau mau dibandingkan dengan produk lain yang saya sebutkan, produk ini termasuk produk terbaik dalam hal melembabkan kulit bayi ya. Karena mengandung oat dan bahan alami lain yang berfungsi mengobati dan melembabkan. Bahkan produk ini berani memberikan klaim merawat dermatitis lo. (FYI, produk ini proses produksinya di bawah pengawasan grup farmasi, jadi klaimnya cukup bisa dipertanggungjawabkan, IMHO).

Kemampuannya membersihkannya juga tokcer. Saya membahas produk ini secara khusus di artikel menangani iritasi bayi, di bagian bawah.

Kualitasnya, menurut saya bersaing dengan Mustela. Wanginya lebih enak Purebaby tapi daripada Mustela.

Harga Rp 106.000,00 / 250 ml.

Kalau tidak ada budget constraint, saya memilih kedua produk ini sebagai favorit saya. Sayangnya dua-duanya agak mahal yak. Hihihi….

Produk Sabun Non SLS dan Paraben Lainnya:

5 . Mustela Bebe, 6 . Cetaphil Baby, 7 . Purebaby (for normal skin), 8 . Switzal (paling affordable). Produk ke 5 s.d. 8 ini pernah saya bahas secara lebih detail di artikel 4 sabun bebas SLS dan Paraben.

Sekian sharing dari saya, semoga sharingnya membantu untuk mendapatkan sabun non sls yang terbaik untuk putera puterinya yaaa….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Penyebab Iritasi Kulit Bayi dan Cara Menanganinya

iritasi kulit bayi

Iritasi kulit pada bayi bisa bermacam-macam ya penyebabnya. Dari dalam tubuh si bayi sendiri yang kulitnya masih sensitif (atau ditambah punya riwayat alergi dalam keluarga) maupun dari faktor eksternal.

Mengetahui faktor-faktor penyebab ini penting, demi penanganan yang tepat, sehingga cepat juga diatasi. Terlihat sepele memang, namun bisa berujung pada rewelnya bayi dan kesehatannya secara umum.

Berikut saya bahas beberapa pengalaman kami terkait iritasi kulit bayi, penanganannya dan review produknya yaa! Semoga bermanfaat bikin para bayi happy tanpa iritasi….

iritasi kulit bayi

Penyebab Iritasi Kulit Bayi

Penyebab iritasi kulit bayi yang dialami adalah: 1) karena penggunaan pakaian serta diapers yang kurang tepat, 2) karena cuaca yang lembab atau sebaliknya karena terlalu lama di dalam AC yang terlalu kering, serta 3) karena penggunaan produk perawatan bayi tertentu, seperti produk sabun mandi/ pencuci pakaian yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate/ Anionik Surfactant.

Tentu saja faktor-faktor ini kami kenali, dari menduga-duga dengan melihat rewelnya bayi dan memeriksa tanda-tanda iritasi kulit bayi yang muncul di tubuhnya.

1 . Iritasi karena Pakaian/ Diaper

Tanda iritasi:

Poin 1 paling sering dialami Gayatri saat di bawah usia 6 bulan. Tanda-tandanya cukup mudah didapatkan (kalau diapers) karena lokasinya yang spesifik di pantat. Kalau ada iritasi di pantat, bisa dipastikan, kalau bukan karena masalah higienitas, ya kemungkinan besar karena faktor diapernya.

Cara menangani iritasi:

Berdasar pengalaman saya, cara menanganinya adalah dengan mengganti diaper, mencuci pantat bayi setelah pup/ pipis dengan bersih, mengeringkan pantat bayi dengan sempurna saat berganti diaper, memilih diaper yang berkualitas (saya pernah menulis tema ini sebelumnya). Produk diaper cream pun bisa dipilih untuk mempercepat penyembuhan.

Kalau untuk pakaian, yang pasti, ketika memilih pakaian bayi, better pilih yang katun dan ada logo SNInya ya….

2 . Iritasi karena Biang Keringat

Gayatri, anak kami sering mengalami biang keringat sejak kami pindah rumah ke Surabaya. Ya, faktor udara yang panas dan lembab sangat berperan.

