Cara Naik Pesawat Bersama Bayi 101

Cara naik pesawat bersama bayi, memang gampang-gampang susah. Tapi berdasarkan pengalaman saya kurang lebih satu tahun pulang pergi tiap dua minggu sekali Jakarta Surabaya naik pesawat bawa bayi, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar perjalanan menjadi ringkas. Hal ini tentunya juga bisa diterapkan saat mudik naik pesawat bareng bayi, atau traveling bersama bayi di kesempatan lain.

Disclaimer: Artikel ini berdasarkan pengalaman saya selamai ini. Syarat dan ketentuan dari maskapai dan bandara bisa berubah sewaktu-waktu.

tips bawa bayi naik pesawat bersama bayi
Suami, saya dan Gayatri di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta

Saya harap pengalaman saya ini bermanfaat ya….

Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

1 . Pemilihan maskapai pesawat dan tempat duduk.

Yang seringkali terlewatkan saat mempersiapkan perjalanan bersama bayi adalah pemilihan maskapai. Pertimbangan yang utama biasanya adalah biaya ya. Namun, kenyamanan seharusnya pun tidak boleh dinomor duakan.

Kenyamanan maskapai mahal belum tentu lebih baik daripada maskapai low cost loh. Saya pernah membandingkan beberapa maskapai di kelasnya pada artikel-artikel sebagai berikut:

Perbandingan maskapai low cost.

Perbandingan maskapai full service.

Selain kenyamanan, yang paling penting dipertimbangkan saat memilih maskapai adalah: apakah maskapai tersebut memberikan izin kepada penumpang yang membawa bayi/ infant untuk melakukan online/ web checkin.

Karena beberapa maskapai seperti Garuda dan Sriwijaya tidak mengizinkan penumpang dengan infant untuk melakukan web checkin.

Hal ini perlu dipertimbangkan, karena web checkin akan mempersingkat waktu tunggu di bandara. Yang mana, akan lebih nyaman bagi penumpang dengan bayi. Nunggu lama di bandara, bareng bayi, itu kurang nyaman loh. Walaupun di lounge, walaupun se-kids-friendly apapun, kalau saya better sudah checkin online dulu.

Checkin online juga memungkinkan penumpang yang membawa bayi untuk memilih tempat duduk yang senyaman mungkin, sedini mungkin.

Memang beberapa maskapai seperti Air Asia dan Citilink, memperbolehkan untuk upgrade seat di atas pesawat dengan biaya tambahan, tetap saja jika masih tersedia seatnya. Jadi better persiapan si kalau saya.

Pastikan juga membaca cara naik pesawat dari web maskapai masing-masing untuk memastikan ada tidaknya peraturan khusus.

2 . Barang bawaan.

Jumlah barang bawaan tergantung lamanya vakansi dan juga jumlah orang yang berangkat tentunya. Kalau saya hanya berpergian berdua dengan Gayatri, saya akan lebih ngrepress barang bawaan, dibandingkan saat bepergian dengan suami.

Tujuannya tentu demi kepraktisan. Apalagi sekarang biaya bagasi untuk maskapai lowcost dibebankan ke penumpang ya…..

Untuk yang pertama kali berpergian naik pesawat bersama bayi, saya ingin kasih gambaran. Yang pertama harus dibawa adalah diaper bag, dimana kita bisa mengambil keperluan bayi dengan ringkas dan cepat. Jadi isinya hanya keperluan bayi selama dalam perjalanan. Sementara pakaian bayi dan orang tua selama liburan, wajib dipisahkan dalam tas kedua, dst.

Daftar isi diaper bag yang menurut saya harus dibawa saat anak usia di bawah satu tahun saya tulis di daftar barang bawaan.

