3 Hotel Murah Dekat STAN Bintaro

citra dream bintaro

Sebagai pejuang LDM yang tinggal di kosan, saya jadi sering booking hotel yang dekat tempat tinggal saya. Hal ini karena suami kalau sedang berkunjung nggak boleh nginap di kamar kos yang notabene ada di paviliun kos putri.

Tar ngintip lagi kan.

Kawatir suami ngintip?

Kebalik! Kawatir temen kos yg ngintip suami! 

Wkwkwk nggak ding!

Ya memang aturan kos begitu. Ya dijalani aja. Mantranya ya itu: dijalani dan diakali aja.

Ngakalinnya gimana? Ya nyari hotel yang 1) murah meriah tapi masih 2) family friendly yang terjangkau jarak dan budget. Saya khususon sebut dekat dengan kampus STAN biar ngebantu para orang tua mahasiswa sekalian ya. Pasti banyak kan yang butuh info hotel dengan dua kriteria di atas. Apalagi kalau menjelang maba masuk, rencanakan dan booking hotel jauh-jauh hari ya….

Kriteria 1. Murah Meriah

Hotel murah meriah buat saya itu berarti under Rp 500.000,00/ malamnya ya…. syukur-syukur lagi kalau bisa under Rp 300.000,00. Gile aja kan kalau dua minggu sekali ngeluarin budget sejutaan buat booking hotel. So pasti se-family friendly apapun Hotel Shantika Bintaro, sudah pasti dicoret dari list saya karena budget constraint. Bukan berarti ga bagus hotelnya, dompet saya aja yang jadi nggak bagus kalau nginep di situ, wkwkwk….

Kriteria 2. Family Friendly

  • Kalau definisi family friendly buat saya itu sirkulasi udaranya bagus, kalau bisa kamarnya terpapar udara bebas/ matahari. Hal ini bisa diartikan kalau hotelnya menyediakan kamar no smoking. Bisa wafat saya dan Gayatri kalau pakai AC central barengan kamar yang boleh merokok. Bukannya lebay, tapi memang pernah kejadian kami staycation di salah satu penginapan (di Depok) yang sirkulasi udaranya ga bagus. Dan berakhir Gayatri masuk IGD karena sesak napas.
  • Selain itu, saya juga menggaris bawahi kemudahan mendapatkan makan. Kalau di hotel tidak tersedia restorasi, setidaknya banyak pilihan tempat makan yang mudah dijangkau atau dipesan via aplikasi ojek online.
  • Yang terakhir yang paling penting adalah BUKAN HOTEL REMANG-REMANG yang ada fasilitas ajep ajep nya. Hehehe, karena ini adaaa lo di Bintaro. Adaaaa!

Kriteria 3. Kemudahan Booking Hotel

Malas aja kan booking hotel via telepon. Atau kudu datang langsung ke hotel. Eike nenteng-nenteng bayi ciiin! Yang pesan hotel pun seringnya adalah suami yang domisili di Surabaya. Jadi bisa booking hotel via aplikasi online is a must.

So, dari tiga kriteria di atas, inilah 3 penginapan / hotel murah dekat STAN Bintaro favorit saya.

3 Hotel Murah Dekat STAN Bintaro

1 . Hotel Citradream Bintaro

Citradream jadi salah satu favorit buat saya karena aksesnya yang sangat mudah. Posisinya di samping Bintaro Plaza (BP) Sektor 3 cuy! Itu berarti mudah beli makan karena bisa beli di BP maupun Pujasera di kaki lima seberang BP. Tapi kalau mau makan di hotel pun bisa. Tersedia restorasi buat sarapan. Tapi ya B aja standar hotel bintang 2.

Hotel ini dekat Hero (kalau perlu belanja groceries atau keperluan pribadi lain) dan juga Cahaya (kalau perlu belanja pakaian). Dan kalau perlu belanja pakaian yang lebih oke, relatif dekat juga kok dengan Bintaro Exchange atau Pondok Indah Mall.

citra dream

citra dream bintaro

Foto pertama dari aplikasi pegipegi, foto kedua adalah foto kamar saat bednya saya turunkan, menghindari Gayatri jatuh, ngglundung, hehehe….