Tanda iritasi:

Tanda-tanda yang terlihat adalah kulit kemerahan di bagian leher, dada dan punggung. Karena Gayatri juga ada kecenderungan atopic, seringkali juga ada kemerahan di bagian lipatan siku, lipatan belakang lutut dan juga ketiak. Seringkali, kemerahannya diikuti dengan beruntusan di kulit.

Cara menangani iritasi:

Cara mengakalinya adalah dengan memakaikannya pakaian tanpa lengan dengan harapan sirkulasi udara ke kulitnya baik, memilih bahan yang katun serta menggunakan bedak cair untuk menyerap keringat berlebih. Untuk malam hari kami menggunakan AC di kamar tidur.

3 . Iritasi karena Detergent SLS/ Anionik Surfactant pada Produk Bayi

Tanda iritasi:

Tanda yang paling menonjol tentunya adalah apabila terjadi rekasi di lokasi penggunaan produk bayi tertentu sesaat setelah menggunakannya ya.

Kalau buat anak saya, yang paling sering memicu iritasi adalah sabun mandi bayinya dan sabun cuci pakaiannya.

kulit sensitif
Kondisi kulit Gayatri beberapa waktu lalu.

Tanda-tanda kalau tidak cocok dengan sabun bayi, biasanya adalah kulitnya jadi kering. Kadang sampai bersisik dan mengelupas.

Kalau tanda tidak cocok dengen detergen bayi, biasanya Gayatri akan sering garuk-garuk di bagian punggung, dada dan leher (namun bagian bawah, atau di sekitaran kerah) dan bagian-bagian tersebut memerah.

Cara membedakannya dengan biang keringat:

Tentunya harus diperiksa tanda lain yang mendukung ya, untuk membedakan apakah merahnya karena biang keringat atau karena salah produk. Misalnya cek/ raba kausnya. Kalau kausnya basah karena keringat, fakta tersebut mendukung ke biang keringat. Kalau kausnya kering namun terasa kaku dan berbulu-bulu serat kainnya, bisa jadi faktor sabun cuci pakaiannya yang tidak cucok.

Cara mengatasi:

Tentunya adalah dengan memilih produk sabun bayi dan deterjen bayi yang lembut di kulit bayi (ditandai dengan tidak adanya kandungan Sodium Laury Sulfate atau anionic surfactant), namun juga tetap efektif membersihkan.

Kalau poin 1 dan 2 sudah beberapa kali saya bahas di artikel sebelumnya ya. Untuk yang poin 3, saya bahas lebih lanjut dibawah ini.

Memilih Produk Sabun dan Detergen Bayi

“Apakah produk bayi mahal selalu jadi jawaban?” pertanyaannya demikian ya. Menurut saya tidak selalu si. Yang penting adalah memeriksa di ingredients produk, ada atau tidak bahan yang menyebabkan iritasi kulit.

Dalam artikel ini, saya mau mereview dua contoh produk bayi yang diklaim lembut di kulit bayi yang sensitif sekalipun.

1 . Hindari bahan yang menyebabkan iritasi.

Klaim yang menarik bagi saya tersebut, didasarkan oleh tidak adanya kandungan Sodium Lauryl Sulfat/ Sodium Laureth Sulfat/ Sodium Myrate Sulfat/ Anionik Surfaktant yang memiliki potensi iritan. Produk-produk ini juga memiliki pH 5,5 yang sesuai dengan kulit bayi.

2 . Pastikan proses produksinya diawasi oleh otoritas.

Selain itu pilih yang memiliki nomor BPOM ya….

Yang menarik lagi, produk yang mau saya review ini berada di bawah pengawasan perusahaan farmasi, Novell Pharmaceuticall group. Novel Phamaceuticall Group ini adalah group yang memroduksi Lacto B itu lo, seems familiar ya dengan produk ini. Sehingga mulai dari bahan baku, proses produksi, bahan kemas sampai dengan jadi produk sesuai dengan standar kualitas Good Manufacturing Practice Farmasi.

Produknya apakah ituuuuu????

Kedua produk tersebut adalah Purebaby Liquid Soap dan Purebaby Laundry Liquid.

produk sabun bayi  untuk kulit sensitif

Sabun Mandi Bayi: Purebaby Liquid Soap

Perkenalan pertama saya dengan produk sabun mandi bayi Purebaby Liquid Soap ini cukup mengesankan ya. Karena saya pertama kali menggunakannya setelah Gayatri selesai berenang.