Ada tiga tempat untuk meletakkan barang bawaan saat bepergian dengan pesawat:

  1. Di bagasi pesawat, untuk bawaan yang banyak dan berat. Kita bisa menitipkan barang saat melakukan checkin. Pilihan ini paling saya tidak sukai, karena proses pengambilannya di bandara tujuan, biasanya cukup lama.
  2. Di kompartemen kabin (di atas tempat duduk). Jika memutuskan untuk memilih tempat ini, yang harus dipertimbangkan adalah,pilih tas yang paling mudah dibawa, mengingat nanti kita akan menggendong bayi, menenteng diaper bag dan membawa tas berisi pakaian lain. Saya dan suami biasanya memilih travel bag yang bisa dipanggul di punggung (backpack).
  3. Di bawah kursi penumpang depan kita. Tempat ini relatif kecil, jadi biasanya saya taruh diaper bag saya di sini. Untuk memudahkan saya juga mengambil barang bayi yang dibutuhkan saat on board.

Paketin sebagian.

Pilihan saya lainnya (demi kepraktisan) apabila harus membawa bayi dalam perjalanan hanya berdua, adalah memaketkan barang bawaan. Supaya bawaan saya ringkas, hanya perlu gendong bayi dan nenteng diaper bag saja.

Memang jadi ada biaya tambahan, namun dalam kacamata saya, pilihan ini juga lebih aman. Karena konsentrasi kita tidak terpecah untuk mengawasi barang-barang yang banyak. Jadi kita bisa fokus untuk mengawasi anak dan keselamatan diri.

Stroller boleh dibawa ke pesawat?

Stroller yang boleh di bawa ke dalam kabin pesawat, setahu saya adalah yang bisa dilipat seukuran diaper bag. Kecil gitu. Pliko gitu. Selain itu, harus masuk bagasi.

3 . Tips saat di atas pesawat.

Yang paling sering ditanyakan adalah bagaimana tips agar anak tidak rewel di atas pesawat. Sebenarnya sebagai ibu, kita pasti mengenal anak kita ya, jadi kebiasaan sehari-harinya saja diadaptasi.

Yang pasti orang tuanya harus tenang ya. Sama-sama menjaga mood. Terutama mood ibu, karena akan berpengaruh ke anak. Jangan saling menyalahkan jika ada kejadian yang kurang menyenangkan. Karena yaaaa, namanya juga traveling sama bayi, ada aja kejadiannya hihihi….

  1. Bawa mainan kesayangan, tapi yang praktis. Misalkan anak senang nonton video, ya boleh dikasih. Atau senang mainan boneka, ya bawa bonekanya. Kalau senang baca buku, ya dibawa bukunya.
  2. Perlukah ear muff? Kalau pengalaman saya si tidak perlu ya. Saya sudah coba ear muff dan ear bud, untuk Gayatri, dia malah jadi ribet sendiri dan tidak nyaman. Jadi saya nggak pernah kasih lagi. Untuk menghindari rasa sakit di telinga saya menggunakan tips berikut:
  3. Untuk menghindari sakit telinga pada bayi saat naik pesawat, saya biasanya kasih minum susu (nenen) terutama saat take off dan landing. Proses mengenyot dan menelan air susu akan meringankan tekanan di telinga. Sama seperti kalau kita mengemut permen.
  4. Terkait dengan hal tersebut, pakaian yang nyaman untuk menyusui wajib digunakan.
  5. Menggunakan seat belt. Jika bayi tidak nyaman saat menggunakan seat belt (yang dikaitkan ke tubuh ibu), tanyakan ke pramugari apakah diizinkan untuk menggunakan gendongan. Dulu saya satu dua kali pernah diizinkan menggunakan gendongan SSC dan hipseat alih-alih seat belt. Namun pernah juga tidak diizinkan.
Saya dan Gayatri di Bandara Adi Sucipto

4 . Tentang kesehatan bayi saat naik pesawat.

Perlukah surat sehat? Pengalaman saya selama ini, tidak pernah dimintai surat sehat saat membawa bayi naik pesawat. Namun ada baiknya, untuk bayi yang masih sangat kecil, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak langganan terlebih dahulu.

Bagaimana saat membawa bayi sedang pilek?

Saya pribadi pernan membawa bayi yang sedang pilek (common flu) naik pesawat. Tentu setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anaknya ya. Yang patut diwaspadai saat membawa bayi saat pilek, adala rasa sakit yang bisa terjadi di telinga karena tekanan di ketinggian.

