Serunya Main di Kebun Bibit Surabaya (Taman Flora)

Minggu lalu saya sekeluarga sempat mampir sebentar ke Kebun Bibit Surabaya. Sempat underestimate, karena mengira hanya taman seperti pada umumnya yang hanya rumput dan pepohonan. Tapi ternyata, untuk ukuran taman, Kebun Bibit warbiyasaaaak, Rek!

Saya ingin mengapresiasi Pemkot Surabaya si, yang niat banget menyediakan fasilitas umum yang gratis seperti ini. GRATIS loooo!!!

Playground Anak

Pertama kali masuk melalui gerbang, saya melihat ada perpustakaan di sebelah kiri jalan. Namun tidak sempat masuk ke sana, karena Gayatri keburu lari ke playground. Wkwkwkw…. Dia agak overexcited karena memang banyak playground playground kecil, yang banyak dan menyebar. Jadi dia pengen lari-lari ke playground satu ke playground yang lain.

Nah, di playground ini ada banyak mainan anak (toddler). Baik sekali saya kira untuk menstimulasi motorik kasar anak. Karena ada tangga untuk memanjat, ada prosotan, tangga titian, dll. Dan di bawah mainan itu ada pasir. Jadi relatif aman, menurut saya, untuk anak-anak 3 tahunan ke atas.

Suasana Asri untuk Piknik

Semakin masuk ke dalam taman, makin nyata kalau suasananya itu asri dan teduh banget. Soalnya pohonnya tinggi-tinggi. Sepertinya usia pohonnya memang sudah cukup tua ya. Jadi adeeeeeemmmm banget.

Mungkin karena adem inilah, makanya banyak keluarga yang menghabiskan waktu di Kebun Bibit ini. Banyak yang sampai bawa tikar, bawa banyak bekal, jadi seperti piknik gitu. Asyik banget lihatnya.

Kebun Binatang Mini

Di ujung kanan (dari gerbang) ada kebun binatang mini. Yang paling menyolok adalah kandang burungnya yang seperti kubah besar. Isinya ada merak, katsuari, lalu sejenis burung tapi besar berwarna putih. Kata suamiku, itu kalkun yang albino. Kalkun bule. Tapi saya tak yakin, hahaha.

rumah burung di kebun bibittaman flora

Yang paling berkesan buat saya si kandang rusa, ya. Soalnya rusanya banyaaaaak. Oiya, kita bisa kasih makan si rusa ini pakai kacang panjang atau wortel. Belinya di dekat kandang atau di dekat gerbang masuk. DI sini saya cari papan larangan memberi makan, nggak ada ya. Waktu kami kasih makan juga pengurusnya nggak ada yang negur. Jadi asumsinya boleh-boleh aja kali ya.

rusa di kebun bibit surabaya

Oiyaaaa, rusanya jinak banget. Tapi Gayatri takut. Wkwkwkwk…. Dia antara penasaran tapi takut gitu. Sempat jerat jerit juga. Tapi sambil ketawa-ketawa dasar bocah.

Tempat Outbond

Nah, kata ponakan saya, di ujung taman yang lain ada tempat untuk outbond. Sayang banget ni, pas kami ke sana, mepet sama acara lain yang mau kami lakukan. Jadi nggak sempat ke tempat outbond. Next time kalau saya ke sana lagi, akan saya update ya artikelnya.

Nah, keseruan kami setengah hari di Kebun Bibit Taman Flora Surabaya bisa dilihat di vlog di bawah ini. Jangan lupa likes dan subscribes yaaa….

Tips ke Kebun Bibit Surabaya

Nah, untuk teman-teman yang mau berkunjung ke sana, ada beberapa tips yang mau saya kasih biar pengalamannya mantap maksimal:

1 . Sediakan sandal yang mudah dilepaskan dan dipakai kembali.

Berhubung playgroundnya itu alasnya berpasir, jadi sering masuk pasirnya ke telapak kaki. Kalau pakai sepatu kan repot tu, lepas pasangnya. Jadi lebih nyaman kalau pakai sendal, imho. Sendal sepatu juga nyaman juga.

2 . Datang rame-rame lebih seru. Oiya, kalau datang sekeluarga besar, jangan lupa bawa tikar.

3 . Bawa bekal, terutama air minum.