Seperti kita tahu, berenang memang baik untuk kesehatan. Namun, untuk kulit seringkali menjadi masalah, karena kandungan kaporit dan garam-garam lain yang terkandung di dalam air kolam. Serta karena lamanya air tersebut berinteraksi dengan kulit bayi. Hal-hal tersebut bisa membuat kulit bayi/ anak mengalami kering dan iritasi.

Untuk itu diperlukan sabun bayi yang efektif membersihkan residu kaporit namun juga tetap lembut di kulit bayi.

sabun bayi yang aman untuk kulit sensitif
sabun bayi mengobati biang keringat

Yang perlu digarisbawahi adalah klaim kandungan Triple Moisturizer “Oat kernel Extract, Chamomile, Pro Vit B5” yang mampu merawat kulit dari iritasi kulit seperti ruam, alergi, dermatitis dan biang keringat ya.

Tekstur dan Busa

Tekstur Purebaby Liquid Soap ini cenderung kental kalau saya bilang. Lebih kental daripada sabun cair yang biasa saya pakai di rumah. Malah seperti lotion ya.

Saat digunakan busa yang dihasilkan tidak banyak-banyak banget, namun cukup. Saya hanya menggunakan dua pump untuk tubuh Gayatri. Satu pump untuk tubuh bagian atas sampai perut. Satu pump untuk tubuh bagian atas.

Yang saya rasakan (saya terbiasa mencoba produk bayi terlebih dahulu, sebelum digunakan ke anak) adalah, kulit terasa lembab dan tidak kesat sesaat setelah mandi. Kalau menggunakan sabun biasa kan kadang ada rasa ketarik gitu ya kulitnya, di Purebaby ini tidak. Hal ini tanda yang bagus, buat saya, karena setelah dikeringkan akan terasa lebih lembab dan lembut.

sabun hipoalergenic
sabun untuk kulit sensitif

Aroma

Aromanya mild banget. Saya suka, karena tidak nyegrak sama sekali.

Setelah bilas, bau air kaporit yang biasa menempel di kulit Gayatri setelah berenang hilang tuntas loh. Sama sekali tidak tercium. Digantikan wangi sabun bayi yang mild. Saya berharap hilangnya bau kaporit tersebut menandakan bahwa sabun ini memang efektif menghilangkan kotoran di kulit.

Setelah beberapa hari menggunakan sabun bayi, kulit Gayatri juga terasa tidak sekering biasanya. Berarti memang benar, klaim kandungan Triple Mousturizernya itu bekerja ya….

kulit sensitif bayi

Kurang lebih pemakaian selama empat hari, kulit keringnya yang mengelupas di belakang telinga, sudah hilang. Tentu saja rangkaian perawatan kulit yang lain tetap saya jalankan. Namun, penggunaan sabun ini kerasa banget bedanya.

Detergen Bayi: Purebaby Laundry Liquid

Untuk mencegah terjadinya iritasi di kulit bayi, tidak hanya sabun mandi yang perlu diperhatikan. Tetapi sabun cuci pakaian baji juga sangan penting untuk diperhatikan.

Ada tiga hal yang mengakibatkan detergen bayi atau sabun cuci baju bayi berpotensi mengakibatkan iritasi kulit. Yang pertama adalah 1) karena residu dari bahan aktifnya tidak terbilas dengan baik sehingga dapat berinteraksi dengan kulit saat dipakai. Yang kedua, 2) karena menghasilkan serat kain yang kaku/ berbulu setelah pakaian kering. Dan yang terakhir, adalah 3) karena bahan aktifnya tidak efektif dalam membersihkan pakaian, sehingga noda dan bakteri jahat masih “bertengger” di pakaian bayi.

Ketiga hal di atas seharusnya tidak terjadi di detergen bayi yang bagus.

Trus gimana dengan Purebaby Laundry Liquid?

detergen bayi yang bagus mencegah iritasi kulit
detergen bayi non sls

Komposisi detergen bayi Purebaby Laundry Liquid dapat dilihat dalam kemasannya, seperti gambar di atas. Tampak jika pada produk ini SLS free ya…. Serta hypoallergenic dan direkomendasikan bahkan untuk kulit bayi yang sensitif.