Saya sendiri yang orang dewasa saja kalau sedang pilek, sering merasa sakit saat naik pesawat. Apalagi anak kan. Yang lebih membuat saya khawatir adalah takut mengganggu pendengarannya si. Itu yang lebih fatal. Oleh karena itu biasanya saya minta pendapat dokter. Kalau dokter oke, kondisi pileknya tidak parah, baru saya berangkat.

Kalaupun tetap berangkat, ada beberapa hal yang biasa kami lakukan untuk mengurangi rasa sakit di telinga. Poin-poin berikut juga adalah tips dari dokter kami, namun tentu tidak menggantikan judgement dari DSA teman-teman ya….

  1. Menyusui sepanjang perjalanan naik pesawat, jika dimungkinkan. Namun utamanya saat take off dan landing.
  2. Konsumsi obat pelega hidung tersumbat, yang diresepkan DSA.
  3. Menggunakan pakaian hangat.
  4. Memberikan minuman hangat saat akan naik, atau di atas pesawat jika dimungkinkan, untuk anak di atas 6 bulan.
  5. Mengolesi dada, leher dan punggung dengan balsam bayi/ minyak telon, untuk melegakan pernapasan. Saya biasanya pakai transpulmin.
  6. Rutin menggunakan nassal cleaner, terutama saat akan naik pesawat. Saya menggunakan sterimar.
  7. Menggunakan penyedot ingus. Pokonya memastikan saat akan naik pesawat hidungnya bersih dari ingus.
  8. Konsultasi dengan dokter is a must!

5 . Related Post

Pengalaman memalukan saat naik pesawat bareng bayi.

Pengalaman bawa bayi usia 4 bulan naik pesawat.

Pengalaman bawa bayi usia 9 bulan naik pesawat.

Sekian sharing kali ini. Cara naik pesawat bagi penumpang yang pertama kali terbang, akan saya bahas di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Pengalaman Pulang Kampung Naik Bus Bareng Bayi

Tidak bisa ditampik, kebutuhan akan moda transportasi bus masih besar ya. Apalagi yang punya kampung halaman seperti saya, Pati. Yang tidak punya stasiun maupun bandara, dan letaknya nanggung banget.

Perjalanan dari Surabaya ke Pati, via darat adalah 6 – 7 jam, perjalanan santai. Kalau naik pesawat saya harus turun di Semarang, berarti perjalanan dari rumah ke bandara 30 menit, waktu tunggu sekitar satu jam, plus perjalanan udara kurang lebih satu jam, tambah bandara Semarang ke Pati (ke rumah saya) bisa sampai 3 jam. Jadi totalnya 5,5 jam. Beda tipis total waktu perjalanan, namun biayanya selisih jauuuuh. Demikian juga kalau naik kereta, stasiun terdekat juga ada di Semarang.

2019-02-19 05.18.21 1-1024x1024

Maka dari itu, sebenarnya saya paling prefer naik mobil pribadi. Dengan catatan, suami sedang fit, dan liburan kami cukup lama. Kalau suami sedang kurang enak badan ditambah lagi liburan hanya sebentar. Saya kok kasihan sama dia kalau harus nyetir PP tanpa istirahat. Saya nggak bisa nggantiin nyetir soalnya, wkwkwk.

Jadi kalau kondisinya begitu, alternatifnya adalah naik bus atau travel.

Di artikel traveling bareng bayi sebelumnya ada yang bertanya pada saya tentang tips perjalanan membawa bayi 4 bulan naik bus. Jujur saja saya tidak pernah bawa bayi usia segitu ya naik bus. Namun, saya pernah bawa Gayatri naik bus, perjalanan kurang lebih 7 jam naik bus, untuk pulang kampung, saat usianya satu tahun. Walaupun tidak bisa menjawab pertanyaan di artikel sebelumnya, saya tetep kepikiran mau sharing pengalaman tersebut, siapa tahu bermanfaat buat teman-teman yang lain yaaaakkk….

