Asam Lambung Naik Bisa Bikin Bau Mulut, Kok Bisa?

asam lambung naik bikin bau mulur

Bau mulut tuh ngaruh banget sama berkaitan dengan rasa percaya diri, buat saya. Dulu pernah mengalami bau mulut, trus auto merasa nggak pede karena merasa diri jorok gitu. Saya jadi minder ketika harus berbicara di tengah diskusi, atau bahkan sekedar ngobrol sama temen. Padahal pekerjaan saya dulu mau nggak mau harus ketemu dan ngobrol dengan banyak orang. Ngganggu banget.

Memang sih, permen atau produk pengharum mulut sudah banyak dipasaran. Namun, kayanya saya nggak akan mau terus mengkonsumsinya seumur hidup? Maksudnya, itu kan hanya seperti menutup-nutupi bau ya. Sementara yang saya ingin lakukan adalah menghilangkan bau mulut. Untuk itu, pertama-tama yang harus diketahui terlebih dahulu mengenai apa penyebabnya. Awalnya saya sempat bingung karena saya merasa termasuk orang yang rajin menjaga kebersihan gigi. Namun, ternyata bau mulut tidak hanya tergantung pada kebersihan mulut dan gigi saja loh.

Faktor lain penyebab bau mulut adalah naiknya asam di lambung menuju kerongkongan bahkan menuju mulut. Ketika asam lambung naik, biasanya seseorang akan mengalami beberapa keluhan, seperti rasa terbakar, lemas, dan sebagainya Nah, selain itu, bau mulut yang mengganggu pun menjadi tambahan keluhan yang tidak dapat dihindari.

Kesannya kaya nggak nyambung ya, kok asam di lambung bisa bikin bau di mulut???? Nah, berikut penjelasan mengapa asam lambung naik bisa menyebabkan bau mulut? Yuk simak selengkapnya.

asam lambung naik bikin bau mulur

Apa itu Penyakit Asam Lambung Naik?

Kondisi asam lambung naik disebut juga dengan penyakit GERD (gastroesophageal Reflux Disease). Naiknya asam lambung dapat disebabkan oleh adanya beberapa pemicu yang membuat sfingter esofagus rusak sehingga isi perut kembali menuju kerongkongan, bahkan mulut.

Mengapa Asam Lambung Naik Bisa Bikin Bau Mulut?

Asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School,  Chin Hur, MD, MPH, mengatakan bahwa naiknya asam lambung dapat menyebabkan terjadinya bau mulut. Pada sebagian penderita asam lambung atau GERD, GERD dapat terjadi karena adanya makanan yang tidak bergerak secara normal di dalam perut. Kondisi ini membuat makanan membusuk sehingga menimbulkan bau mulut. Jika makanan tersebut dimuntahkan, maka akan terjadi bau mulut.

Bau mulut tersebut berasal dari bau asam dan empedu yang telah bercampur pada makanan yang berasal dari perut. Selain itu, Makanan tersebut telah bas di dalam perut hingga menambah bau yang timbul pada mulut.

Cara Mencegah Asam Lambung Naik

1 . Mengubah Gaya Hidup

Asam lambung naik dan gaya hidup adalah dua hal yang saling berkaitan. Seseorang yang memiliki gaya hidup buruk seperti merokok, minum alkohol atau terlalu sering minum kopi akan memiliki risiko asam lambung naik yang lebih tinggi. Nikotin yang terdapat dalam rokok dapat membuat sfingter esofagus rusak rilek sehingga memungkinkan terjadinya reflux asam menuju kerongkongan. Selain itu, merokok juga memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan dan kecantikan, seperti kanker mulut,  kerongkongan, lambung, tenggorokan,hati, pankreas usus besar, serta mempercepat tanda-tanda penuaan.

2 . Memperhatikan Pola Makan

Selain gaya hidup, pola makan juga harus diperhatikan. Penderita asam lambung tidak disarankan untuk makan terburu-buru, makan dengan porsi besar, atau berbaring setelah makan. Hal tersebut dapat memicu terjadinya reflux asam lambung menuju kerongkongan sehingga menyebabkan GERD dan bau mulut.