Tekstur dan Busa

Sebagaimana foto di bawah tampak tekstur produk ya, saya rasa teksturnya cukup oke, dan juga mudah larut di air.

Busa yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak. Ini juga nggak masalah buat saya. Karena kan yang membersihkan pakaian sebenarnya bukan busa ya, tapi bahan aktif pembersihnya. Setahu saya produk ini menggunakan Alkylpoliglucoside yang berasal dari minyak kelapa dan gula jagung sebagai zat pembersih.

sabun pakaian bayi
detergen untuk kulit sensitif

Untuk melihat apakah benar produk ini bisa membersihkan noda, saat saya mencuci menggunakan Purebaby dan mesin cuci, setelah 8 menit spin pertama, saya pause, dan coba melihat rendamannya. Ternyata hasilnya abu-abu keruh (lihat foto di bawah), tanda noda dan kotoran terangkat.

detergen bayi non sls

Aroma

Biasanya saya tidak akan panjang bahas sisi aroma dari suatu produk ya. Tapi kalau produk detergen bayi, akhir-akhir ini jadi sorotan saya. Hihihi. Soalnya Gayatri sedang toilet training. Hihihi, jadi sering banget celananya kena pup atau kena ompol. Yang…. yaaaaaa, tahu sendiri kan ya, kalau nyucinya nggak bersih, bau aduhainya bisa tertinggal. Iyuuuuhhh….

Saya juga nggak suka kalau detergennya terlalu wangi, tapi nggak bersih. Jadi tetep pesing tapi berbaur sama wangi. Iyuuuuuuhhhh #2…. Hihihi….

Syukurlah, sekarang nggak perlu iyuuuh iyuuhh lagi, soalnya Purebaby ternyata efektif banget menghilangkan bau pesing, tanpa harus diimbuhi dengan parfum yang terlalu wangi. Jadi ya seger aja gitu. Lagi pula, kalau terlalu wangi, saya malah kawatir dengan residu/ fragrance yang juga bisa memicu reaksi alergi di kulit bayi.

Hasil cucian:

Hasil cuciannya segar. Serat kainnya juga cenderung nurut. Gak yang kaku dan berdiri-berdiri gitu. Jadi pas dipakai nggak bikin gatal dan iritasi. Noda-nodanya juga tak berbekas lagi.

Tips nyuci bekas ompol biar nggak ribet ala nyonyamalas:

Untuk celana yang terkena pup atau pipis, sebaiknya dibilas dulu kotorannya. Kemudian sediakan satu ember khusus berisi air ditambah sedikit Purebaby Laundry Liquid, rendam. Ketika akan dicuci diperas dulu. Biasanya saya di sore hari baru cuci semuanya bareng dengan pakaian yang lain. Begitu relatif aman kok. Ga bau apek dan juga nggak pesing.

Where To Buy

Dulu jaman saya masih di Bintaro, yang paling kumplit produk Purebabynya setahu saya di Maebebe Baby Shop (Bintaro Sektor V), langganan saya di situ. Selain di situ, setahu saya produk Purebaby juga bisa dibeli di Ranch Market, Food Hall, Farmers, Kelapa Gading, Aeon, Lulu, Grand Lucky, Diamond dan Baby Shop. Untuk Purebaby Liquid soap juga bisa didapatkan di apotek, Kimia Farma salah satunya.

Ranch Market, Galaxy Mall, Surabaya

Demikian sharing tentang iritasi kulit bayi kali iniiiiii! Semoga bermanfaat yaaa! :) Teriring doa supaya bayi/ anak-anak kita sehat selalu….. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Menjaga Kesehatan Bayi saat Liburan

Setelah liburan akhir tahun kemarin, saya sempat bikin stories di Instagram tentang Traveling Bareng Bayi. Di situ saya juga bertanya tentang tantangan apa sering dirasakan oleh teman-teman saya saat membawa bayi berpergian. Response-nya lumayan rame ya. Dari response DM dan komen teman-teman tersebut, saya rangkum ke dalam 10 Tantangan Membawa Bayi Traveling.

