Berburu Tiket Kereta Api

25 Februari kemarin uda dapat tiket kereta api belom buat mudik?

Belum?

Kasiaaan. Saya doooong! Nggak mudik. #mintadigaplok Hehehe….

Saya sendiri, walau nggak pernah ikutan mudik pakai kereta api. Selalu kecipratan hebohnya perburuan tiket kereta api. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar eks teman kantor kan orang rantau ya. Jadi pasti pada berburu tiket kereta bareng-bareng, tu. Saling pantau di grup kantor. Atau malah saling titip. Rame banget deh.

2019-03-19 07.32.03 1-1024x768

Tips Berburu Tiket Kereta Api Lebaran

Berikut beberapa tips berburu tiket kereta api untuk mudik yang saya dapatkan dari rekan-rekan kantor:

1 . Pastikan jaringan internet kamu lancar.

Yang paling sering kejadian adalah, tiket udah dipilih, tiba-tiba loading lemot, trus keburu disamber orang. Rasanya tu, perih, kaya mantan baru putus sebulan uda kawin sama temen sendiri.

2 . Siapkan jadwal kereta api.

Sebelum beli, sebaiknya kita sudah tahu jadwal kereta api yang mau kita pilih.

Pastikan tanggal berapa mau berangkat dan kapan mau kembali. Jangan on the spot milih di web baru mikir. Sesuaikan jadwal cuti pasangan, jadwal liburan anak, misalnya. Tarik ulur ini kadang-kadang makan waktu ya, jadi dipastikan dulu.

Kota tujuan juga ya, sudah ditetapkan dulu. Buat yang single ini mah bukan perkara sulit ya. Yang uda berkeluarga ni, mudik bisa jadi satu sumber pertikaian rumah tangga. Mau mudik ke rumah orang tua atau mertua ni?

3 . Simpan data penumpang terlebih dahulu.

Catat nama lengkap, nomor KTP, dll, supaya saat pengisian data lebih cepat. Daripada disamber orang maning kan, karena kita lama isi datanya. Lebih mudah lagi kalau kita pakai aplikasi yang memang sudah menyimpan data penumpang sebelumnya. Jadi tinggal login, dan satu klik aja uda keisi datanya. Cepat dan ringkas.

4 . Siapkan pembayaran online.

Yakali tengah malem mau keluyuran bayar tiket di minimarket kan. Paling mudah dan cepet, ya bayar online aja. Jangan lupa handphone diisi pulsa, yang masih pakai token, dicari dulu tokennya.

5 . Tabah dan istiqomah.

Kalau belum dapat, cek beberapa jam kemudian. Siapa tahu ada yang cancel atau lewat batas pembayaran. Jadi tiket dilego ulang di aplikasi.

6 . Kalau bisa nyari tiket bareng-bareng.

Setidaknya sama istri atau sama temen. Jadi bisa saling pantau kondisi di masing-masing aplikasi.

2019-03-19 07.34.47 1-1024x768

Telat ya saya ngasih tips ini, harusnya bulan lalu ya, hehehe. Tapi saya doain deh, semoga yang sampai hari ini belum dapat tiket segera dapat cancelan. Atau dapat tiket kereta tambahan ya nantinya.

Pengalaman Beli Tiket Terburu-buru

Ngomong-ngomong tentang berburu tiket, saya juga pernah sih berburu tiket kereta api. Setidaknya dua kali.

Tidak pada musim menjelang lebaran. Namun, saat mendengar kabar duka yang mendadak.

Yang pertama saat meninggalnya nenek saya dari ayah. Dan yang kedua saat meninggalnya nenek dari suami saya.

Paling mendadak tu pas denger kabar neneknya suami, buyutnya Gayatri meninggal dunia. Saat itu pas jam pulang kantor, tepat saat saya dan suami barengan jemput Gayatri.

Satu-satunya jalan pulang ke kampung ya pasti naik kereta malam kalau kondisinya begitu. Naik bus nggak mungkin karena jamnya uda lewat. Naik pesawat pun uda ga mungkin go show lagi kan.

Terbirit-birit sambil pulang dan packing barang kami berburu tiket kereta api.

Deg-degan dalam perjalanan ke stasiun. Karena kami belum dapat tiket.