Berikut adalah cerita perjalanan sekaligus tips dari saya….

1 .  Cari Teman Seperjalanan

Jujur, kalau saya pribadi, belum berani naik bus bareng bayi sendirian. Naik pesawat si sering ya, tapi kalau bus, saya masih keder euy. Karena beda banget ya, antara naik pesawat, naik kereta maupun naik bus.

Kalau di atas pesawat atau kereta, kita punya support system seperti pramugari/ pramugara. Sementara kalau di bus tidak ada. Selain itu, di bus dan terminal, frekuensi orang keluar masuk sangat banyak. Tidak seperti bandara dan stasiun yang dibatasi dengan boarding pas. Hal itu tentu akan membuat kondisi di bus/ terminal lebih rawan dibandingkan dengan bandara/ stasiun.

Kondisi membawa bayi, tentulah akan mengurangi konsentrasi kita terhadap lingkngan sekitar. Sehingga adanya teman seperjalanan atau pendamping akan membuat kita lebih nyaman, aman dan juga bisa fokus mengurus anak.

2019-02-19 05.18.22 1-1024x1024

2 . Beli Tiket di Agen yang Terpercaya

Nah, kalau ini pengalaman pribadi jaman kuliah. Jadi waktu itu pertama kali saya naik bus dari Jakarta menuju Pati. Dan karena kurang pengalaman dan juga agak lugu-lugu bloon gitu, saya dibohongin calo dong. Dibohongin harga si masih mending ya, tapi ini tujuannya juga bedaaaaa! Parahnya saya nggak dikasih tiket, saat itu juga iya-iya aja. Dan diarahkanlah saya naik bus arah Solo.

Ingin ku memaki. Tapi kebodohanku sendiri juga si. Hahaha…. Ya namanya juga pengalaman pertama.

Dan ternyata ada satu keluarga juga yang mengalami hal yang sama di bus tersebut. Calo tidak sopan!

Pengalaman yang mirip, juga kami rasakan. Nyari tiket bus, untuk yang tidak terbiasa naik bus dan tidak kenal agen memang agak agak repot ya. Soalnya kadang agennya tu nggak bisa online. Kalau nggak punya nomor telepon mereka, ya kudu ke terminal. Wasting time.

Waktu itu saya perginya di pertengahan 2018. Belum tahu kalau bus sekarang pun bisa dibeli via website pemesanan tiket online seperti Traveloka. Padahal info tentang ini sudah ada sejak Maret 2018 di Kompas. Duh, kemana aja si guweee! So, saya mau infokan ke temen-temen tentang ini. Kalau mau bepergian naik bus, coba deh beli di web-web seperti ini. Jauh lebih tenang dan nggak kena calo.

3 . Pastikan Jam Keberangkatan

Terkait hal ini kami juga punya pengalaman kurang enak ni. Jadi setelah memesan tiket via agen, kami dapat jam keberangkatan jam 10 pagi kalau tidak salah. Ternyata agennya datanya nggak akurat dong. Jadi jam tersebut sudah penuh armadanya, dan kami dioper ke jadwal lain. Hmmmm….

Salah kami juga si, take it for granted ya, karena kami pikir semua agen pasti profesional. Jadi omongannya bisa dipegang walaupun kami belum cetak tiketnya di loket. Ternyata ya walau sudah reservasi, tapi kalau belum datang, bisa ditikung penumpang lain juga. Pengalaman yak…. Hihihi….

Untungnya jam penggantinya tidak jauh-jauh amat. Setelah beberapa saat menunggu, sambil deg-deg-an, akhirnya kami berangkat.

Terkait dengan poin di atas, kalau pesan via agen, sekali lagi, pastikan ambil tiketnya sebelum hari H lengkap dengan keterangan waktu keberangkatan ya. Jangan hanya mempercayai obrolan dengan agen via telepon.

Kalau pesan via Traveloka si uda relatif aman ya. Karena ada jaminan keberangkatan. Pilihan jamnya juga sudah pasti di aplikasi.