10 Tantangan Membawa Bayi Traveling adalah sebagai berikut:

  1. Bocah badmood,
  2. Minta jajan mahal,
  3. Pup di celana,
  4. Anak sakit,
  5. Susah nemu toilet,
  6. Anak pecicilan,
  7. Barang bawaan banyak,
  8. Susah makan,
  9. Masalah jadwal,
  10. Teman seperjalanan rempong.

Tiap keluarga pasti tantangan utamanya bisa berbeda-beda yak…. Seperti saya pribadi saya tidak akan terlalu memusingkan poin 9. Masalah jadwal, karena saya memang tidak pernah strict dengan jadwal ataupun itienary. Ataupun poin 10. Teman seperjalanan rempong, ya karena seumur-umur teman seperjalanan saya cuma suami saya dan Gayatri, anak saya.

2019-01-03 12.37.14 1-1024x768

Buat saya pribadi, horor dari segala horor saat liburan bareng bayi adalah yang poin 4: BAYI SAKIT.

Tahun ini saya dan Gayatri sempat tiga kali liburan. Yang pertama saat lebaran, ke rumah Eyang Akung dan Gayatri kena cacar air. Yang kedua, staycation aja di Bogor dan Gayatri harus opname karena Pneumonia. Memang sakitnya nggak yang parah, karena sudah vaksin. Tapi tetap aja bikin mamak sedih serta mengacaubalaukan seluruh rencana liburan….

Syukurlah pada liburan ketiga, liburan yang terakhir ini, liburan akhir tahun. Puji Tuhan, Gayatri sehat wal a fiat. Liburan jadi seru banget dah kalau sehat gini.

Tapi sehatnya Gayatri di liburan terakhir ini bukannya tanpa usaha loh. Kami prepare benar-benar, supaya pengalaman buruk anak sakit saat liburan tidak terulang. Berikut saya coba share apa ikhtiar yang kami lakukan ya…. Semoga sharingnya bisa bermanfaat juga bagi teman-teman….

1. Menjaga daya tahan tubuh anak.

Menjaga daya tahan tubuh anak ini gampang-gampang susah ya. Tapi yang pasti sumbernya adalah dari makanan serta istirahat yang cukup. Khususon buat anak saya karena pasca penyembuhan, jadinya sama dokter ditambah suplemen dan prebiotik.

Kira-kira tips terkait menjaga daya tahan tubuh anak seperti ini ya:

a) Sebelum Liburan

Praktiknya, sebelum liburan, Gayatri jadi sering saya kasih buah-buahan lebih dari biasanya. Buah-buahannya si sebenarnya tidak istimewa-istimewa amat ya; pepaya, jeruk dan tomat. Tapi yang pasti ketiga buah ini favorit Gayatri dan banyak vitamin C-nya untuk ngeboost imun.

Pokoknya sebisa mungkin, kami siapkan kondisi tubuhnya dalam kondisi seprima mungkin menyambut liburan. Puji Tuhan, liburan yang terakhir itu, bahkan pilek pun enggak loh! Mamak so proud dan puas sama hasil persiapannya deh.

2019-01-10 12.38.00 1-1024x768

b) Bekal saat Liburan

Kalau saat liburan, kami jaga asupan makannya dengan membawa beberapa bekal dalam 3 wadah. Yang pertama cemilan berat yang padat gizi seperti arem-arem, telur rebus, mie goreng sayur, ikan goreng, baceman atau pastel. Yang kedua isinya sereal. Dan wadah ketiga kosong. Hehehehe…. Itu jaga-jaga kalau pas di tempat makan, Gayatri ga mau makan jadi bisa bungkus dimakan di jalan. Plus juga selalu bawa susu UHT buat tambahan.

Pokoknya perut jangan sampai kosong deh. Tapi jangan juga jajan sembarangan.

2. Melindungi agar tidak ada kuman yang mendekat.

Kalau dari dalam sudah kuat, yang perlu diwaspadai adalah kuman-kuman yang datangnya dari luar tubuh anak ni. Hal ini kelihatannya sepele tapi ini yang paling diwanti-wanti sama dokter, mengingat Gayatri masih dalam masa perlindungan 1000 hari pertamanya. Kekebalan tubuhnya masih perlu dijaga banget.

