Review Sabun Cuci Peralatan Bayi, Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser

Kali ini saya mereview produk sabun cuci peralatan bayi baru yaitu Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser. Produk sabun cair ini bisa digunakan untuk mencuci perlengkapan bayi seperti botol susu, dot, alat makan, mainan bayi, maupun buah dan sayur ya. Karena produk sabun cuci ini food grade, jadi Nyonyah tidak perlu kawatir dengan keamanannya.

Pengalaman Menggunakan Sabun Cuci Peralatan Bayi dari Mama’s Choice

Mencuci Alat Pumping dan Botol Susu

Awalnya saya mencoba produk ini adalah saat Hayu, anak kedua saya yang masih usia beberapa hari, harus rawat inap di rumah sakit karena kuning. Otomatis saya harus menyediakan ASIP untuk diantarkan ke rumah sakit setiap dua jam sekali. Selama jadi pejuang pumping inilah, saya mencuci peralatan pumping saya dengan Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser.

Saya senang sekali pakai produk ini, karena selain bahan-bahannya diklaim aman, sudah BPOM (dan juga ada logo Halal MUI), produknya juga efektif sekali membersihkan peralatan pumping dan botol yang saya cuci. Tidak ada noda dan lemak ASIP yang tertinggal di lekukan-lekukan botol.

Seperti kita tahu, kalau sampai ada residu susu di botol kan bisa jadi tempat bersarang kuman dan bakteri ya. Bisa berpotensi bikin bayi diare atau sakit. Apalagi di usia anak saya yang masih newborn. Saya concern sekali dengan hal ini karena diare sangat berbahaya buat bayi.

Selain tidak ada noda ASIP, residu dari sabunnya sendiri juga sangat minim. Saya bilas dengan air, sabunnya bisa hilang dengan sangat mudah.

Related Post: Review Detergent untuk Baju Bayi

Mencuci Buah

Selain mencuci alat pumping dan juga borol bayi, saya sudah mencobanya untuk mencuci buah. So far, saya baru coba di buah mangga (musim mangga di Surabaya ni, jadi murmer, nyetoknya mangga mulu, wkwkwkwk). Terasa kalau bersih dan tidak ada bau sabun yang tertinggal, jadinya saya bisa makan mangga tanpa terganggu bau sabun.

Hal-hal seperti ini tentu saja membuat ibu jadi lebih tenang ya. Bisa dibilang, sesuai misi Mama’s Choice, produk sabun cuci peralatan bayi ini berhasil #KurangiWorry saya sebagai ibu.

Berikut adalah info dan review produk ini lebih lanjut.

Review Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser

Deskripsi Perlengkapan Bayi

Pada kemasan produk disebutkan bahwa produk sabun cair ini cocok digunakan untuk mencuci berbagai peralatan bayi hingga buah dan sayuran. Selain itu, terdapat klaim lainnya sebagai berikut:

  • Efektif menghilangkan residu ASI/ susu formula,
  • Memiliki formula antibakterial (membunuh bakteri),
  • Food grade,
  • Dinyatakan Halal oleh MUI (terdapat logo halal),
  • Izin edar Kemenkes RI PKD 20310020208.

Info lebih lanjut tentang produk Mama’s Choice bisa temen-temen dapatkan di www.mamaschoice.com atau cuss cek Instagramnya di @mamaschoice.

Kemasan

Kemasan berbentuk botol 500 ml dengan pump yang memudahkan saat mengeluarkan produk sabun cair. Saya belum tahu, apakah sudah ada kemasan refillnya atau belum. Semoga saja sudah ada atau segera ada ya…. Supaya bisa melakukan isi ulang produknya.

Ingredients

Saat mencari tahu tentang produk ini, saya menemukan info dalam website mamaschoice.id jika dalam produk ini terdapat kandungan tea tree extract (yang berfungsi sebagai antibacterial agent alami – produk ini tidak mengandung Triclosan) dan terdapat kandungan natural saponine yang secara aman membersihkan dan mengangkat noda.

FYI, natural saponine adalah bahan alami yang bersifat seperti sabun, sebagai pengganti SLS/ SLES, yang lebih aman bagi kesehatan. Produk ini juga tidak mengandung paraben sebagai pengawet.

Komposisi Baby Liquid Cleanser: cocamidopropyl betaine 7%, potassium cocoate 5%, lauryl glucoside 5%, glycerin 2%, tea tree extract 0,02%.

Tekstur & Bau

Tekstur sabun cuci Mama’s Choice ini cukup encer dan warnanya bening. Ketika dilarutkan dengan air, busanya tidak terlalu banyak. Namun, teman-teman perlu tahu, kalau sebenarnya yang membersihkan kotoran itu bukan busa sabun ya. Jadi tidak perlu banyak-banyakan busa, yang penting daya bersihnya.