Syukurlah, dalam perjalanan, sambil menenangkan diri akhirnya kami memesan tiket kereta api online. Dan dapat! Padahal di hari H. Bersyukur banget rasanya. Karena kalau nggak ada kejelasan tiket, kasihan kan Gayatri harus terkatung-katung di dinginnya stasiun.

hiks

Sejenak saya flashback, jaman baheula, ketika membeli tiket kereta api harus antri di loket. Betapa tekhnologi sekarang begitu memudahkan manusia ya. Terasa terutama saat mengalami saat-saat genting begini.

Berkat aplikasi online, kami bisa sampai tepat waktu keesokan harinya. Mengantar jenazah Uyut ke peraduan terakhirnya.

Btw ada yang belum pernah menggunakan aplikasi online untuk membeli tiket? Sebenarnya ada banyak ya platform yang menjual tiket kereta api secara online, bahkan di web PT KAI pun juga jual.

Aplikasi Baru Pegipegi

Namun, saat ini saya mau share aplikasi yang punyanya Pegipegi. Aplikasinya baru diperbaharui ni soalnya, per 1 Maret 2019 ini.

Aplikasinya sebesar 27,87 MB. Buat smartphone jaman sekarang si enteng enteng aja ya. Saya merasa navigasinya juga enak dan nggak banyak delay karena bug, pop up nggak penting, dll. So, saya pikir ini perbaikan yang bagus si.

Sekilas tentang aplikasi ini dan perbaikannya dapat dilihat pada description box apps Pegipegi Hotel Train Flight di Apps Store maupun Play Store ya. Kurang lebihnya sbb:

PhotoGrid_1552956492791-1024x768

Untuk pembelian tiket kereta api, di bagian home, kita bisa pilih icon kereta api. Kemudan akan muncul laman Pesan Tiket Kereta dimana kita bisa isi stasiun asal dan tujuan serta tanggal keberangkatan. Di bagian atas ada piliha pulang pergi untuk memudahkan calon pembeli yang mau beli sekalian tiket pulang pergi.

Setelah dipilih akan muncul pilihan kereta yang tersedia beserta detail dan keterangan harga tiket kereta apinya. Saya simulasi pemilihan tiket untuk hari H ya, jadi tanggal keberangkatanya saya samakan dengan tanggal pembelian.

PhotoGrid_1552954142430-1024x768

Selanjutnya proses pemilihan tiket kurang lebihnya sbb ya…. Kalau pas jauh-jauh hari, pilihan kereta bisa jadi lebih banyak daripada ini. Untuk itu untuk memudahkan pemilihan, kita bisa menggunakan fitur Filter dan atau fitur Urutkan.

PhotoGrid_1552954197955-1024x768

Setelah kereta dipilih, kita bisa langsung melengkapi data. Pilihannya ada dua, menggunakan data yang ada dengan log in atau ketik manual. Jika log in enaknya adalah data kita tersimpan, jadi kalau beli tiket lagi tidak perlu isi data berkali-kali. Ini bermanfaat banget lo kalau sedang buru-buru, seperti pas rebutan tiket lebaran gitu….

PhotoGrid_1552954259382-1024x768

Selanjutnya, seperti biasa, kita akan diminta konfirmasi pembelian lalu pembayaran. Praktis banget kan ya proses pesan dan beli tiket kereta api, kalau mau via web bisa juga dengan klik link tadi ya….

Sungguh, saya happy banget si dengan banyaknya aplikasi travel seperti ini. Beneran memudahkan hidup ya…. Nggak perlu antri di stasiun dan pembayarannya pun nyaman.

So, mau pulang kampung kemana tahun ini? Semoga perjalanannya lancar dan aman ya semuanyaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Pengalaman Pulang Kampung Naik Bus Bareng Bayi

Tidak bisa ditampik, kebutuhan akan moda transportasi bus masih besar ya. Apalagi yang punya kampung halaman seperti saya, Pati. Yang tidak punya stasiun maupun bandara, dan letaknya nanggung banget.

Perjalanan dari Surabaya ke Pati, via darat adalah 6 – 7 jam, perjalanan santai. Kalau naik pesawat saya harus turun di Semarang, berarti perjalanan dari rumah ke bandara 30 menit, waktu tunggu sekitar satu jam, plus perjalanan udara kurang lebih satu jam, tambah bandara Semarang ke Pati (ke rumah saya) bisa sampai 3 jam. Jadi totalnya 5,5 jam. Beda tipis total waktu perjalanan, namun biayanya selisih jauuuuh. Demikian juga kalau naik kereta, stasiun terdekat juga ada di Semarang.