Dari hotel ke STAN Bintaro hanya sekitar 1 km. Bisa menggunakan ojek, angkot D9 sekali naik ataupun jalan kaki kalau kuat. Saya pernah jalan kaki kok sore-sore dari BP sampai kampus.

Budget: Rp 400.000,00 – Rp 500.000,00-an

2 . Kasira Residence

Ini bisa dibilang semacam apartement gitu bentuknya. Dan penginapan yang paling favorit buat saya pribadi karenaaaaa ada bathtubnya. Hehehe…. Dengan budget Rp 300.000,00-an bisa dapat bathtub tu menurut saya exceed my expectation.

Selain itu ukuran kamarnya gedeeeeee banget, jadi pas banget untuk yang menginap sekeluarga. Dan sebagaimana apartement studio, per kamarnya ada kitchenettenya ya. Tapi ga ada kompor. Hanya kulkas dan sink untuk cuci piring. Disediakan microwave di setiap lantai.

kasira 1

kasira 2

kasira 3

Foto dokumentasi pribadi.

Yang saya suka lagi, makanan di restorasi cocok banget buat lidah saya. Selera Indonesia. Jadi cocok juga buat yang bawa orang tua ke sini, ga susah nyari makannya.

Lokasi Kasira agak masuk ke gang di Sektor 7. Tapi sudah terdaftar di aplikasi ojek online kok, dan sudah banyak yang familiar. So tidak perlu kawatir dengan hal ini. Menuju STAN Bintaro hanya sekitar 10 menitan ga sampai.

Budget: Rp 250.000,00 – Rp 400.000,00-an

3 . Bintaro Homestay Syariah

Pertama kali menginap di sini, saya agak underestimate ya karena bentuk penginapannya yang agak tua dari luar. Lokasinya ada di lantai 2, di atas Bintaro Baby Shop. Harus naik tangga gitu di samping toko. Tapi setelah masuk…. hmmm ternyata hommy sekali. Penginapan ini jadi yang paling sering saya booking karena murahnya hehehe….

bintaro homestay

bintaro homestay kitchen

Foto pertama dari aplikasi pegipegi, foto kedua dokumentasi pribadi.

Ada kitchenettenya yang lengkap: sink cuci piring, alat makan, alat masak dan kulkas. Ada mesin cuci juga yang bisa dipakai, tapi jemurannya di kamar mandi atau di teras dekat tangga.

Di penginapan ini tidak disediakan makan. Tapi ada yang jual nasi kuning/ uduk pagi-pagi di deket situ. Dan nasinya enaaaaakkk! Bangun pagi ya, karena kalau agak siang uda abis sama bapak ibu komplek yang sarapan di situ.

Alamat resmi: Jl. Kepodang 8 Blok W2 No. 41 Bintaro Jaya Sektor 2 Tangerang Selatan, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia, Bintaro.

Tips: Kalau menuju penginapan ini menggunakan aplikasi ojek online, saya lebih prefer untuk mencantumkan destinasinya: Bintaro Baby Shop – Rengas, supaya drop off di depan lobby (toko). Kalau search pakai Bintaro Homestay Syariah, akan lewat perumahan menuju samping penginapan yang dipagar dan dikunci jadi malah susah masuknya.

Budget: Rp 150.000,00 – Rp 200.000,00-an.

Oiya, penginapan ini rameeee banget ya. Dan cuma ada dua kamar, setahu saya satu kamarnya uda dibooking bulanan gitu. Jadi kalau memang mau nginap di situ, booking online jauh-jauh hari ya.

Ini aja saya cek di aplikasi pegipegi, Bintaro Homestay Syariah full book di minggu ini (nggak muncul nama hotelnya di aplikasi kalau full). Sama juga di website, saya cek ada keterangannya kalau tidak tersedia di tanggal yang saya coba search. So, cek cek dulu ya di aplikasi, daripada kecele on the spot.