Tekstur sabun yang encer dan busa yang tiak terlalu banyak menurut saya menguntungkan karena memudahkans aat pembilasan. Residu sabun mudah dibilas dan tidak tertinggal pada peralatan bayi.

Bau produknya sendiri mild, tidak terlalu kuat tapi cukup menyegarkan.

Aturan Pakai

  • Larutkan Mama’s Choice Liquid Cleanser dengan air secukupnya,
  • Gunakan spons atau sikat botol untuk membersihkan dengan maksimal,
  • Bilas dengan air mengalir hingga bersih.

Harga & Tempat Pembelian

Untuk setiap botol ukuran 500 ml, harganya Rp 49.000,00. Bisa dibeli di Shopee di official storenya Mama’s Choice.

Kalau temen-temen mau sekalian belanja produk kebutuhan ibu dan bayi, temen-temen bisa pakai kode voucher MAMANYM untuk mendapatkan diskon seesar Rp 25.000,00 dengan minimal belanja Rp 150.000,00. Ketik kode vouchernya di bagian Voucher Toko yaaa…. Jangan keliru di Voucher Shopee. Kalau misalnya bingung, temen-temen bisa DM aku aja di IG @nyonyamalas.

Just My 2 Cents: Higienitas Peralatan Bayi….

Sejak punya anak, terutama dalam usia-usia rentang balita, saya yang rada slebor ini memang jadi lebih perhatian dengan kebersihan dan juga bahan-bahan dalam produk yang digunakan. Saya rasa, teman-teman pun merasakan hal yang sama ya…. Wajar, karena bagaimanapun lebih baik mencegah daripada mengobati kan ya.

Related Post: Handsanitizer untuk Bayi dan Anak

Dan saya senang si, sekarang ada produsen produk bayi yang juga menunjukkan perhatian khusus yang sama dengan memproduksi peralatan bayi dan perlengkapan bayi yang aman secara bahan dan juga nyaman saat digunakan.

Sekian sharing pengalaman dan review sabun cuci peralatan bayi Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser dariku, semoga bermanfaat yaaaa! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Asam Lambung Naik Bisa Bikin Bau Mulut, Kok Bisa?

asam lambung naik bikin bau mulur

Bau mulut tuh ngaruh banget sama berkaitan dengan rasa percaya diri, buat saya. Dulu pernah mengalami bau mulut, trus auto merasa nggak pede karena merasa diri jorok gitu. Saya jadi minder ketika harus berbicara di tengah diskusi, atau bahkan sekedar ngobrol sama temen. Padahal pekerjaan saya dulu mau nggak mau harus ketemu dan ngobrol dengan banyak orang. Ngganggu banget.

Memang sih, permen atau produk pengharum mulut sudah banyak dipasaran. Namun, kayanya saya nggak akan mau terus mengkonsumsinya seumur hidup? Maksudnya, itu kan hanya seperti menutup-nutupi bau ya. Sementara yang saya ingin lakukan adalah menghilangkan bau mulut. Untuk itu, pertama-tama yang harus diketahui terlebih dahulu mengenai apa penyebabnya. Awalnya saya sempat bingung karena saya merasa termasuk orang yang rajin menjaga kebersihan gigi. Namun, ternyata bau mulut tidak hanya tergantung pada kebersihan mulut dan gigi saja loh.

Faktor lain penyebab bau mulut adalah naiknya asam di lambung menuju kerongkongan bahkan menuju mulut. Ketika asam lambung naik, biasanya seseorang akan mengalami beberapa keluhan, seperti rasa terbakar, lemas, dan sebagainya Nah, selain itu, bau mulut yang mengganggu pun menjadi tambahan keluhan yang tidak dapat dihindari.

Kesannya kaya nggak nyambung ya, kok asam di lambung bisa bikin bau di mulut???? Nah, berikut penjelasan mengapa asam lambung naik bisa menyebabkan bau mulut? Yuk simak selengkapnya.

asam lambung naik bikin bau mulur

Apa itu Penyakit Asam Lambung Naik?

Kondisi asam lambung naik disebut juga dengan penyakit GERD (gastroesophageal Reflux Disease). Naiknya asam lambung dapat disebabkan oleh adanya beberapa pemicu yang membuat sfingter esofagus rusak sehingga isi perut kembali menuju kerongkongan, bahkan mulut.

Mengapa Asam Lambung Naik Bisa Bikin Bau Mulut?

Asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School,  Chin Hur, MD, MPH, mengatakan bahwa naiknya asam lambung dapat menyebabkan terjadinya bau mulut. Pada sebagian penderita asam lambung atau GERD, GERD dapat terjadi karena adanya makanan yang tidak bergerak secara normal di dalam perut. Kondisi ini membuat makanan membusuk sehingga menimbulkan bau mulut. Jika makanan tersebut dimuntahkan, maka akan terjadi bau mulut.