Misalkan saja dari kota Wonogiri ke kota Jakarta, kita sudah memilih PO Sedya Mulya, ni. Tinggal pilih dan order jam yang available yang tertera di aplikasi. Atau bisa juga memilih kota keberangkatan ke kota tujuan yang lain, PO lain dan jadwal keberangkatan lain, semuanya jelas. Nggak ada kira-kira, seperti yang saya alami di atas.

4 . Bawalah Perbekalan

Di terminal Bungur Asih, dari tempat drop off ke bus kita harus berjalan kaki. Jadi penting untuk memastikan barang bawaan seringkas dan seringan mungkin, namun tetap sekomplit mungkin. Kalau saat naik pesawat atau bawa kendaraan pribadi, teman-teman terbiasa bawa koper, saya menyarankan untuk menggantinya dengan travel bag yang bisa dicangklong di punggung.

Bawaan bayi wajib dipisahkan ya di tas tersendiri (diaper bag) supaya tidak perlu bongkar bagasi hanya untuk mengambil minyak telon, misalnya.

Yang wajib dibawa dalam diaper bag, saat melakukan perjalanan membawa bayi naik bus adalah:

  • obat-obatan, minyak telon, dan printilan lain terkait P3K bayi,
  • makanan; snack dan juga makanan berat,
  • pakaian ganti; untuk bayi dan orang tua minimal satu stel, jaga-jaga kalau ada yang muntah,
  • tisu; basah dan kering,
  • diapers,
  • air minum,
  • kaus kaki,
  • handuk kecil,
  • hand sanitizer.

Related post: Tips Menjaga Kesehatan Bayi Saat Traveling

naik bus bareng bayi

5 . Ambil Hikmah dan Nikmati Perjalanan!

Nah, di luar pengalaman kurang menyenangkan dengan agen tadi, sebenarnya perjalanan menggunakan bus cukup menyenangkan ya. Terutama karena Gayatri saat itu (usia kurang lebih 18 bulan) sangat excited. Bagaimana tidak, naik “mobil” yang ukurannya berkali-kali lipat dengan ukuran “mobil” yang biasa dia naiki, membuat dia amazed. Wkwkwk…. Dasar anak kecil!

Ketinggian bus dibanding kendaraan lain, juga membuat Gayatri punya pengalaman sudut pandang yang berbeda terhadap jalan raya. Fun banget lah! Kebetulan armada yang kami naiki juga sangat nyaman. Jadi ketidaknyamanan di masalah ticketing tadi terhapuslah sudah.

Saat sampai di kota tujuan, semua juga happy, termasuk suami saya, karena bisa beristirahat dalam perjalanan. Jadinya kami bisa langsung beraktivitas keesokan harinya, untuk berkunjung ke rumah saudara.

Sekian sharing dari saya, semoga ada manfaatnya yaaa!

Salam sayaaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Menjaga Kesehatan Bayi saat Liburan

Setelah liburan akhir tahun kemarin, saya sempat bikin stories di Instagram tentang Traveling Bareng Bayi. Di situ saya juga bertanya tentang tantangan apa sering dirasakan oleh teman-teman saya saat membawa bayi berpergian. Response-nya lumayan rame ya. Dari response DM dan komen teman-teman tersebut, saya rangkum ke dalam 10 Tantangan Membawa Bayi Traveling.

10 Tantangan Membawa Bayi Traveling adalah sebagai berikut:

  1. Bocah badmood,
  2. Minta jajan mahal,
  3. Pup di celana,
  4. Anak sakit,
  5. Susah nemu toilet,
  6. Anak pecicilan,
  7. Barang bawaan banyak,
  8. Susah makan,
  9. Masalah jadwal,
  10. Teman seperjalanan rempong.

Tiap keluarga pasti tantangan utamanya bisa berbeda-beda yak…. Seperti saya pribadi saya tidak akan terlalu memusingkan poin 9. Masalah jadwal, karena saya memang tidak pernah strict dengan jadwal ataupun itienary. Ataupun poin 10. Teman seperjalanan rempong, ya karena seumur-umur teman seperjalanan saya cuma suami saya dan Gayatri, anak saya.