Dokter selalu menekankan walaupun sudah vaksin, anak tetap berisiko tertular penyakit yang berasal dari virus dan bakteri ya. Hanya saja memang dampaknya nggak separah kalau nggak divaksin.

Nah, kalau liburan kan di tempat umum, kita nggak bisa mengontrol lingkungan kita. Jadi semaksimal mungkin apa yang melekat di badanlah yang harus dijaga kebersihannya benar-benar dengan menggunakan produk yang mengandung antibakterial namun tetap aman bagi kulit bayi.

2019-01-10 12.37.58 1-1024x768

Yang kami lakukan adalah:

  1. Mandi sesegera mungkin saat sampai di tempat tujuan. Kadang kan karena sudah lelah atau sampainya malam hari, jadinya menunda mandi. Padahal ini penting, supaya kumannya tidak menemani anak bobok.
  2. Cuci tangan sebelum makan, saat di perjalanan.
  3. Mencuci pakaian segera saat terkena kotoran.

Poin ketiga ini yang baru kami terapkan akhir-akhir ini. Iyakkkk, selama liburan walaupun di penginapan kami mencuci baju ya. Hal ini terutama kalau dalam perjalanan, Gayatri muntah atau pupup di celana. Nggak perlu nunggu sampai penginapan, pasti akan langsung kami cuci di toilet terdekat. Soalnya bawa pakaian yang kena kotoran demikian kan iyuuuuhhh ya….

Yang pertama pasti karena baunya. Yang kedua, biar ga melekat nodanya di pakaian. Lalu yang ketiga yang paling penting terkait kesehatan anak ya karena kuman dan virus itu loh. Serem kan bawa bibit penyakit kemana-mana….

Awalnya dulu saya mikir ribet ya. Kudu nyuci di tengah perjalanan, atau segera setelah sampai penginepan. Kan maunya ya nikmati aja liburan gitu ya…. Tapi setelah dijalani, ternyata nggak seribet itu kok. Malahan jadi lebih enak suasananya pas pulang karena nggak bawa cucian numpuk. Lagipula juga karena udah nemu deterjen khusus bayi yang travel friendly si…. Si Sleek Baby Laundry Travel Wash. Jadi kegiatan nyuci jadi lebih praktis.

Nanti di bagian bawah artikel, aku bahas lebih lanjut tentang produk ini ya….

2019-01-10 12.38.02 1-1024x768

3. Persiapan Psikologisnya.

Kata orang bijak, hati yang gembira adalah obat. Jadi kalau hatinya senang selama perjalanan, anak juga akan sehat. Jadi segala itienary dalam perjalanan semua akan menyesuaikan moodnya anak. Terutama kalau anak mengantuk, ya disegerakan waktu untuk beristirahat.

Selain itu, sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah sounding ke anak kalau kami akan mengadakan perjalanan. Nanti naik apa. Misal naik pesawat, maka akan disounding kalau naik pesawat nanti pas take off dan landing harus nenen yaaa…. Atau kalau naik mobil, disounding juga kalau perjalanannya akan sedikit lama ya, dll. Biasanya sih hal-hal seperti ini akan membuat Gayatri lebih siap dan tidak rewel di perjalanan. Tidak rewel sama dengan happy sama dengan sehat. Yeay!

Resume

Demikian tiga hal yang menurut saya harus banget dipersiapkan untuk menjaga kesehatan anak saat liburan:

  1. Menjaga daya tahan tubuh anak, sebelum dan selama perjalanan dengan makanan dan istirahat yang cukup.
  2. Melindungi dari kuman dan bakteri penyebab penyakit yang mendekat.
  3. Persiapan psikologis agar anak tetap happy selama perjalanan.

Kalau teman-teman apakah ada tips lain? Feel free untuk meninggalkan komen ya….

Berikut sesuai yang saya bilang di atas, saya mau kasih bonus review produk bayi yang travel friendly: Sleek Baby Laundy Travel Wash.

Review Sleek Baby Laundry Travel Wash

Sebenarnya seperti foto di atas, rangkaian produk Sleek Baby yang bisa kita bawa traveling itu bermacam-macam. Empat di antaranya: 1) Sleek Bottle, Nipple & Accessories Cleanser untuk mencuci peralatan bayi, 2) Sleek 2 in 1 Hair & Body Liquid Soap untuk mandi dan keramas, 3) Sleek Antibacterial Diaper Cream untuk mencegah dan mengobati ruam serta yang keempat 4) Sleek Baby Laundry Travel Wash.