How To Go:

Di bawah ini adalah peta lokasi STAN – Kasira Residence – Citradream Bintaro – Bintaro Homestay Syariah. Paling mudah si menurut saya ke ketiga penginapan di atas ya menggunakan mobil atau ojek online. Kecuali Citradream yang bisa menggunakan angkot langsung.

hotel murah bintaro

How to Booking:

Ketiga hotel murah ini ada di aplikasi travel online, dan saya lebih suka pesan online si. Berikut contoh booking hotel yang available di daerah Bintaro menggunakan aplikasi pegipegi:

3 hotel murah bintaro

Kalau teman-teman sudah berada di Bintaro, teman-teman bisa pakai fitur search hotel terdekat. Kalau pesannya dari jauh langsung ketik saja di lokasi: Bintaro, Tangerang Selatan, nanti akan muncul banyak pilihan. Buat yang sebelumnya pernah melihat hotel-hotel tersebut, historynya akan muncul di “Last Seen” atau “terakhir Dilihat”.

Yak!

Sekian review sekilas dari saya, rincian lengkap fasilitas yang disediakan si sudah ada ya di aplikasi travel online seperti pegipegi dll. Saya hanya mencoba menggambarkan ambiance riil nya saja. Semoga info ini bermanfaat yaaa….

Terimakasih sudah mampir. Kalau ada rekomendasi penginapan/ hotel murah lain di Bintaro boleh juga loh tinggalkan pesan di comment section. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

3 Pengalaman Memalukan Bawa Bayi Naik Pesawat

bayi naik pesawat bareng bayi

Sebagian besar orang yang ngobrol dengan saya, saat di Bandara bareng bayi, bertanya “apakah bayimu tidak rewel?” Beberapa juga mengajukan rasa salut karena saya berani wara wiri bawa bayi naik pesawat tanpa pendamping. Padahal saya berani ya karena Gayatrinya kooperatif ya. Namun, walau Gayatri anak yang relatif kooperatif dan kalem di tempat umum, saya juga punya pengalaman memalukan bawa bayi naik pesawat.

bayi naik pesawat bareng bayi

Saat Pipis di Lavatory

Okay kejadian ini baru beberapa minggu lalu. Hasil kolaborasi manis antara bayi kepo dan mbak mbak pramugari yang rajin membantu. Terbukalah lavatory saat saya enak-enaknya pipis di atas pesawat.

Saya memang sudah merasa kebeles pipit sejak sebelum boarding. Namun saat itu saya tidak menuntaskan hasrat pipis saya karena nanggung. Lagi nyuapin Gayatri dan uda mendekati waktu boarding. Kan rempes ya gendong bayi sambil buru-buru, mending saya tahan sebentar lalu pipisnya di atas pesawat saja, pikir saya saat itu.

Karena tanpa teman seperjalanan, tentu Gayatri saya bawa masuk ke lavatory. Dia mainan pintu donggg…. Saya biarin karena biasanya begitu, dan aman-aman saja. Gayatri belum bisa buka kuncian pintu kan, walaupun sudah bisa dorong kenop pintunya.

Dan terjadilah insiden kecil itu…. Pramugari (Garuda) yang memang sangat super duper helpful sama penumpang, mungkin karena merasa kawatir dengan suara-suara di pintu atau mungkin mengira saya terkunci dan kesulitan membuka pintu, berinisiatif membuka kuncian pintu dari luar dong…. Dan ups, maaf, pemandangannya kurang menyenangkan ya Mbaaa…. Hehehe….

Saya cuma bisa nyengir, dan pintunya pun ditutup kembali sama mbak pramugarinya. Hehehe, rempong kan kalau saya yang nutup. Harus pake celana dulu (((dijelasin))). 😛

Related Post: Pengalaman Bawa Bayi Umur 4 Bulan Naik Pesawat

tips naik pesawat bareng anak

Saat Gayatri Nepuk Pantat Pramugara

Posisi paling pewe buat ibu bawa bayi menurut saya itu di row paling depan yang ada extra legnya. Kalau ga bisa dapet ya di lorong atau di pinggir dekat jendela. Paling sering saya dapatnya di lorong si….

Dapat seat di lorong itu manfaatnya ada beberapa:

  1. Memudahkan keluar masuk kursi,
  2. Nggak terlalu mengganggu penumpang lain,
  3. Kalau merasa sempit handle tangan bagian lorong bisa dibuka, jadi bisa leluasa ada tambahan space di sisi samping,
  4. Kalau Gayatri bosan, dia bisa jalan-jalan sepanjang lorong saat uda diperbolehkan tidak menggunakan seat belt.