Sebenarnya di depan pagar ada food court. Tapi untuk mencegah dehidrasi, terutama untuk anak, wajib hukumnya bawa air minum. Saya sendiri bawa air mineral di dalam tumbler Nuby ukuran 532 ml. Khusus untuk Gayatri.

Memang suasananya teduh, tapi aktivitas fisik di taman itu lumayan banget ya. Lari-larian dan juga panjat-panjat. Jadi orang tua harus siaga untuk kasih minum secara berkala ya…. Jangan karena keasyikan main, anak jadi lupa minum.

Botol minum yang saya bawa ini seri Nuby Tritan Flip It Cups motif Unicorn. Bahannya dari plastik yang kukuh, nggak mudah pecah dan tentunya aman untuk makanan dan minuman karena BPA free. Ukurannya pas, nggak terlalu besar tapi juga nggak terlalu kecil. 532 ml cukup banget untuk piknik singkat seperti ini.

Bagian tutupnya juga praktis, karena tinggal dipencet, bisa membuka dengan otomatis. Jadi walaupun tangan kita kotor, nggak akan mencemari air. Sistem tutup botolnya juga mudah dioperasikan oleh anak, tanpa tumpah-tumpah. Sehingga anak bisa minum, tanpa harus menunggu dibukakan orang tua.

nuby tritan plus

Sedotan silikonnya juga lancar, jadi nggak macet-macet. Anak bisa dengan mudah menyedot air dari botol. Sukaaa banget!

Info selengkapnya tentang produk Nuby bisa dilihat di akun IG Nuby Indonesia.

4 . Bawa mainan cetakan pasir (kalau punya).

Di playground, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, ada pasir, namun tidak disediakan cetakan-cetakan pasirnya. Kalau punya di rumah, ada baiknya dibawa. Supaya main pasirnya makin seru!

5 . Bawa tisu basah dan baju ganti anak.

Kalau baju ganti anak sih, sudah pasti wajib ya…. Soalnya keringetan booook. Beberapa wastafel di taman ini mati, jadi ada baiknya bawa tisu basah untuk jaga-jaga.

Gitu aja si paling tipsnya…. :)

rekreasi di kebun bibit surabaya

Buat temen-temen yang ada di Surabaya, uda pernah main belum ke Kebun Bibit Taman Flora ini? Kalau ada rekomendasi tempat lain yang seru, mau dong ditulis di komen yaaa! Saya pengen juga nyobain taman lain ni! Terimakasih! Salam sayaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Tips Packing Barang Saat Traveling Bareng Bayi

Dulu saat masih single, saya dan suami tipe yang super praktis banget. Termasuk dengan barang bawaan saat traveling. Ringkes bin ajaib. Maka packing barang bukanlah momok, sampai negara api menyerang alias Gayatri lahir. Hahaha, kami punya anak, dan tiba-tiba saja barang bawaan menjadi berlipat ganda.

KURASI BARANG BAWAAN

Apalagi sekarang Gayatri sudah toddler ya. Dia sudah punya “barang favorit” sendiri yang biasanya dia “putuskan” untuk ikut dibawa kemanapun kami pergi.

“Nanti Kim dibawa ya. Kasian kalau ditinggal”, begitu katanya. Kim adalah boneka beruang berpakaian gadis Korea kesayangannya. Apalagi kalau tahu bawa mobil atau kendaraan sendiri. Maka list barang favorit kesayangan yang akan dibawa pasti bertambah panjang. Dari mulai buku Dinosaurus sampai sepeda roda 4.

Tugas saya tentulah jadi kurator. Mana yang HARUS dibawa, mana yang sekiranya BOLEH dibawa, mana yang sangat amat TIDAK PERLU dibawa. Hahaha…. Kadang negosiasi seperti ini yang bikin packing barang jadi lama dan ribet.

That’s why, kalau Gayatri mulai ikut turun tangan, packingnya ditunda biar agak selow. Hihihi….

SPARE WAKTU, JANGAN MUEPEEET!

Jadi walaupun saya dan suami sudah sering bepergian dengan bayi (mengingat kami pernah LDM), dan lumayan terlatih, kami tetap spare waktu yang cukup banyak untuk packing barang saat mau traveling bareng Gayatri.

Seperti saat mau liburan lebaran kemarin. Beberapa hari menjelang berangkat, saya sudah nyicil list dan juga nyicil menyiapkan barang apa saja yang perlu dibawa. Kebiasaan ini menurut saya adalah kebiasaan yang baik ya. Karena liburan jadi lebih nyaman dan lancar kalau semuanya sudah well prepared.