Saya mau review produk yang keempat saja ya…. Soalnya menurut saya produk ini masih banyak yang belum familiar dibanding tiga produk lain, padahal ini unik dan bermanfaat banget.

2019-01-10 12.37.56 1-1024x1365

What i love:

1 . Fitur antibacterial.

Dalam keterangan di bagian belakang kemasan, disebutkan bahwa produk ini efektif mematikan Staphylococcus aureus yang biasanya menyerang saluran pernapasan atas dan kulit, Pseudomonas aeruginosa yang merupakan penyebab utama pneumonia dan mematikan kapang atau jamur.

Walaupun bakteri yang pertama disebutkan, Staphylococcus aureus, biasanya tidak menimbulkan penyakit dalam kondisi tubuh yang sehat, namun saat kondisi tubuh melemah, bakteri ini bisa menimbulkan penyakit. Jadi perlindungan ekstra saat perjalanan, dimana kondisi tubuh anak sering turun, lebih saya pilih dan tidak saya sepelekan, mengingat dua kali pengalaman buruk, Gayatri sakit saat perjalanan.

Better worry than sorry lah….

2 . Kemasannya yang sangat travel friendly, bentuknya tube.

Kesan pertama saat melihat produk Sleek Baby Laundry Travel Wash ini adalah kemasannya beda dari yang lain! Bentuknya tube seperti kemasan diaper cream. Saya baru lihat produk dengan kemasan seperti ini si. Enaknya kemasan seperti ini adalah: 1) tidak mudah tumpah, 2) mudah dipegang saat mengeluarkan produk, 3) ukurannya kecil (100 ml) sehingga tidak memakan tempat. Saya bisa menyelipkannya di diaper bag, atau di kantung belakang kursi mobil. Just in case, ada yang perlu di cuci mudah diraih dan tidak perlu bongkar koper. Bahkan kalau mau ngacir ke toilet pun bisa masuk ke dalam saku celana jeans.

2019-01-10 12.38.01 1-1024x768

3 . Dinyatakan aman bagi bayi.

Lulus dermatology test di labolatorium yang terakreditasi, sehingga tidak menyebabkan iritasi di tangan maupun saat pemakaian. Untuk yang concern terhadap kandungan paraben, produk ini Paraben Free. Memiliki izin Kemenkes RI dengan nomor PKD 20202510444.

4 . Efektif menghilangkan noda.

Mengandung ekstrak jeruk nipis, sehingga efektif menghilangkan noda muntah, lemak, noda kekuningan akibat pup maupun noda makanan. Semakin segera dicuci nodanya, maka akan semakin mudah hilang.

Cara pemakaian: Larutkan 1-2 sendok makan ke dalam 5 liter air, rendam selama 30 menit lalu kucek. Jika dalam perjalanan dapat pula langsung menuang sedikit produk ke bagian yang terkena noda lalu dikucek dan bilas.

5. Produknya berbentuk gel kental.

Nah ini juga unik ni. Biasanya kan sabun cuci baju bentuknya liquid yang cair ya…. Kalau yang ini tu seperti pasta gigi gel. Jadi nggak menetes walaupun tubenya terbuka. Tapi tetap mudah dikeluarkan kok dengan sedikit dipencet. Savior banget kan. Saya tidak kawatir sabun ini akan tumpah dan mengotori barang bawaan lainnya di diaper bag. That’s why tadi saya bilang ini produk pas banget kalau disebut Travel Wash, ya karena travel friendly banget.

Kebiasaan masa lalu bawa detergen sachet ataupun mindahin detergen ke botol kecil bisa ditinggalkan ya ibuk ibuuuukkk…. Hihihi….

Harganya: Sekitar Rp 12.000,00

Where to buy: Lebih mudah ditemukan di olshop. Atau pantau cek IG @SleekBaby_id dan FB : @SleekBaby yaa!

Waaahhh, nggak nyangka panjang juga ni cerita kali ini. Saya berharap sharing kali ini bermanfaat ya teman-teman…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share