Ada beberapa jenis makanan yang juga sebaiknya dihindari oleh penderita GERD, yaitu: kopi bawang merah, coklat, makanan pedas, makanan berlemak, masam serta bawang putih. Kalau di kasus saya, beberapa makanan yang mengandung gluten tinggi juga menyebabkan GERD saya kumat.

Untuk mengatasinya, selain memperbaiki jadwal makan, saya juga mengonsumsi makanan berserat. Selain untuk melawan bau mulut akibat naiknya asam di lambung, makanan berserat juga dapat membuat pencernaan lebih sehat. Beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi untuk penderita Gerd adalah apel, pir, pepaya, melon, semangka, dan masih banyak lagi.

3 . Selalu stok persediaan obat darurat

Selain dua hal di atas, for the rescue, terutama jika kamu akan hadir di momen penting, seperti wawancara pekerjaan, presentasi, dan sebagainya. Obat antasida seperti promag dapat menetralkan asam lambung sehingga baik untuk dikonsumsi ketika GERD menyerang.

Jadi, bye-bye bau mulut karena urusan lambung! Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Jadwal Vaksin dan Imunisasi Anak Sampai Dengan Dewasa

vaksin imunisasi

Akhir-akhir ini, pembahasan tentang vaksin kembali ramai dibicarakan. Terutama vaksin yang terkait dengan pandemi Covid-19, yang sedang dalam masa pengembangan. Sebagai ibu, saya pun concern dengan hal yang terkait dengan vaksinasi dan imunisasi secara umum. Karena so far, saya percaya imunisasi adalah salah satu ikhtiar/ upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang bisa saya lakukan untuk keluarga dan anak-anak saya.

Namun, sebenarnya kebutuhan untuk vaksinasi/ imunisasi itu kebutuhan yang nggak hanya pada masa pandemi saja. Melainkan sejak anak bayi sampai dengan kita dewasa….

Vaksin dan Imunisasi, Apa Bedanya?

Pengertian Imunisasi Adalah

Imunisasi adalah suatu proses dalam tubuh seseorang agar memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit. Imunisasi dikategorikan menjadi 1) imunisasi aktif dan 2) imunisasi pasif.

  • Pengertian imunisasi aktif adalah upaya memicu tubuh mengeluarkan antibodi atas penyakit tertentu dengan memasukkan zat tertentu (bukan antibodi).
  • Pengertian imunisasi pasif adalah upaya memasukkan antibodi ke dalam tubuh seseorang, misalnya suntikan imunoglobulin.

Pengertian Vaksin Adalah

Vaksinasi termasuk dalam imunisasi aktif, yang merupakan proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh. Vaksin adalah “zat” yang umumnya mengandung virus/ bakteri yang telah dilemahkan, atau bisa juga menggunakan protein mirip bakteri yang dikembangkan di laboratorium.

Ketika zat tersebut ketika masuk ke dalam tubuh, akan merangsang/ memicu sistem imun tubuh untuk menghasilkan antibodi serta tidak menimbulkan penyakit.

ayah asi

Imunisasi Rutin Lengkap (Imunisasi Bayi) Kemenkes

Sebelumnya Kemenkes menyebutnya dengan Imunisasi Dasar Lengkap, kemudian mengubah sebutan tersebut menjadi Imunisasi Rutin Lengkap, yang terdiri dari Imunisasi Dasar dan Imunisasi Lanjutan.

Imunisasi Dasar adalah imunisasi yang diberikan sebelum anak berusia satu tahun sebagai berikut:

  • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberi imunisasi Hepatitis B (HB-0),
  • Bayi usia 1 bulan diberi BCG serta Polio 1,
  • Bayi usia 2 bulan diberi DPT-HB-Hib 1 serta Polio 2,
  • Bayi usia 3 bulan diberi DPT-HB-Hib 2 serta Polio 3,
  • Bayi usia 4 bulan diberi DPT-HB-Hib 3, Polio 4 serta IPV atau Polio suntik, kemudian
  • saat usia 9 bulan diberi Campak atau MR.