Bau mulut tersebut berasal dari bau asam dan empedu yang telah bercampur pada makanan yang berasal dari perut. Selain itu, Makanan tersebut telah bas di dalam perut hingga menambah bau yang timbul pada mulut.

Cara Mencegah Asam Lambung Naik

1 . Mengubah Gaya Hidup

Asam lambung naik dan gaya hidup adalah dua hal yang saling berkaitan. Seseorang yang memiliki gaya hidup buruk seperti merokok, minum alkohol atau terlalu sering minum kopi akan memiliki risiko asam lambung naik yang lebih tinggi. Nikotin yang terdapat dalam rokok dapat membuat sfingter esofagus rusak rilek sehingga memungkinkan terjadinya reflux asam menuju kerongkongan. Selain itu, merokok juga memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan dan kecantikan, seperti kanker mulut,  kerongkongan, lambung, tenggorokan,hati, pankreas usus besar, serta mempercepat tanda-tanda penuaan.

2 . Memperhatikan Pola Makan

Selain gaya hidup, pola makan juga harus diperhatikan. Penderita asam lambung tidak disarankan untuk makan terburu-buru, makan dengan porsi besar, atau berbaring setelah makan. Hal tersebut dapat memicu terjadinya reflux asam lambung menuju kerongkongan sehingga menyebabkan GERD dan bau mulut.

Ada beberapa jenis makanan yang juga sebaiknya dihindari oleh penderita GERD, yaitu: kopi bawang merah, coklat, makanan pedas, makanan berlemak, masam serta bawang putih. Kalau di kasus saya, beberapa makanan yang mengandung gluten tinggi juga menyebabkan GERD saya kumat.

Untuk mengatasinya, selain memperbaiki jadwal makan, saya juga mengonsumsi makanan berserat. Selain untuk melawan bau mulut akibat naiknya asam di lambung, makanan berserat juga dapat membuat pencernaan lebih sehat. Beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi untuk penderita Gerd adalah apel, pir, pepaya, melon, semangka, dan masih banyak lagi.

3 . Selalu stok persediaan obat darurat

Selain dua hal di atas, for the rescue, terutama jika kamu akan hadir di momen penting, seperti wawancara pekerjaan, presentasi, dan sebagainya. Obat antasida seperti promag dapat menetralkan asam lambung sehingga baik untuk dikonsumsi ketika GERD menyerang.

Jadi, bye-bye bau mulut karena urusan lambung! Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Jadwal Vaksin dan Imunisasi Anak Sampai Dengan Dewasa

vaksin imunisasi

Akhir-akhir ini, pembahasan tentang vaksin kembali ramai dibicarakan. Terutama vaksin yang terkait dengan pandemi Covid-19, yang sedang dalam masa pengembangan. Sebagai ibu, saya pun concern dengan hal yang terkait dengan vaksinasi dan imunisasi secara umum. Karena so far, saya percaya imunisasi adalah salah satu ikhtiar/ upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang bisa saya lakukan untuk keluarga dan anak-anak saya.

Namun, sebenarnya kebutuhan untuk vaksinasi/ imunisasi itu kebutuhan yang nggak hanya pada masa pandemi saja. Melainkan sejak anak bayi sampai dengan kita dewasa….

Vaksin dan Imunisasi, Apa Bedanya?

Pengertian Imunisasi Adalah

Imunisasi adalah suatu proses dalam tubuh seseorang agar memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit. Imunisasi dikategorikan menjadi 1) imunisasi aktif dan 2) imunisasi pasif.

  • Pengertian imunisasi aktif adalah upaya memicu tubuh mengeluarkan antibodi atas penyakit tertentu dengan memasukkan zat tertentu (bukan antibodi).
  • Pengertian imunisasi pasif adalah upaya memasukkan antibodi ke dalam tubuh seseorang, misalnya suntikan imunoglobulin.

Pengertian Vaksin Adalah

Vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif, yang merupakan proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh. Vaksin adalah “zat” yang umumnya mengandung virus/ bakteri yang telah dilemahkan, atau bisa juga menggunakan protein mirip bakteri yang dikembangkan di laboratorium.

Ketika zat tersebut ketika masuk ke dalam tubuh, akan merangsang/ memicu sistem imun tubuh untuk menghasilkan antibodi serta tidak menimbulkan penyakit.

ayah asi

Imunisasi Rutin Lengkap (Imunisasi Bayi) Kemenkes

Sebelumnya Kemenkes menyebutnya dengan Imunisasi Dasar Lengkap, kemudian mengubah sebutan tersebut menjadi Imunisasi Rutin Lengkap, yang terdiri dari Imunisasi Dasar dan Imunisasi Lanjutan.