2019-02-19 05.18.21 1-1024x1024

Maka dari itu, sebenarnya saya paling prefer naik mobil pribadi. Dengan catatan, suami sedang fit, dan liburan kami cukup lama. Kalau suami sedang kurang enak badan ditambah lagi liburan hanya sebentar. Saya kok kasihan sama dia kalau harus nyetir PP tanpa istirahat. Saya nggak bisa nggantiin nyetir soalnya, wkwkwk.

Jadi kalau kondisinya begitu, alternatifnya adalah naik bus atau travel.

Di artikel traveling bareng bayi sebelumnya ada yang bertanya pada saya tentang tips perjalanan membawa bayi 4 bulan naik bus. Jujur saja saya tidak pernah bawa bayi usia segitu ya naik bus. Namun, saya pernah bawa Gayatri naik bus, perjalanan kurang lebih 7 jam naik bus, untuk pulang kampung, saat usianya satu tahun. Walaupun tidak bisa menjawab pertanyaan di artikel sebelumnya, saya tetep kepikiran mau sharing pengalaman tersebut, siapa tahu bermanfaat buat teman-teman yang lain yaaaakkk….

Berikut adalah cerita perjalanan sekaligus tips dari saya….

1 .  Cari Teman Seperjalanan

Jujur, kalau saya pribadi, belum berani naik bus bareng bayi sendirian. Naik pesawat si sering ya, tapi kalau bus, saya masih keder euy. Karena beda banget ya, antara naik pesawat, naik kereta maupun naik bus.

Kalau di atas pesawat atau kereta, kita punya support system seperti pramugari/ pramugara. Sementara kalau di bus tidak ada. Selain itu, di bus dan terminal, frekuensi orang keluar masuk sangat banyak. Tidak seperti bandara dan stasiun yang dibatasi dengan boarding pas. Hal itu tentu akan membuat kondisi di bus/ terminal lebih rawan dibandingkan dengan bandara/ stasiun.

Kondisi membawa bayi, tentulah akan mengurangi konsentrasi kita terhadap lingkngan sekitar. Sehingga adanya teman seperjalanan atau pendamping akan membuat kita lebih nyaman, aman dan juga bisa fokus mengurus anak.

2019-02-19 05.18.22 1-1024x1024

2 . Beli Tiket di Agen yang Terpercaya

Nah, kalau ini pengalaman pribadi jaman kuliah. Jadi waktu itu pertama kali saya naik bus dari Jakarta menuju Pati. Dan karena kurang pengalaman dan juga agak lugu-lugu bloon gitu, saya dibohongin calo dong. Dibohongin harga si masih mending ya, tapi ini tujuannya juga bedaaaaa! Parahnya saya nggak dikasih tiket, saat itu juga iya-iya aja. Dan diarahkanlah saya naik bus arah Solo.

Ingin ku memaki. Tapi kebodohanku sendiri juga si. Hahaha…. Ya namanya juga pengalaman pertama.

Dan ternyata ada satu keluarga juga yang mengalami hal yang sama di bus tersebut. Calo tidak sopan!

Pengalaman yang mirip, juga kami rasakan. Nyari tiket bus, untuk yang tidak terbiasa naik bus dan tidak kenal agen memang agak agak repot ya. Soalnya kadang agennya tu nggak bisa online. Kalau nggak punya nomor telepon mereka, ya kudu ke terminal. Wasting time.

Waktu itu saya perginya di pertengahan 2018. Belum tahu kalau bus sekarang pun bisa dibeli via website pemesanan tiket online seperti Traveloka. Padahal info tentang ini sudah ada sejak Maret 2018 di Kompas. Duh, kemana aja si guweee! So, saya mau infokan ke temen-temen tentang ini. Kalau mau bepergian naik bus, coba deh beli di web-web seperti ini. Jauh lebih tenang dan nggak kena calo.