2019-01-03 12.37.14 1-1024x768

Buat saya pribadi, horor dari segala horor saat liburan bareng bayi adalah yang poin 4: BAYI SAKIT.

Tahun ini saya dan Gayatri sempat tiga kali liburan. Yang pertama saat lebaran, ke rumah Eyang Akung dan Gayatri kena cacar air. Yang kedua, staycation aja di Bogor dan Gayatri harus opname karena Pneumonia. Memang sakitnya nggak yang parah, karena sudah vaksin. Tapi tetap aja bikin mamak sedih serta mengacaubalaukan seluruh rencana liburan….

Syukurlah pada liburan ketiga, liburan yang terakhir ini, liburan akhir tahun. Puji Tuhan, Gayatri sehat wal a fiat. Liburan jadi seru banget dah kalau sehat gini.

Tapi sehatnya Gayatri di liburan terakhir ini bukannya tanpa usaha loh. Kami prepare benar-benar, supaya pengalaman buruk anak sakit saat liburan tidak terulang. Berikut saya coba share apa ikhtiar yang kami lakukan ya…. Semoga sharingnya bisa bermanfaat juga bagi teman-teman….

1. Menjaga daya tahan tubuh anak.

Menjaga daya tahan tubuh anak ini gampang-gampang susah ya. Tapi yang pasti sumbernya adalah dari makanan serta istirahat yang cukup. Khususon buat anak saya karena pasca penyembuhan, jadinya sama dokter ditambah suplemen dan prebiotik.

Kira-kira tips terkait menjaga daya tahan tubuh anak seperti ini ya:

a) Sebelum Liburan

Praktiknya, sebelum liburan, Gayatri jadi sering saya kasih buah-buahan lebih dari biasanya. Buah-buahannya si sebenarnya tidak istimewa-istimewa amat ya; pepaya, jeruk dan tomat. Tapi yang pasti ketiga buah ini favorit Gayatri dan banyak vitamin C-nya untuk ngeboost imun.

Pokoknya sebisa mungkin, kami siapkan kondisi tubuhnya dalam kondisi seprima mungkin menyambut liburan. Puji Tuhan, liburan yang terakhir itu, bahkan pilek pun enggak loh! Mamak so proud dan puas sama hasil persiapannya deh.

2019-01-10 12.38.00 1-1024x768

b) Bekal saat Liburan

Kalau saat liburan, kami jaga asupan makannya dengan membawa beberapa bekal dalam 3 wadah. Yang pertama cemilan berat yang padat gizi seperti arem-arem, telur rebus, mie goreng sayur, ikan goreng, baceman atau pastel. Yang kedua isinya sereal. Dan wadah ketiga kosong. Hehehehe…. Itu jaga-jaga kalau pas di tempat makan, Gayatri ga mau makan jadi bisa bungkus dimakan di jalan. Plus juga selalu bawa susu UHT buat tambahan.

Pokoknya perut jangan sampai kosong deh. Tapi jangan juga jajan sembarangan.

2. Melindungi agar tidak ada kuman yang mendekat.

Kalau dari dalam sudah kuat, yang perlu diwaspadai adalah kuman-kuman yang datangnya dari luar tubuh anak ni. Hal ini kelihatannya sepele tapi ini yang paling diwanti-wanti sama dokter, mengingat Gayatri masih dalam masa perlindungan 1000 hari pertamanya. Kekebalan tubuhnya masih perlu dijaga banget.

Dokter selalu menekankan walaupun sudah vaksin, anak tetap berisiko tertular penyakit yang berasal dari virus dan bakteri ya. Hanya saja memang dampaknya nggak separah kalau nggak divaksin.

Nah, kalau liburan kan di tempat umum, kita nggak bisa mengontrol lingkungan kita. Jadi semaksimal mungkin apa yang melekat di badanlah yang harus dijaga kebersihannya benar-benar dengan menggunakan produk yang mengandung antibakterial namun tetap aman bagi kulit bayi.