Imunisasi Dasar adalah imunisasi yang diberikan sebelum anak berusia satu tahun sebagai berikut:

  • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberi imunisasi Hepatitis B (HB-0),
  • Bayi usia 1 bulan diberi BCG serta Polio 1,
  • Bayi usia 2 bulan diberi DPT-HB-Hib 1 serta Polio 2,
  • Bayi usia 3 bulan diberi DPT-HB-Hib 2 serta Polio 3,
  • Bayi usia 4 bulan diberi DPT-HB-Hib 3, Polio 4 serta IPV atau Polio suntik, kemudian
  • saat usia 9 bulan diberi Campak atau MR.

Untuk imunisasi lanjutan, imunisasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • bayi bawah dua tahun, pada usia 18 bulan diberi imunisasi DPT-HB-Hib serta Campak/MR,
  • kemudian anak di usia kelas 1 SD sederajat diberi DT dan Campak/MR,
  • selanjutnya pada kelas 2 dan 5 SD sederajat diberikan TD.

Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Rekomendasi IDAI

Selain jadwal di atas, IDAI juga memiliki rekomendasi vaksinasi lain yang sebaiknya dilakukan. Jadwal per 2017 adalah sebagai berikut:

Teman-teman bisa mengakses jadwal imunisasi Anak Usia 0-18 tahun berdasarkan IDAI di atas pada link ini. Atau teman-teman juga bisa memanfaatkan aplikasi Primaku IDAI.

Vaksin Dewasa

Sementara itu, saat telah dewasa, Teman-teman juga bisa mendapatkan vaksinasi dewasa sesuai dengan kebutuhan. Misalkan belum pernah mendapatkan vaksin HPV (kanker serviks) sebelumnya, Teman-teman bisa menyusulkan saat sudah dewasa.

Untuk yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri juga seringkali diminta untuk vaksin Meningitis atau Influenza (negara-negara empat musim). Ketika mau menikah, saya juga melakukan imunisasi tetanus lanjutan sebagai syarat yang ditentukan oleh KUA.

Dimana Bisa Vaksin?

Untuk vaksinasi yang diwajibkan oleh Kemenkes, bisa didapatkan di Puskesmas, Posyandu, Rumah Vaksin atau Klinik Ibu dan Anak. Biasanya vaksin-vaksin ini disubsidi loh. Jadi hargannya sangat terjangkau.

Untuk vaksin lain yang direkomendasikan oleh IDAI dan vaksin dewasa bisa didapatkan di klinik-klinik kesehatan atau juga rumah sakit.

Saat pandemi untuk menghindari kontak dengan orang banyak, kalau mau vaksin dewasa di area jakarta, teman-teman juga bisa memesan di aplikasi Halodoc. Halodoc bekerjasama dengan beberapa provider seperti ZAP dan Mitra Keluarga untuk menyediakan layanan imunisasi. Jadinya lebih praktis, karena teman-teman bisa mengecek ketersediaan vaksin terlebih dahulu, daripada harus antri panjang dan lama. Untuk tahu apa saja vaksin yang tersedia, Teman-teman bisa klik di link vaksin jakarta.

Apakah Imunisasi Efektif 100%?

Menurut CDC, tingkat efektivitas imunisasi pada anak bisa berkisar 90-100 persen tergantung kondisi tubuh anak. Jika suatu imunisasi bekerja kurang dari 100% maka tubuh masih dapat terserang virus/ bakteri. Akan tetapi, gejala atau dampak penyakit yang dialami akan jauh lebih ringan daripada kondisi tanpa vaksin dan imunisasi sama sekali.

Tentang hal ini, saya alami sendiri di anak saya Gayatri. Dia sudah imunisasi DPT dan PCV, namun sempat terkena Bronkopneumonia. Namun dokter yang merawatnya berkata jika BP yang dialaminya sangat ringan, berkat vaksinasi yang pernah dia terima di masa dia bayi.

Pengalaman kedua adalah ketika Gayatri terkena cacar. Neneknya cukup takjub karena bentol bentol yang dialami tidak seperti cacar yang biasanya dia lihat, merata di seluruh tubuh. Hanya sedikit sekali di bagian punggung, itupun sembuh dalam dua tiga hari. Sangat cepat. Kami percaya, hal tersebut karena Gayatri juga sempat vaksinasi Varisela sebelumnya.

vaksin imunisasi
Gayatri saat vaksinasi PCV

Sekian sharing dariku berdasarkan pengalaman yang aku jalani selama ini sebagai orang tua. No offense bagi yang memiliki pengalaman atau keyainan yang berbeda ya….

Kalau ada teman-teman yang punya jadwal imunisasi terbaru, feel free untuk tinggalkan pesan di comment section ya…. :) Thanks dan semoga bermanfaat!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share