3 . Pastikan Jam Keberangkatan

Terkait hal ini kami juga punya pengalaman kurang enak ni. Jadi setelah memesan tiket via agen, kami dapat jam keberangkatan jam 10 pagi kalau tidak salah. Ternyata agennya datanya nggak akurat dong. Jadi jam tersebut sudah penuh armadanya, dan kami dioper ke jadwal lain. Hmmmm….

Salah kami juga si, take it for granted ya, karena kami pikir semua agen pasti profesional. Jadi omongannya bisa dipegang walaupun kami belum cetak tiketnya di loket. Ternyata ya walau sudah reservasi, tapi kalau belum datang, bisa ditikung penumpang lain juga. Pengalaman yak…. Hihihi….

Untungnya jam penggantinya tidak jauh-jauh amat. Setelah beberapa saat menunggu, sambil deg-deg-an, akhirnya kami berangkat.

Terkait dengan poin di atas, kalau pesan via agen, sekali lagi, pastikan ambil tiketnya sebelum hari H lengkap dengan keterangan waktu keberangkatan ya. Jangan hanya mempercayai obrolan dengan agen via telepon.

Kalau pesan via Traveloka si uda relatif aman ya. Karena ada jaminan keberangkatan. Pilihan jamnya juga sudah pasti di aplikasi.

Misalkan saja dari kota Wonogiri ke kota Jakarta, kita sudah memilih PO Sedya Mulya, ni. Tinggal pilih dan order jam yang available yang tertera di aplikasi. Atau bisa juga memilih kota keberangkatan ke kota tujuan yang lain, PO lain dan jadwal keberangkatan lain, semuanya jelas. Nggak ada kira-kira, seperti yang saya alami di atas.

4 . Bawalah Perbekalan

Di terminal Bungur Asih, dari tempat drop off ke bus kita harus berjalan kaki. Jadi penting untuk memastikan barang bawaan seringkas dan seringan mungkin, namun tetap sekomplit mungkin. Kalau saat naik pesawat atau bawa kendaraan pribadi, teman-teman terbiasa bawa koper, saya menyarankan untuk menggantinya dengan travel bag yang bisa dicangklong di punggung.

Bawaan bayi wajib dipisahkan ya di tas tersendiri (diaper bag) supaya tidak perlu bongkar bagasi hanya untuk mengambil minyak telon, misalnya.

Yang wajib dibawa dalam diaper bag, saat melakukan perjalanan membawa bayi naik bus adalah:

  • obat-obatan, minyak telon, dan printilan lain terkait P3K bayi,
  • makanan; snack dan juga makanan berat,
  • pakaian ganti; untuk bayi dan orang tua minimal satu stel, jaga-jaga kalau ada yang muntah,
  • tisu; basah dan kering,
  • diapers,
  • air minum,
  • kaus kaki,
  • handuk kecil,
  • hand sanitizer.

Related post: Tips Menjaga Kesehatan Bayi Saat Traveling

naik bus bareng bayi

5 . Ambil Hikmah dan Nikmati Perjalanan!

Nah, di luar pengalaman kurang menyenangkan dengan agen tadi, sebenarnya perjalanan menggunakan bus cukup menyenangkan ya. Terutama karena Gayatri saat itu (usia kurang lebih 18 bulan) sangat excited. Bagaimana tidak, naik “mobil” yang ukurannya berkali-kali lipat dengan ukuran “mobil” yang biasa dia naiki, membuat dia amazed. Wkwkwk…. Dasar anak kecil!

Ketinggian bus dibanding kendaraan lain, juga membuat Gayatri punya pengalaman sudut pandang yang berbeda terhadap jalan raya. Fun banget lah! Kebetulan armada yang kami naiki juga sangat nyaman. Jadi ketidaknyamanan di masalah ticketing tadi terhapuslah sudah.

Saat sampai di kota tujuan, semua juga happy, termasuk suami saya, karena bisa beristirahat dalam perjalanan. Jadinya kami bisa langsung beraktivitas keesokan harinya, untuk berkunjung ke rumah saudara.

Sekian sharing dari saya, semoga ada manfaatnya yaaa!

Salam sayaaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Menjaga Kesehatan Bayi saat Liburan

Setelah liburan akhir tahun kemarin, saya sempat bikin stories di Instagram tentang Traveling Bareng Bayi. Di situ saya juga bertanya tentang tantangan apa sering dirasakan oleh teman-teman saya saat membawa bayi berpergian. Response-nya lumayan rame ya. Dari response DM dan komen teman-teman tersebut, saya rangkum ke dalam 10 Tantangan Membawa Bayi Traveling.