Namuuuunnn, ada juga kelemahannya:

  1. Berbahaya saat proses mengeluar masukkan koper ke kompartemen atas, risiko kejatuhannya lebih besar dibanding seat yang dekat jendela,
  2. Seing terganggu hilir mudiknya pramugari tang membawa troli, daaaaaannnn….
  3. Berisiko malu kalau anak kita lagi usil suka jawil-jawil pramugara/ pramugari.

Poin yang ketiga ini beneran saya alami lo. Gayatri pernah nepok pantat pramugara. PRAMUGARA. Cowoooook!!!!

Saya nyadarnya pas uda ketepok, masnya bilang “Eh!” Sambil nengok ke arah saya. Untung saat itu tangannya Gayatri masih terjulur kan. Jadi masnya mahfum, kalau yang nepok bayi imut unyu unyu, bukan emaknyaaa…. Ya kali kaaan…. Saya cuma tersenyum. Dan pramugaranya langsung pasang wajah ramah ke Gayatri, ngajak bercanda. Buset terlatih banget yak, wajah ramahnya….

Semuanya pun berakhir dengan baik.

Related Post: Pengalaman Membawa Bayi Umur 9 Bulan Naik Pesawat

anak nyaman naik pesawat

Foto-foto di atas diambil saat Gayatri usia 1 tahun di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta.

Saat Gayatri Pup saat Landing

Bayangkan, saat kru pesawat mengumumkan kalau kami sudah ada di posisi landing, semua penumpang diminta  menegakkan sandaran dan mengencangkan seat belt, lalu tiba-tiba wajah si Ening tegang. Bukan tegang karena mendengar suara mesin pesawat. Saya kenal sekali ekspresi ini. Ekspresi ngeden.

Ya ampunnn baunya. Malu banget saya, karena bau banget.

Waktu itu pas mau ke Yogyakarta, dan mungkin sebagian besar orang tau, entah mengapa prosesi landing di Jogja itu lamaaa. Semacam antri muter-muter di atas. Saya gelisah. Penumpang sebelah saya apalagi! Uda mulai tutup-tutup hidung dan oles-oles freshcare! Gayatri mah lempeng, muka tak bersalah. Ni anak yaaaaaa!!!!

Tapi gimana dong, mau ke toilet juga nggak bisa kan. Karena semua harus duduk. Berbahaya bagi diri saya sendiri, Gayatri dan tentu orang lain, kalau saya sampai nekat jalan dan jatuh. Akhirnya ya sudah, tahankanlah baunya. Pas uda landing sempurna dan kami diizinkan turun, saya langsung ngacir cepet-cepet bawa bocah yang juga uda mulai menggeliat-geliat risih.

Pengalaman Gayatri pup saat penerbangan memang cuma sekali itu si, tapi amit amit dah, jangan sampai kejadian lagi! Wkwkwk! Ngakak kalau ingat….

hehehe

Yaaaaa gitu deh, beberapa kejadian yang rada malu-maluin yang pernah saya alami. Kayanya ya cuma tiga ini di puluhan penerbangan kami. So bisa dibilang, kecil kemungkinan terjadi. Walaupun kalau terjadi pun, semuanya akan tetap baik-baik saja. Asal kita sebagai ibu tetap tenang. Karena kalau nggak tenang, kejadian sekecil apapun bikin mood kita rusak dan ruin the rest of the trip. Jadi tetap semangat yaaa buat yang mau bawa anak/ bayi pergi seorang diri menggunakan moda pesawat. Tenang adalah koentji!

Related Post:
Pengalaman Bawa Bayi Naik Pesawat Umur 4 Bulan
Pengalaman Bawa Bayi Naik Pesawat Umur 9 Bulan

Gimana kalau teman-teman? Adakah kejadian lucu atau malah memalukan selama travelling bareng bayiii? Cerita yuuuuk!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!

