Cara Merawat Kucing dan Belajar Bisnis Hotel Kucing

hotel kucing merawat kucing

Cara merawat kucing, seperti cara memandikan kucing, memotong kuku, membersihkan bulu, dan lain-lain, seringkali menjadi hal yang membingungkan bagi para pecinta kucing. Apalagi yang dihadapkan dengan masalah kutu dan juga jamur pada kucing. 

Hal ini saya alami, dulu ketika pertama sekali memelihara kucing. Awalnya, saya tidak berencana memelihara kucing. Namun, rejeki, ada kucing liar yang melahirkan di carport rumah saya. Karena tidak tega, sayapun akhirnya memutuskan untuk memelihara mereka.

Beruntung, tetangga saya adalah cat lover, jadi saya belajar banyak tentang makanan, tempat tidur kucing, dll. Sayangnya, rejeki saya memelihara kucing tidak lama. Beberapa hari saja, kucing liar tersebut tinggal di rumah kami. Setelah itu, mereka hanya sesekali datang untuk makan di tempat makan yang saya sediakan, namun tidak tidur lagi di rumah kami. 

Singkat cerita, saya tidak pernah lagi bertemu dengan mereka sejak saya pindah ke apartemen, namun saya berharap suatu saat nanti bisa memelihara kucing sekaligus juga anjing di rumah. Mungkin banyak juga teman-teman yang punya pengalaman seperti saya. Atau malah, memang sudah jadi cat lover sejak kecil…. 

Ngomong-ngomong tentang cara merawat kucing tadi, pecinta kucing bisa memilih untuk belajar melakukannya sendiri, atau belajar kepada ahlinya di dokter hewan (vet) atau di spa/ hotel khusus untuk kucing. Hal ini penting, agar kucing peliharaan kita bersih dan senantiasa sehat.

Nah, bisnis hotel kucing ini memang belum terlalu lazim ya. Namun, di kota-kota besar, bisnis ini mulai banyak dibuka seiring dengan banyaknya orang yang gemar memelihara kucing. Salah satu hotel kucing yang cukup terkenal di Jakarta adalah Arnamir Cat Hotel and Spa milik artis Tya Ariestya.

Saya tahu hotel kucing ini dari video YouTubenya NinjaXpressid yang berjudul “Berguru: Kupas Usaha Cat Hotel Bareng Kekeyi”. Di video ini, Mohammad Febriansyah, Kepala Toko Arnamir Cat Hotel and Spa membahas bagaimana tips dan cara merawat kucing secara umum, dan juga menunjukkan cara memandikan kucing yang terkena jamur.

BERGURU: Cara Memandikan Kucing

Buat teman-teman yang membutuhkan info cara memandikan kucing, aku share info yang aku dapatkan dari video tersebut ya…. Proses memandikan kucing di hotel kucing Arnamir dibagi ke dalam tiga tahapan utama:

1 . Tahapan/ step kering 

Step ini dilakukan untuk membersihakn telinga, membersihkan mata dan juga memotong kuku. Tips dari Kak Mohammad Febriansyah adalah gunakan cotton buds (sama seperti yang biasa kita pakai) untuk membersihkan bagian telinga dan ujung mata. 

Kak Mohammad Febriansyah berpesan untuk hati-hati saat menggunting kuku kucing, karena area tersebut rawan dan terdapat pembuluh darah yang halus. Jangan sampai melukai kucing ya, teman!

2 . Tahap basah

Pada tahapan ini, saatnya membersihkan kucing dengan air, shampo khusus yang tidak pedih di mata (bisa menggunakan shampo khusus kucing atau shampo bayi) dan kondisioner. Air yang digunakan oleh Kak Mohammad Febriansyah  adalah air hangat, untuk menghindari kucing kedinginan saat proses dimandikan.

Hal yang penting lainnya adalah, jangan sampai air mandinya masuk ke dalam telinga kucing ya…. Karena bisa mengakibatkan luka dan infeksi.

3. Tahap pengeringan

Di Hotel Kucing Arnamir Cat Hotel and Spa, pengeringan dilakukan dengan menggunakan blower. Suhu blower tidak panas, melainkan seperti suhu ruangan. Pada saat ini Kak Mohammad Febriansyah mencontohkan bagaimana cara mengeringkan bulu kucing agar rapi dan cakep.

Kak Mohammad Febriansyah menyatakan kalau pada kondisi-kondisi tertentu, sebaiknya kucing tidak dimandikan, seperti misalnya habis melahirkan, sakit, dll (lebih lengkapnya langsung ke video ini ya). Hal ini untuk menjaga kesehatan kucing itu sendiri. Jangan sampai niat kita baik, ingin membersihkan, tapi malah membuat mereka sakit ya….

BERGURU: Belajar Bisnis Hotel Kucing

Selain tips memandikan kucing dan juga tips lain terkait cara merawat kucing, Kak Mohammad Febriansyah bersama Kekeyi dan Kak Rizki juga membagikan kisah tentang bisnis Arnamir Cat Hotel and Spa. Siapa tahu kisah ini bisa jadi inspirasi buat teman-teman ya….

Jadi Arnamir Cat Hotel and Spa ini adalah milik Tya Ariestya yang memang adalah pecinta kucing dan memiliki banyak kucing. Awalnya hotel kucing ini tujuannya adalah untuk tambah-tambah dana perawatan kucing-kucing milik Tya sendiri, dan sekaligus juga untuk tambahan “uang saku” alias kesejahteraan dari karyawannya.