10 Tantangan Membawa Bayi Traveling adalah sebagai berikut:

  1. Bocah badmood,
  2. Minta jajan mahal,
  3. Pup di celana,
  4. Anak sakit,
  5. Susah nemu toilet,
  6. Anak pecicilan,
  7. Barang bawaan banyak,
  8. Susah makan,
  9. Masalah jadwal,
  10. Teman seperjalanan rempong.

Tiap keluarga pasti tantangan utamanya bisa berbeda-beda yak…. Seperti saya pribadi saya tidak akan terlalu memusingkan poin 9. Masalah jadwal, karena saya memang tidak pernah strict dengan jadwal ataupun itienary. Ataupun poin 10. Teman seperjalanan rempong, ya karena seumur-umur teman seperjalanan saya cuma suami saya dan Gayatri, anak saya.

2019-01-03 12.37.14 1-1024x768

Buat saya pribadi, horor dari segala horor saat liburan bareng bayi adalah yang poin 4: BAYI SAKIT.

Tahun ini saya dan Gayatri sempat tiga kali liburan. Yang pertama saat lebaran, ke rumah Eyang Akung dan Gayatri kena cacar air. Yang kedua, staycation aja di Bogor dan Gayatri harus opname karena Pneumonia. Memang sakitnya nggak yang parah, karena sudah vaksin. Tapi tetap aja bikin mamak sedih serta mengacaubalaukan seluruh rencana liburan….

Syukurlah pada liburan ketiga, liburan yang terakhir ini, liburan akhir tahun. Puji Tuhan, Gayatri sehat wal a fiat. Liburan jadi seru banget dah kalau sehat gini.

Tapi sehatnya Gayatri di liburan terakhir ini bukannya tanpa usaha loh. Kami prepare benar-benar, supaya pengalaman buruk anak sakit saat liburan tidak terulang. Berikut saya coba share apa ikhtiar yang kami lakukan ya…. Semoga sharingnya bisa bermanfaat juga bagi teman-teman….

1. Menjaga daya tahan tubuh anak.

Menjaga daya tahan tubuh anak ini gampang-gampang susah ya. Tapi yang pasti sumbernya adalah dari makanan serta istirahat yang cukup. Khususon buat anak saya karena pasca penyembuhan, jadinya sama dokter ditambah suplemen dan prebiotik.

Kira-kira tips terkait menjaga daya tahan tubuh anak seperti ini ya:

a) Sebelum Liburan

Praktiknya, sebelum liburan, Gayatri jadi sering saya kasih buah-buahan lebih dari biasanya. Buah-buahannya si sebenarnya tidak istimewa-istimewa amat ya; pepaya, jeruk dan tomat. Tapi yang pasti ketiga buah ini favorit Gayatri dan banyak vitamin C-nya untuk ngeboost imun.

Pokoknya sebisa mungkin, kami siapkan kondisi tubuhnya dalam kondisi seprima mungkin menyambut liburan. Puji Tuhan, liburan yang terakhir itu, bahkan pilek pun enggak loh! Mamak so proud dan puas sama hasil persiapannya deh.

2019-01-10 12.38.00 1-1024x768

b) Bekal saat Liburan

Kalau saat liburan, kami jaga asupan makannya dengan membawa beberapa bekal dalam 3 wadah. Yang pertama cemilan berat yang padat gizi seperti arem-arem, telur rebus, mie goreng sayur, ikan goreng, baceman atau pastel. Yang kedua isinya sereal. Dan wadah ketiga kosong. Hehehehe…. Itu jaga-jaga kalau pas di tempat makan, Gayatri ga mau makan jadi bisa bungkus dimakan di jalan. Plus juga selalu bawa susu UHT buat tambahan.

Pokoknya perut jangan sampai kosong deh. Tapi jangan juga jajan sembarangan.

2. Melindungi agar tidak ada kuman yang mendekat.

Kalau dari dalam sudah kuat, yang perlu diwaspadai adalah kuman-kuman yang datangnya dari luar tubuh anak ni. Hal ini kelihatannya sepele tapi ini yang paling diwanti-wanti sama dokter, mengingat Gayatri masih dalam masa perlindungan 1000 hari pertamanya. Kekebalan tubuhnya masih perlu dijaga banget.