Pengalaman Traveling, Perjalanan Darat Bareng Bayi Menggunakan Mobil

traveling darat bareng bayi

Di tahun lalu saya sempat menuliskan beberapa artikel tentang traveling bareng Gayatri naik pesawat. Hampir setengah lusin kali ya artikelnya, beranak pinak. Kemarin di pertengahan bulan Februari kami sempat melakukan traveling lagi. Berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya, kali ini kami menggunaan kendaraan darat pribadi. Perjalanan yang kami lalui yaitu Surabaya – Pati, sekitar 5-6 jam perjalanan darat normal.

traveling darat bareng bayi

Kesalahan

Karena sudah sering melakukan perjalanan bareng bayi, kami berdua jadi agak “ngampangke”. Hal ini terlihat terutama di bagaimana kami packing. Ya, namanya bawa kendaraan sendiri, asumsi kami bakal lebih gampang. No limit bagasi, nggak harus dipak rapi, bisa nanti-nanti nyusul masukin ke mobil. Nggak kayak naik pesawat. Begitu pikiran kami saat itu.

Related Post: Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat

Hingga di hari H, kami belum kelar packing dong. Harusnya berangkat jam 8 molor ke jam 9 karena masukin barang-barang yang masih kececer. Tapi saat itu kami masih santai lo Nyah, soalnya yahhhh perjalanan darat bareng bayi kan pasti lebih remeh lah ya daripada perjalanan udara.

Sok banget yak?

Tapi ternyata kami salah. Perjalanan udara nggak lebih berat daripada perjalanan darat. Perjalanan darat nggak lebih mudah daripada perjalanan udara. Masing-masing memiliki karakteristik dan tantangannya masing-masing.

Unexpected Things Happened

Semua berjalan mulus, pada awalnya. Gayatri duduk manis sambil babling-babling (meracau khas bayi) ngeliatin kendaraan lewat. Cemilan dan minuman pun dia kudap dengan bahagia.

Mulai beranjak siang, Gayatri mulai bosan. Mainan setir mobil dan bunyi-bunyian diabaikan. Mulai pethakilan. Akrobatik di dalam mobil. Alhasil dia pusing dan muntah.

Bayi muntah mah biasa ya, tinggal ganti baju. Baju gantinya juga sudah tersimpan rapi di diaper bag. Hanya saja ada satu hal yang tidak kami antisipasi: muntahannya kena baju saya.

muka pasrahBaju sebelum dimuntahin bocah: kaos menyusui motif kembang-kembang.

Berikut adalah hal-hal yang tidak saya prediksikan terjadi, tapi terjadi, hahahaha…. #ketawamiris.

  • muntah kena baju ibu

Dan saya tidak menyiapkan baju ganti di diaperbagnya Gayatri. Semua baju saya terlipat manis di koper di bagasi. Tumpukan paling bawah pula. Ngakak dah.

  • pupup

Satu lagi perbedaan perjalanan darat dengan perjalanan udara. Kalau naik pesawat, penumpang dimanjakan dengan adanya nursing room yang memadai (mungkin kecuali bandara Juanda ya, grrrr). Jadi saat Gayatri pup di mobil, saya rada bingung. Mau gantiin popok di mobil apa nyari SPBU. Kami memilih SPBU.

Jangan bayangkan SPBUnya sama dengan di kota-kota besar ya. Hihihi…. Ini SPBU terdekat yang kami dapat kebetulan kurang sip. Tapi lumayanlah buat bersih-bersih. Pastikan bawa air mineral buat cebok ya. Just in case airnya nggak memenuhi ekspektasi.

  • popok ketinggalan

Gaswatnya pas ganti popok itu kami baru sadar kalaaaauuuuuu satu pak diapers andalan Gayatri ketinggalan di ruang tamu. Ga kececer masuk ke bagasi.

Mau kesel, tapi ya salah sendiri nunda-nunda packing. Hahaha…. Jadilah di tengah perjalanan kami hunting popok. Dengan kondisi Gayatri nggak pake popok.

Deg degan asli! Takut keompolan.

Syukurlah 300m berikutnya kami ketemu Mart bersaudara.

Related post: “Senjata” supaya nyaman menyusui saat perjalanan.