Untuk imunisasi lanjutan, imunisasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • bayi bawah dua tahun, pada usia 18 bulan diberi imunisasi DPT-HB-Hib serta Campak/MR,
  • kemudian anak di usia kelas 1 SD sederajat diberi DT dan Campak/MR,
  • selanjutnya pada kelas 2 dan 5 SD sederajat diberikan TD.

Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Rekomendasi IDAI

Selain jadwal di atas, IDAI juga memiliki rekomendasi vaksinasi lain yang sebaiknya dilakukan. Jadwal per 2017 adalah sebagai berikut:

Teman-teman bisa mengakses jadwal imunisasi Anak Usia 0-18 tahun berdasarkan IDAI di atas pada link ini. Atau teman-teman juga bisa memanfaatkan aplikasi Primaku IDAI.

Vaksin Dewasa

Sementara itu, saat telah dewasa, Teman-teman juga bisa mendapatkan vaksinasi dewasa sesuai dengan kebutuhan. Misalkan belum pernah mendapatkan vaksin HPV (kanker serviks) sebelumnya, Teman-teman bisa menyusulkan saat sudah dewasa.

Untuk yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri juga seringkali diminta untuk vaksin Meningitis atau Influenza (negara-negara empat musim). Ketika mau menikah, saya juga melakukan imunisasi tetanus lanjutan sebagai syarat yang ditentukan oleh KUA.

Dimana Bisa Vaksin?

Untuk vaksinasi yang diwajibkan oleh Kemenkes, bisa didapatkan di Puskesmas, Posyandu, Rumah Vaksin atau Klinik Ibu dan Anak. Biasanya vaksin-vaksin ini disubsidi loh. Jadi hargannya sangat terjangkau.

Untuk vaksin lain yang direkomendasikan oleh IDAI dan vaksin dewasa bisa didapatkan di klinik-klinik kesehatan atau juga rumah sakit.

Saat pandemi untuk menghindari kontak dengan orang banyak, kalau mau vaksin dewasa di area jakarta, teman-teman juga bisa memesan di aplikasi Halodoc. Halodoc bekerjasama dengan beberapa provider seperti ZAP dan Mitra Keluarga untuk menyediakan layanan imunisasi. Jadinya lebih praktis, karena teman-teman bisa mengecek ketersediaan vaksin terlebih dahulu, daripada harus antri panjang dan lama. Untuk tahu apa saja vaksin yang tersedia, Teman-teman bisa klik di link vaksin jakarta.

Apakah Imunisasi Efektif 100%?

Menurut CDC, tingkat efektivitas imunisasi pada anak bisa berkisar 90-100 persen tergantung kondisi tubuh anak. Jika suatu imunisasi bekerja kurang dari 100% maka tubuh masih dapat terserang virus/ bakteri. Akan tetapi, gejala atau dampak penyakit yang dialami akan jauh lebih ringan daripada kondisi tanpa vaksin dan imunisasi sama sekali.

Tentang hal ini, saya alami sendiri di anak saya Gayatri. Dia sudah imunisasi DPT dan PCV, namun sempat terkena Bronkopneumonia. Namun dokter yang merawatnya berkata jika BP yang dialaminya sangat ringan, berkat vaksinasi yang pernah dia terima di masa dia bayi.

Pengalaman kedua adalah ketika Gayatri terkena cacar. Neneknya cukup takjub karena bentol bentol yang dialami tidak seperti cacar yang biasanya dia lihat, merata di seluruh tubuh. Hanya sedikit sekali di bagian punggung, itupun sembuh dalam dua tiga hari. Sangat cepat. Kami percaya, hal tersebut karena Gayatri juga sempat vaksinasi Varisela sebelumnya.

vaksin imunisasi
Gayatri saat vaksinasi PCV

Sekian sharing dariku berdasarkan pengalaman yang aku jalani selama ini sebagai orang tua. No offense bagi yang memiliki pengalaman atau keyainan yang berbeda ya….