Dokter selalu menekankan walaupun sudah vaksin, anak tetap berisiko tertular penyakit yang berasal dari virus dan bakteri ya. Hanya saja memang dampaknya nggak separah kalau nggak divaksin.

Nah, kalau liburan kan di tempat umum, kita nggak bisa mengontrol lingkungan kita. Jadi semaksimal mungkin apa yang melekat di badanlah yang harus dijaga kebersihannya benar-benar dengan menggunakan produk yang mengandung antibakterial namun tetap aman bagi kulit bayi.

2019-01-10 12.37.58 1-1024x768

Yang kami lakukan adalah:

  1. Mandi sesegera mungkin saat sampai di tempat tujuan. Kadang kan karena sudah lelah atau sampainya malam hari, jadinya menunda mandi. Padahal ini penting, supaya kumannya tidak menemani anak bobok.
  2. Cuci tangan sebelum makan, saat di perjalanan.
  3. Mencuci pakaian segera saat terkena kotoran.

Poin ketiga ini yang baru kami terapkan akhir-akhir ini. Iyakkkk, selama liburan walaupun di penginapan kami mencuci baju ya. Hal ini terutama kalau dalam perjalanan, Gayatri muntah atau pupup di celana. Nggak perlu nunggu sampai penginapan, pasti akan langsung kami cuci di toilet terdekat. Soalnya bawa pakaian yang kena kotoran demikian kan iyuuuuhhh ya….

Yang pertama pasti karena baunya. Yang kedua, biar ga melekat nodanya di pakaian. Lalu yang ketiga yang paling penting terkait kesehatan anak ya karena kuman dan virus itu loh. Serem kan bawa bibit penyakit kemana-mana….

Awalnya dulu saya mikir ribet ya. Kudu nyuci di tengah perjalanan, atau segera setelah sampai penginepan. Kan maunya ya nikmati aja liburan gitu ya…. Tapi setelah dijalani, ternyata nggak seribet itu kok. Malahan jadi lebih enak suasananya pas pulang karena nggak bawa cucian numpuk. Lagipula juga karena udah nemu deterjen khusus bayi yang travel friendly si…. Si Sleek Baby Laundry Travel Wash. Jadi kegiatan nyuci jadi lebih praktis.

Nanti di bagian bawah artikel, aku bahas lebih lanjut tentang produk ini ya….

2019-01-10 12.38.02 1-1024x768

3. Persiapan Psikologisnya.

Kata orang bijak, hati yang gembira adalah obat. Jadi kalau hatinya senang selama perjalanan, anak juga akan sehat. Jadi segala itienary dalam perjalanan semua akan menyesuaikan moodnya anak. Terutama kalau anak mengantuk, ya disegerakan waktu untuk beristirahat.

Selain itu, sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah sounding ke anak kalau kami akan mengadakan perjalanan. Nanti naik apa. Misal naik pesawat, maka akan disounding kalau naik pesawat nanti pas take off dan landing harus nenen yaaa…. Atau kalau naik mobil, disounding juga kalau perjalanannya akan sedikit lama ya, dll. Biasanya sih hal-hal seperti ini akan membuat Gayatri lebih siap dan tidak rewel di perjalanan. Tidak rewel sama dengan happy sama dengan sehat. Yeay!

Resume

Demikian tiga hal yang menurut saya harus banget dipersiapkan untuk menjaga kesehatan anak saat liburan:

  1. Menjaga daya tahan tubuh anak, sebelum dan selama perjalanan dengan makanan dan istirahat yang cukup.
  2. Melindungi dari kuman dan bakteri penyebab penyakit yang mendekat.
  3. Persiapan psikologis agar anak tetap happy selama perjalanan.

Kalau teman-teman apakah ada tips lain? Feel free untuk meninggalkan komen ya….

Berikut sesuai yang saya bilang di atas, saya mau kasih bonus review produk bayi yang travel friendly: Sleek Baby Laundy Travel Wash.