2019-01-10 12.37.58 1-1024x768

Yang kami lakukan adalah:

  1. Mandi sesegera mungkin saat sampai di tempat tujuan. Kadang kan karena sudah lelah atau sampainya malam hari, jadinya menunda mandi. Padahal ini penting, supaya kumannya tidak menemani anak bobok.
  2. Cuci tangan sebelum makan, saat di perjalanan.
  3. Mencuci pakaian segera saat terkena kotoran.

Poin ketiga ini yang baru kami terapkan akhir-akhir ini. Iyakkkk, selama liburan walaupun di penginapan kami mencuci baju ya. Hal ini terutama kalau dalam perjalanan, Gayatri muntah atau pupup di celana. Nggak perlu nunggu sampai penginapan, pasti akan langsung kami cuci di toilet terdekat. Soalnya bawa pakaian yang kena kotoran demikian kan iyuuuuhhh ya….

Yang pertama pasti karena baunya. Yang kedua, biar ga melekat nodanya di pakaian. Lalu yang ketiga yang paling penting terkait kesehatan anak ya karena kuman dan virus itu loh. Serem kan bawa bibit penyakit kemana-mana….

Awalnya dulu saya mikir ribet ya. Kudu nyuci di tengah perjalanan, atau segera setelah sampai penginepan. Kan maunya ya nikmati aja liburan gitu ya…. Tapi setelah dijalani, ternyata nggak seribet itu kok. Malahan jadi lebih enak suasananya pas pulang karena nggak bawa cucian numpuk. Lagipula juga karena udah nemu deterjen khusus bayi yang travel friendly si…. Si Sleek Baby Laundry Travel Wash. Jadi kegiatan nyuci jadi lebih praktis.

Nanti di bagian bawah artikel, aku bahas lebih lanjut tentang produk ini ya….

2019-01-10 12.38.02 1-1024x768

3. Persiapan Psikologisnya.

Kata orang bijak, hati yang gembira adalah obat. Jadi kalau hatinya senang selama perjalanan, anak juga akan sehat. Jadi segala itienary dalam perjalanan semua akan menyesuaikan moodnya anak. Terutama kalau anak mengantuk, ya disegerakan waktu untuk beristirahat.

Selain itu, sebelum berangkat, jauh-jauh hari kami sudah sounding ke anak kalau kami akan mengadakan perjalanan. Nanti naik apa. Misal naik pesawat, maka akan disounding kalau naik pesawat nanti pas take off dan landing harus nenen yaaa…. Atau kalau naik mobil, disounding juga kalau perjalanannya akan sedikit lama ya, dll. Biasanya sih hal-hal seperti ini akan membuat Gayatri lebih siap dan tidak rewel di perjalanan. Tidak rewel sama dengan happy sama dengan sehat. Yeay!

Resume

Demikian tiga hal yang menurut saya harus banget dipersiapkan untuk menjaga kesehatan anak saat liburan:

  1. Menjaga daya tahan tubuh anak, sebelum dan selama perjalanan dengan makanan dan istirahat yang cukup.
  2. Melindungi dari kuman dan bakteri penyebab penyakit yang mendekat.
  3. Persiapan psikologis agar anak tetap happy selama perjalanan.

Kalau teman-teman apakah ada tips lain? Feel free untuk meninggalkan komen ya….

Berikut sesuai yang saya bilang di atas, saya mau kasih bonus review produk bayi yang travel friendly: Sleek Baby Laundy Travel Wash.

Review Sleek Baby Laundry Travel Wash

Sebenarnya seperti foto di atas, rangkaian produk Sleek Baby yang bisa kita bawa traveling itu bermacam-macam. Empat di antaranya: 1) Sleek Bottle, Nipple & Accessories Cleanser untuk mencuci peralatan bayi, 2) Sleek 2 in 1 Hair & Body Liquid Soap untuk mandi dan keramas, 3) Sleek Antibacterial Diaper Cream untuk mencegah dan mengobati ruam serta yang keempat 4) Sleek Baby Laundry Travel Wash.