Kalau ada teman-teman yang punya jadwal imunisasi terbaru, feel free untuk tinggalkan pesan di comment section ya…. :) Thanks dan semoga bermanfaat!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Tips Mempersiapkan Baju Bayi Baru Lahir

baju bayi baru lahir

Mempersiapkan baju bayi atau perlengkapan bayi baru lahir itu seru seru bingung. Hihihi…. Di artikel ini saya akan membahas spesifik pada mempersiapkan bajunya ya. Mulai dari tips memilih baju bayi, bagaimana mencuci baju bayi secara praktis dan juga beberapa hal lain yang sering terlewatkan saat mempersiapkan baju bayi.

Untuk artikel daftar perlengkapan bayi dan jumlahnya (must have item) juga sedang saya siapkan. Nanti akan saya post setelah lahiran ya, untuk sekalian saya pastikan apakah daftar yang saya siapkan sudah benar-benar efisien atau masih ada perlengkapan bayi yang saya beli yang masih mubazir. Mohon ditunggu ya!

1 . Tips Memilih Baju Bayi Baru Lahir

  • Sesederhana mungkin. Hindari aksesoris yang bisa membahayakan apabila tertelan atau mengganjal. Perhatikan juga apabila terdapat kancing di pakaian bayi, pastikan jahitannya kuat, untuk menghindari terlepas dan tertelan.
  • Pilih yang mudah dibuka dan juga yang mudah digunakan. Saya biasanya memilih yang bukaan depan, karena memudahkan saat menggunakan pakaian ke badan bayi, tinggal di miringkan ke kanan ke kiri sambil tangannya dimasukkan ke lengan. Dibandingkan dengan yang model kaos, yang harus memasukkan kepala bayi yang masih sangat ringkih ke lubang kerah.
  • Pilih yang bahannya lembut dan menyerap keringat.
  • Pilih yang aman (biasanya ada stiker SNI). Ketika mencuci perhatikan apakah bajunya luntur atau tidak.
  • Beli beberapa jenis model atau pakaian untuk menyesuaikan dengan situasi yang berbeda-beda. Misal yang kutung, yang lengan panjang, popok kain, celana pendek, celana panjang, celana buntung.
  • Tentu saja pilihan pakaian ini juga akan menyesuaikan dengan pilihan ibu. Apakah Ibu memilih untuk pakai diapers, pakai ppok kain atau clodi. Bayangkan nantinya ketika digunakan, ya…. Misalnya kalau pakai popok, tembus ke celana. Jika pakai jumpsuit maka harus ganti seluruh pakaian, sementara kalau pakai celana dan baju terpisah, hanya perlu ganti celana saja, dan seterusnya.
  • Beberapa Ibu memilih untuk menggunting merk pakaian. Saya sendiri memilih untuk tidak melakukannya.
  • Bayi baru lahir sangat cepat tumbuhnya, jadi ada baiknya memilih pakaian yang tidak terlalu ngepas dengan ukuran tubuh bayi. Kalau teman-teman membelinya sebelum persalinan, pilih saja beberapa ukuran yang bervariasi dari NB, 3 bulan sampai dengan 6 bulan.