  • perjalanan molor menjadi hampir 9 jam

Karena harus beresin muntahan, lalu bongkar bagasi, ambil baju ganti saya. Lalu hunting diapers. Ditambah waktu makan siang yang agak lama. Akhirnya kami telat sampai ke rumah Mbah Akung dan Uti. Perjalanan yang normalnya 5-6 jam jadi 9 jam. Tapi syukurnya semuanya masih dalam kondisi sehat dan happy. Gayatri juga masih happy walaupun agak sedikit bosan.

pati surabayaBeginilah kira-kira rute perjalanan darat bareng bayi kami. Hehehe….

Lesson Learn

1 . Packing

Packing harus dilakukan minimal di malam sebelum hari keberangkatan. Jangan lupa membuat cek list barang, supaya tidak ada yang tertinggal. Barang apa sajakah yang harus dibawa saat traveling bersama bayi dengan perjalanan darat (mobil pribadi)?

Saya menyarankan setidaknya membawa dua tas kecil sebagai tas yang siap sedia dan terpisah dengan bagasi, mainan dan bagasi it sendiri. Rinciannya adalah sbb:

1) Tas kecil pertama.

Tas kecil pertama ini adalah diaper bag bayi. Isinya: 1 stel pakaian ganti, 3 pcs diapers, snack, makanan, minuman, obat-obatan, termometer, tisu basah, peralatan mandi bayi (krim/ lotion – kalau saya pakai liquid talc, sabun, shampo, minyak telon, sikat gigi), tisu basah, tisu kering.

2) Tas kecil kedua adalah perlengkapan/ bekal orang tua.

Tas kecil kedua adalah peralatan on the go-nya orang tua. Isinya: pakaian ganti, handuk kecil (bisa dipakai barengan bayi), obat-obatan, charger, power bank, dompet, modem.

3) Mainan.

Saya bawa dua mainan: 1) woble todle ELC mainan yang multifungsi gitu, reviewnya di sini, saya copot setirnya saja untuk mainan di mobil dan badan mainannya ditaruh di bagasi, 2) building block untuk mainan di lokasi liburan.

4) Bagasi.

Menghitung jumlah bawaan yang akan dibawa saat liburan memang tricky ya. Tapi yang pasti sesuaikan dengan lama liburannya. Misal:

  • Jumlah pakaian bayi: 2 stel baju harian kali jumlah hari + baju cadangan sebanyak 3 buah + baju untuk bepergian sebanyak 2 buah.
  • Jumlah popok minimal: 5 per hari kali 2 hari = 10 pcs. Saya hanya mengalikan dua dengan asumsi akan membeli diapers di lokasi liburan. Namun, jika di lokasi liburan diasumsikan sulit mencari minimarket, better bawa sebanyak 5 per hari kali jumlah hari libur + cadangan sebanyak 3 pcs.

2 . Car Seat

Biasakan anak menggunakan car seat. Karena lebih aman dan nyaman untuk semua penghuni mobil.

3 . Hati yang Gembira

Hati yang gembira adalah obat! Petuah ini juga berlaku di dalam perjalanan. Klau hati kita gembira menjalaninya, semua akan terasa menyenangkan kok. Seperti traveling kami yang molornya alamak pun bisa terasa piknik tambahan. Hahaha…. Hal ini terutama buat Ibu ya, yang kadang lebih perfeksionis, jadi kalau ada apa-apa yang kurang pas, sering jadi bad mood. Ayooo, cheer up! Soalnya kalau Ibunya bad mood biasanya bayi/ anak bakalan ketularan tuh.

traveling darat bareng bayi happyBaju habis dimuntahin bocah: blus abu-abu. Wkwkwkwk….

4 . Be flexible!

Yah, namanya juga bawa bayi ya…. Kadang memang diperlukan beberapa improvisasi. Terutama kalau kondisi di jalan menyangkut kesehatan bayi ya. Keselamatan tetap nomor satu.

Demikin sharing kali ini, hehehe…. Sering banget ya saya sharing kesalahan atau trial dan error, ya habisnya emang sering error sik. -.-” tapi semoga keerroran kami bisa jadi pelajaran yang berharga dan bermanfaat buat Nyonyah-nyonyah semua yaaa…. Trus kalau Nyonyah punya tips/ lesson learn yang pernah dialami boleh lo diceritain di comment section.

Terimakasih sudah mampir, salam sayang selalu….

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!