Saya mau review produk yang keempat saja ya…. Soalnya menurut saya produk ini masih banyak yang belum familiar dibanding tiga produk lain, padahal ini unik dan bermanfaat banget.

2019-01-10 12.37.56 1-1024x1365

What i love:

1 . Fitur antibacterial.

Dalam keterangan di bagian belakang kemasan, disebutkan bahwa produk ini efektif mematikan Staphylococcus aureus yang biasanya menyerang saluran pernapasan atas dan kulit, Pseudomonas aeruginosa yang merupakan penyebab utama pneumonia dan mematikan kapang atau jamur.

Walaupun bakteri yang pertama disebutkan, Staphylococcus aureus, biasanya tidak menimbulkan penyakit dalam kondisi tubuh yang sehat, namun saat kondisi tubuh melemah, bakteri ini bisa menimbulkan penyakit. Jadi perlindungan ekstra saat perjalanan, dimana kondisi tubuh anak sering turun, lebih saya pilih dan tidak saya sepelekan, mengingat dua kali pengalaman buruk, Gayatri sakit saat perjalanan.

Better worry than sorry lah….

2 . Kemasannya yang sangat travel friendly, bentuknya tube.

Kesan pertama saat melihat produk Sleek Baby Laundry Travel Wash ini adalah kemasannya beda dari yang lain! Bentuknya tube seperti kemasan diaper cream. Saya baru lihat produk dengan kemasan seperti ini si. Enaknya kemasan seperti ini adalah: 1) tidak mudah tumpah, 2) mudah dipegang saat mengeluarkan produk, 3) ukurannya kecil (100 ml) sehingga tidak memakan tempat. Saya bisa menyelipkannya di diaper bag, atau di kantung belakang kursi mobil. Just in case, ada yang perlu di cuci mudah diraih dan tidak perlu bongkar koper. Bahkan kalau mau ngacir ke toilet pun bisa masuk ke dalam saku celana jeans.

2019-01-10 12.38.01 1-1024x768

3 . Dinyatakan aman bagi bayi.

Lulus dermatology test di labolatorium yang terakreditasi, sehingga tidak menyebabkan iritasi di tangan maupun saat pemakaian. Untuk yang concern terhadap kandungan paraben, produk ini Paraben Free. Memiliki izin Kemenkes RI dengan nomor PKD 20202510444.

4 . Efektif menghilangkan noda.

Mengandung ekstrak jeruk nipis, sehingga efektif menghilangkan noda muntah, lemak, noda kekuningan akibat pup maupun noda makanan. Semakin segera dicuci nodanya, maka akan semakin mudah hilang.

Cara pemakaian: Larutkan 1-2 sendok makan ke dalam 5 liter air, rendam selama 30 menit lalu kucek. Jika dalam perjalanan dapat pula langsung menuang sedikit produk ke bagian yang terkena noda lalu dikucek dan bilas.

5. Produknya berbentuk gel kental.

Nah ini juga unik ni. Biasanya kan sabun cuci baju bentuknya liquid yang cair ya…. Kalau yang ini tu seperti pasta gigi gel. Jadi nggak menetes walaupun tubenya terbuka. Tapi tetap mudah dikeluarkan kok dengan sedikit dipencet. Savior banget kan. Saya tidak kawatir sabun ini akan tumpah dan mengotori barang bawaan lainnya di diaper bag. That’s why tadi saya bilang ini produk pas banget kalau disebut Travel Wash, ya karena travel friendly banget.

Kebiasaan masa lalu bawa detergen sachet ataupun mindahin detergen ke botol kecil bisa ditinggalkan ya ibuk ibuuuukkk…. Hihihi….

Harganya: Sekitar Rp 12.000,00

Where to buy: Lebih mudah ditemukan di olshop. Atau pantau cek IG @SleekBaby_id dan FB : @SleekBaby yaa!

Waaahhh, nggak nyangka panjang juga ni cerita kali ini. Saya berharap sharing kali ini bermanfaat ya teman-teman…. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share