2 . Tips Mencuci Baju Bayi

  • Baju bayi yang baru dibeli, wajib unuk dicuci terlebih dahulu ya…. Untuk menghindari adanya residu bahan-bahan kimia selama proses produksi baju dan juga debu-debu pada proses pemasaran.
  • Saya menggunakan mesin cuci, ketika mencuci saya pisahkan pakaian bayi dengan pakaian lainnya dan menyetel pencucian pada settingan Delicate.
  • Perhatikan proses membilas pakaian. Pastikan detergent telah terbilas dengan baik ya. Supaya kain tidak menjadi kaku serta sisa detergent tidak mengiritasi kulit bayi. Jika Teman-teman menggunakan detergent biasa memang harus memberikan concern lebih dalam proses pencucian dan pembilasan ya. Saya pribadi prefer pakai detergent bayi saat newborn, karena detergent bayi cenderung lebih mudah dibilas, tidak meninggalkan residu dan memang diformulasikan untuk kulit bayi.
  • Jemur segera setelah proses pencucian selesai, agar kuman dan bakteri tidak sempat berkembang di serat kain yang basah dan lembab.
  • Saat menjemur, jangan lupa dikibas-kibaskan terlebih dahulu ya. Supaya serat serat kainnya tidak mengerumbul atau mengkerut kerut. Saya biasa melakukan hal tersebut, sehingga kain jadi lebih lembut saat kering dan bahkan kadang tidak perlu disetrika lagi. Hehehe…. #tipsnyonyamalas Mayan banget lo Nyaaaaah, kalau ga ada ART kan energi kudu disimpen yeeee….
  • Kalau pakaian dijemur di luar ruangan, segera setelah kering masukkan pakaian ke dalam ruangan. Agar terhindar dari debu dan atau serangga. :) Sinar matahari memang bagus untuk membunuh kuman dan penyakit, tapi nggak perlu sampai dijemur berhari-hari juga kan…. Tar jadi keripik, wkwkwk….

3 . Review Produk Detergent Bayi

Saat mempersiapkan baju bayi baru lahir, untuk anak kedua saya. Saya mencoba produk detergent bayi dari Mama’s Choice. Nama Produknya Mama’s Choice Baby Detergent.

Produk ini adalah produk deterjen khusus bayi yang diformulasikan aman untuk bayi baru lahir atau yang memiliki kulit sensitif. Selain formulanya yang lembut, produk ini efektif membersihkan dan juga mengandung bahan antibakteri alami dari tea tree extract.

Bahan-bahan yang digunakan dalam produk ini adalah sebagai berikut:

Produknya tidak mengandung SLS/ SLES, tidak mengandung paraben/ formadehyde, tidak mengandung triclosan. Produk ini juga sudah mendapat izin Kemenkes RI dan juga sertifikasi Halal MUI ya….

Saya secara reguler menggunakan produk ini untuk pemakaian mesin cuci. Namun, produk ini bisa digunakan baik menggunakan mesin cuci ataupun pencucian tangan ya. Nggak panas di tangan.

Baunya produk ini cukup awet, dalam artian ketika dijemur tidak hilang berganti bau matahari. Namun tidak nyegrak gitu. Teksturnya detergentnya encer, hal ini sepertinya yang membuat proses pembilasannya menjadi optimal. Namun teman-teman perlu berhati-hati saat menuangkannya ke mesin cuci atau ember ya. Jangan terlalu bersemangat hihihi…. Pakai tutup botol untuk membantu mengukur takaran pakai.

Informasi lebih lanjut tentang produk ini bisa Teman-teman dapatkan di web Mama’sChoice atau media sosialnya di @mamaschoiceid.

Pembelian produk bisa dilakukan di Official Store Mamachoice di Shopee dengan harga Rp 79.000,00. Ada diskon tambahan untuk pembelian minimal Rp 150.000,00 (seluruh produk) dengan kode diskon MAMANYM.

4 . Membersihkan Mesin Cuci

Satu lagi tambahan dariku, tentang mempersiapkan baju bayi yang sering dilupakan oleh para orang tua adalah tentang kebersihan mesin cucinya. Jangan lupa untuk rutin membersihkan mesin cuci dan deep cleansing secara berkala ya kalau mencuci pakaian bayi atau perlengkapan bayi dengan mesin cuci.

Bagaimana cara membersihkan mesin cuci, teman-teman bisa mengacu pada website brand mesin cuci yang teman-teman pakai. Pada dasarnya kalau saya, tidak apa-apa menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian bayi, asalkan kita benar-benar memperhatikan cara pencuciannya dan juga kebersihan dari mesin cuci.

Demikian sharing dariku tentang cara memersiapkan baju bayi baru lahir versiku. Semoga bermanfaat yaaaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share