Review Sleek Baby Laundry Travel Wash

Sebenarnya seperti foto di atas, rangkaian produk Sleek Baby yang bisa kita bawa traveling itu bermacam-macam. Empat di antaranya: 1) Sleek Bottle, Nipple & Accessories Cleanser untuk mencuci peralatan bayi, 2) Sleek 2 in 1 Hair & Body Liquid Soap untuk mandi dan keramas, 3) Sleek Antibacterial Diaper Cream untuk mencegah dan mengobati ruam serta yang keempat 4) Sleek Baby Laundry Travel Wash.

Saya mau review produk yang keempat saja ya…. Soalnya menurut saya produk ini masih banyak yang belum familiar dibanding tiga produk lain, padahal ini unik dan bermanfaat banget.

2019-01-10 12.37.56 1-1024x1365

What i love:

1 . Fitur antibacterial.

Dalam keterangan di bagian belakang kemasan, disebutkan bahwa produk ini efektif mematikan Staphylococcus aureus yang biasanya menyerang saluran pernapasan atas dan kulit, Pseudomonas aeruginosa yang merupakan penyebab utama pneumonia dan mematikan kapang atau jamur.

Walaupun bakteri yang pertama disebutkan, Staphylococcus aureus, biasanya tidak menimbulkan penyakit dalam kondisi tubuh yang sehat, namun saat kondisi tubuh melemah, bakteri ini bisa menimbulkan penyakit. Jadi perlindungan ekstra saat perjalanan, dimana kondisi tubuh anak sering turun, lebih saya pilih dan tidak saya sepelekan, mengingat dua kali pengalaman buruk, Gayatri sakit saat perjalanan.

Better worry than sorry lah….

2 . Kemasannya yang sangat travel friendly, bentuknya tube.

Kesan pertama saat melihat produk Sleek Baby Laundry Travel Wash ini adalah kemasannya beda dari yang lain! Bentuknya tube seperti kemasan diaper cream. Saya baru lihat produk dengan kemasan seperti ini si. Enaknya kemasan seperti ini adalah: 1) tidak mudah tumpah, 2) mudah dipegang saat mengeluarkan produk, 3) ukurannya kecil (100 ml) sehingga tidak memakan tempat. Saya bisa menyelipkannya di diaper bag, atau di kantung belakang kursi mobil. Just in case, ada yang perlu di cuci mudah diraih dan tidak perlu bongkar koper. Bahkan kalau mau ngacir ke toilet pun bisa masuk ke dalam saku celana jeans.

2019-01-10 12.38.01 1-1024x768

3 . Dinyatakan aman bagi bayi.

Lulus dermatology test di labolatorium yang terakreditasi, sehingga tidak menyebabkan iritasi di tangan maupun saat pemakaian. Untuk yang concern terhadap kandungan paraben, produk ini Paraben Free. Memiliki izin Kemenkes RI dengan nomor PKD 20202510444.

4 . Efektif menghilangkan noda.

Mengandung ekstrak jeruk nipis, sehingga efektif menghilangkan noda muntah, lemak, noda kekuningan akibat pup maupun noda makanan. Semakin segera dicuci nodanya, maka akan semakin mudah hilang.

Cara pemakaian: Larutkan 1-2 sendok makan ke dalam 5 liter air, rendam selama 30 menit lalu kucek. Jika dalam perjalanan dapat pula langsung menuang sedikit produk ke bagian yang terkena noda lalu dikucek dan bilas.

5. Produknya berbentuk gel kental.

Nah ini juga unik ni. Biasanya kan sabun cuci baju bentuknya liquid yang cair ya…. Kalau yang ini tu seperti pasta gigi gel. Jadi nggak menetes walaupun tubenya terbuka. Tapi tetap mudah dikeluarkan kok dengan sedikit dipencet. Savior banget kan. Saya tidak kawatir sabun ini akan tumpah dan mengotori barang bawaan lainnya di diaper bag. That’s why tadi saya bilang ini produk pas banget kalau disebut Travel Wash, ya karena travel friendly banget.

Kebiasaan masa lalu bawa detergen sachet ataupun mindahin detergen ke botol kecil bisa ditinggalkan ya ibuk ibuuuukkk…. Hihihi….

Harganya: Sekitar Rp 12.000,00

Where to buy: Lebih mudah ditemukan di olshop. Atau pantau cek IG @SleekBaby_id dan FB : @SleekBaby yaa!

Waaahhh, nggak nyangka panjang juga ni cerita kali ini. Saya berharap sharing kali ini bermanfaat ya teman-teman…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share