Pengalaman tahun lalu, saat packing barangnya nggak bagus, perjalanan jadi rada riweuh. Pasalnya, popok bayi ketinggalaaaaaan!!!! Hahaha…. Alhasil pas anak kami pup di perjalanan, kami langsung heboh nyari minimarket. Yang ternyata, paling dekatnya ada di 500 m. Hoaaaaaa, bauuuuuu!!!!

So, setelah kami beranjak lebih senior dalam dunia perorangtuaan, kami punya beberapa formula atau bisa dibilang tips ya…. Untuk dapat packing barang dengan rapi, efisien namun tetap kumplit, saat melakukan perjalanan bersama bayi.

Selain kurasi barang dan spare waktu diatas, setidaknya ada 2 hal yang perlu dilakukan:

  1. Menggunakan tas-tas kecil, pouch atau kompartemen di dalam koper atau travel bag.
  2. Menggunakan checklist.

Sounds like saya tu overly rajin gitu ya? Atau OCD? Wkwkwkwk…. Enggak kok. Malah sebaliknya, karena saya tu rada malas ribet di tempat tujuan, makanya mending saya agak ribet sedikit di persiapannya. Malas juga pas baliknya barang pada ketinggalan gitu…. Males banget lah….

So berikut adalah tips packing barang dari kami. Semoga bermanfaat yaaaa!

MENGGUNAKAN POUCH ATAU TAS DI DALAM TAS

Menggunakan pouch memudahkan saya mengorganisir barang di dalam koper. Terutama yang kecil-kecil seperti sabun, peralatan makan anak, makanan, obat-obatan, P3K, charger, make up, dll. Jadi tidak bercampur jadi satu.

Menggunakan pouch juga meminimalisasi bongkar-bongkar koper/ tas terlalu dalam, apabila ternyata ada yang perlu digunakan dalam perjalanan. Untuk hal ini, saya juga selalu memisahkan antara barang yang kemungkinan digunakan di perjalanan dan mana yang hanya digunakan di tempat tujuan, kedalam koper dan tas.

Last but not least, menggunakan pouch juga meminimalisasi ada barang yang tercecer karena jadi lebih mudah mengidentifikasinya, dicek per pouch.

Satu pouch favorit saya adalah seri Travel Kit dari Sleek Baby yang kolaborasi dengan Mbak Puty Puar. Bahannya kain blacu gitu, jadi nggak kaku dan nggak menuh-menuhin tempat. Selain itu satu pouch uda sepaket sama essential travel kit yang berisi perlengkapan kebersihan bayi. Jadi praktis banget dan wajib dibawa kalau traveling. Apalagi produknya ini yang alami tapi mengandung antiseptik gitu.

Saya bahas tentang Sleek Baby Tavel Kit ini di bagian bawah artikel ini ya….

MENGGUNAKAN CHECKLIST

Checklist is a must karena beberapa alasan sebagai berikut.

Yang pertama, karena kalau sudah punya anak, kegiatan packing sering banget multitasking bareng ngurusin anak. Jadi disambi-sambi. Naaaah, sebagaimana multitasking pada umumnya, hal ini menurunkan konsentrasi lo. Untuk itu perlu checklist atau catatan sebagai pengingat, sampai dimana ya tadi packingnya. Uda apa aja yang masuk ke koper dan mana yang belum.

Kedua, supaya lebih kelihatan mana barang yang harus diprioritasin, dan mana yang bisa dikeluarkan kalau ternyata kopernya nggak muat.

Yang ketigaaaaa…. adalah sebagai catatan pas packing pulang. Jangan sampai ada yang ketinggalan yak. Apalagi kalau nginepnya di penginapan atau hotel. Duh, males ngurusnya.

Kelihatannya ribet ya, harus nyatet nyatet dulu. Percayalah, usaha kecil itu bermanfaat besar banget loh. Buat saya si gitu ya. Hihihi….

Buat yang mager banget bikin checklist, saya bikinin nih checklist barang bayi yang perlu dibawa saat traveling. Bisa diunduh di bawah ini ya PRINTABLE CHECKLIST BARANG BAYI. Kalau yang buat orang dewasa perlu dibuatkan juga nggak? Nggak kali ya…. Hihihi….

REVIEW SLEEK BABY TRAVEL KIT

Seperti kata saya di tengah artikel tadi, paket travel kit dari Sleek Baby ini life saver banget buat yang mau traveling bareng bayi. Uda ada pouchnya yang gemes banget karena ada ilustrasi dari Mbak Puty Puar, ilustrator kesayangan ibuk ibuk seIndonesia Raya.

Trus gitu, isinya pun produk bayi, perlengkapan bersih-bersih kumplit ya. Dari Antibacterial 2in1 Hair & Body Liquid Soap (sabun sekaligus shampo bayi), sabun cuci piring dan perlengkapan makan bayi lainnya ( Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser), sabun cuci baju Sleek Baby Travel Wash daaaan Antibacterial Diaper Dream.

Semuanya mengandung antiseptik alami yang aman untuk bayi. Ini penting banget ya, kalau traveling menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik. Apalagi buat bayi dan anak-anak yang masih dalam masa 1000 hari perlindungan.

Seslebor-slebornya saya, kalau anak baru dari perjalanan jauh atau dari playground, pasti saya mandiin pakai sabun yang mengandung antiseptik. Demi membunuh kuman yang dari luar bok.

Sebagai catatan, antiseptiknya Sleek Baby ini juga bukan triclosan ya. Jadi nggak perlu kawatir akan membunuh kuman baik dan mengakibatkan resistensi kuman jahat.

Favorit saya, selain si Sleek Baby 2 in 1 ini adalah Travel Wash-nya yang asli, beda dari yang lain. Jadi ini sebenernya sabun cuci pakaian tapi bentuknya gel kental gitu. Kita nggak perlu takut bakal tumpah di jalan. Ini adalah kemasan kedua ya. Pertama saya punya travel wash ini pas mudik tahun lalu.

Kalau Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleansernya saya pakai sejak Gayatri masih minum ASIP dulu. Buat nyuci botol susu ampuh banget ngilangin lemak. Jadi walaupun sekarang uda nggak nyusu lagi, masih sering saya pakai buat cuci makanan dan peralatan makannya.

Antibacterial Diaper Creamnya juga bisa dipakai bayi baru lahir, loh.

Keempat produk ini juga dikemas dalam ukuran yang travel friendly, jadi hemat tempat, dan nggak jadi beban kalau mau dibawa-bawa.

Oke banget si pokoknya. Consnya cuma satu: nggak semua minimarket jual. Tapi tenang, kita bisa beli secara online kok di KINO Official Store di Lazada. Dan mau liat info lainnya bisa langsung cek di Facebook Sleek Baby dan IG Sleek Baby.

Nah, kalau temen-temen, biasanya barang apa aja yang wajib dibawa waktu traveling? Ada tips dan trik khusus nggak untuk packing saat traveling bareng bayi? Sharing doooong!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Tata Cara Naik Pesawat bagi Pemula

Setelah menulis beberapa artikel mengenai terbang bersama bayi, saya mendapat beberapa pertanyaan dari teman-teman pembaca blog ini. Permintaan informasi basic yang sebelumnya tidak terpikirkan untuk saya tuliskan. Untuk memudahkan teman-teman lain yang mungkin memiliki pertanyaan yang sama, saya mencoba merangkumnya dalam artikel tata cara naik pesawat bagi pemula atau bagi yang pertama naik pesawat ini.

Semoga informasi-informasi berikut bermanfaat ya….

Cek dulu lokasi terminal.

Beberapa bandara memiliki lokasi terminal yang berbeda-beda untuk maskapai. Seperti yang pernah saya kunjungi, setidaknya adalah Jakarta, Yogyakarta dan juga Surabaya. Tidak menutup kemungkinan ada kota-kota lain yang memiliki terminal yang berbeda-beda.

Lokasi ini jangan disepelekan, walaupun sebagian memiliki connecting bus (Jakarta dan Yogyakarta setahu saya available), namun bisa jadi antar terminalnya berjauhan dan harus memutar (seperti Surabaya).

Daripada harus terburu-buru, lebih baik mengetahui terlebih dahulu lokasi terminal, sehingga bisa turun pada terminal yang tepat.

Cek lokasi gate.

Setelah sampai di terminal yang tepat dan melakukan cek in, yang patut diperhatikan kemudian adalah gate untuk boarding.

Kota-kota yang lebih kecil seperti Semarang, gate boarding ada dalam satu ruang tunggu yang masih memungkinkan mobilitas dari gate satu ke gate lainnya dengan cepat. Namun tidak demikian dengan terminal 2F Bandara Soekarno Hatta (misalnya) yang masing-masing gatenya terpisah lorong. Atau Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, yang jumlah gatenya puluhan dan jauuuuh bok. Sehingga dari counter cek in sampai ke ujung gate, harus pakai mobil golf, bagi yang bawa anak kecil atau lansia, biar nggak semaput.

Jadi penting sekali mengingat nama gate yang kita tuju, agar dapat memperkirakan waktu perjalanan menuju gate.

Teman-teman bisa melihat map/ peta bandara Soekarno Hatta di link peta bandara Soekarno Hatta.

Tiket dan Tanda Pengenal

Jangan lupa untuk menyiapkan Tiket dan tanda pengenal (KTP atau Paspor) di tempat yang mudah dijangkau namun tetap aman. Tiket atau bukti cek in online akan diminta saat masuk ke terminal (gerbang) dan saat akan melakukan pencetakan boarding pass. Kemudian pada gate dan saat akan boarding.

Sementara Tanda pengenal ini akan diminta di konter cek in, kemudian menjelang masuk gate (beberapa bandara akan minta ditunjukkan kembali KTP).

Cetak boarding pass.

Walaupun kita sudah melakukan cek in online, ada baiknya teman-teman melakukan cetak boarding pass di konter. Untuk mendapat kejelasan gate mana teman-teman akan boarding.

Memang gate ini bisa kita ketahui dari papan pengumuman dengan mencocokkan nama pesawat. Nama pesawat ya, jangan hanya melihat kota tujuan, karena bisa jadi ada banyak penerbangan ke kota tertentu dengan maskapai yang sama. Agar tidak membingungkan aat terbang untuk pertama kali, saya anjurkan untuk mengunjungi konter cek in atau konter informasi.

Tentang Makanan dan Fasilitas on Board

Bagi yang menggunakan maskapai full service seperti Garuda, Sriwijaya dan Batik akan diberikan snack dan air minum/ refreshment di atas pesawat. Refreshment ini sudah included di harga tiket dan tidak ada biaya tambahan. Untuk perjalanan yang lebih dari satu jam atau melewati jam makan, biasanya Garuda akan menyediakan makan berat.

Bagi yang membeli tiket penerbangan maskapai low cost carrier seperti Citilink, Air Asia dan Lion Air, maka makanan dapat dibeli saat pramugari melakukan penawaran. Citilink dan Air Asia menyediakan daftar menu di saku kursi.

Bagi penumpang Air Asia dan Citilink yang membeli kursi khusus (dengan tambahan biaya), juga akan diberi minuman dan snack.

Tata Cara Evakuasi

Tata cara evakuasi akan diperagakan oleh pramugari dan pramugara, namun ada baiknya teman-teman juga membacanya di kartu petunjuk keselamatan yang disediakan di saku kursi (berada di depan penumpang).

Yang terutama, perhatikan apakah sabuk pengaman kita terpasang dengan baik dan juga lokasi pintu atau jendela darurat.

Barang Bawaan

Penumpang hanya diperkenankan membawa barang bawaan ke pesawat dengan ukuran yang dibatasi. Lebih dari itu maka barang harus dimasukkan ke dalam bagasi. Penyerahan bagasi dilakukan saat melakukan cek in di konter cek in. Dan dapat diambil secara mandiri di terminal kedatangan pada lokasi pengambilan bagasi berupa sabuk berjalan.

Pastikan barang bawaan tersebut tidak tertukar dengan memeriksa nomor pada stiker yang ditempel di barang dengan yang kita miliki di boarding pass.

Barang yang penumpang bawa ke dalam pesawat harus diletakkan di dalam kompartemen atas, atau di bawh kursi. Tidak boleh diletakkan di lorong.

Mohon diperhatikan juga barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa di dalam pesawat pada ketentuan bagasi.

Hal-hal Lain yang Penting

Anak yang usianya di atas dua tahun harus membeli tiket tersendiri. Anak di bawah usia 2 tahun, wajib membeli tiket infant, namun belum mendapat kursi terpisah. Jadi masih harus dipangku oleh orang tuanya/ pendamping.

Cara naik pesawat lainnya bisa dibaca di artikel 101 terbang bersama bayi. Jika ada yang belum jelas tentang tata cara naik pesawat bagi pemula, feel free untuk meninggalkan pertanyaan di komentar ya, supaya nanti bisa saya tambahkan.

Terimakasih. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share