Etapi malah, seiring berjalannya waktu, usaha ini jadi cuan beneran. Dari modal awal yang hanya sebesar Rp 3.000.000,00 (untuk pembelian alat dan bahan grooming kucing), kini setiap bulannya bisa mencapai keuntungan Rp 8 s.d. 12 juta. Keuntungan ini didapatkan dari penitipan kucing (cat hotel) dan juga layanan tambahan seperti spa kucing, mandi anti kutu, mandi anti jamur, dll. 

Buat para pecinta kucing yang sedang mencari peluang bisnis, mungkin bisnis ini bisa dipertimbangkan ya. 

Di awal masa pandemi ini, menurut cerita Kak Mohammad Febriansyah, omzet Arnamir Cat Hotel and Spa memang sempat turun drastis. Namun setelah dua bulan pertama pandemi tersebut, omzetnya kembali lancar.

Kalau teman-teman ingin belajar bisnis hotel kucing lebih lanjut, bisa klik video “Berguru: Kupas Usaha Cat Hotel Bareng Kekeyi” ini ya, untuk tahu kisah lengkapnya. Video ini dipersembahkan oleh NinjaXpress.co sebagai bentuk dukungan bagi UMKM dan brand lokal dan juga masyarakat umum pada masa pandemi ini.

Pada akun Youtube NinjaXpressid, juga terdapat banyak video lain tentang belajar bisnis baru yang bisa teman-teman dapatkan di playlist BERGURU (Belajar Ragam Usaha Baru). Klik aja, siapa tahu ada yang bisa direalisasikan.

Semoga info tentang perawatan kucing dan belajar bisnis hotel kucing ini bermanfaat ya teman-temaaaann! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

5 Produk Perlengkapan Bayi Antibakteri

Sudah dari bulan Agustus, Saya mencoba beberapa produk untuk ibu hamil/ menyusui serta perlengkapan bayi antibakteri dari Mama’s Choice. Review produknya sudah Saya post juga ya beberapa. 

Mungkin ada beberapa teman-teman yang bingung karena produknya banyak banget dan juga namanya belum terlalu familiar karena baru launch, jadi untuk memudahkan aku bikin recap ya. 

List perlengkapan bayi antibakteri di bawah ini Saya susun dari yang paling sering Saya gunakan sampai ke yang paling irit….

1 . Liquid Detergent alias Sabun Cuci Baju Bayi

detergent baju bayi

Produk ini adalah produk perlengkapan bayi antibakteri yang paling cepet abis kalau di rumah kami. Soalnya selain buat nyuci baju bayi, aku pakai sekalian juga buat nyuci baju anak pertamaku dan bajuku. 

Pertimbangan kenapa bajuku juga saya cuci dengan detergent baju bayi adalah karena kan kulit bayi juga sering berinteraksi dengan bajuku ya. Karena ya bisa dibilang hampir 24 jam bareng aku, terutama pas gendong atau peluk. 

Jadi ku pikir akan baik juga kalau bajuku pun dicuci dengan detergent baju bayi yang mengandung antibakteri namun tetap aman dan lembut di kulit bayi, supaya tidak mengiritasi. 

Related post: Tips Menyiapkan Baju Bayi dan Review Detergent Baju Bayi

Buat baju Saya sehari-hari pun, hasil cuciannya cukup memuaskan. Bisa menghilangkan bau keringat dari aktivitas Saya sehari-hari di rumah. 

Yang Saya suka lagi, walaupun dijemur saat mendung, detergent ini ga bikin baju jadi bau apek. Cocok lah untuk digunakan di musim penghujan seperti sekarang ini. 

2 . Antibacterial Moisturizing Hand Gel

mama's choice moisturizing hand gel

Awalnya aku nggak terlalu tertarik dengan produk ini, mengingat di masa pandemi ini aku jarang keluar rumah, dan kalaupun keluar rumah aku pakainya hand sanitizer yang alcohol based sesuai anjuran WHO untuk penanggulangan COVID-19. 

Tapi pas bayi uda lahir, produk ini malah jadi andalan banget saat di rumah aja. Saya taruh di tempat yang mudah terjangkau supaya Saya bisa sering menggunakannya untuk mencegah tangan Saya kering setelah mencuci tangan atau mencuci piring. Saya juga menggunakannya sebagai hand sanitizer sebelum memegang bayi, mengganti popok, dll. 

Saya juga nggak khawatir untuk menggunakannya pada tangan bayi yang sedang suka ngemut jari. Begitu juga untuk anak pertama Saya yang masih balita. Karena formula hand gel ini lembut, aman untuk anak dan juga punya fungsi melembabkan. 

Related post: Review Mama’s Choice Moisturizing Hand Gel

3 . Multi-purpose Cleaner alias Pembersih Pemukaan

Cleaner ini paling sering Saya gunakan untuk membersihkan meja makan anak pertama Saya, Gayatri. Sebelum dan sesudah makan. 

Alasannya si supaya lebih tenang aja ketika anak makan. Biasanya kan anak sering memungut makanan yang sudah jatuh ke meja tu. Jadi nggak terlalu khawatir lagi karena mejanya sudah dibersihkan terlebih dahulu. 

Cleaner ini juga cukup ampuh mengusir bau amis dari makanan loh. Contohnya setelah makan udang rebus, kesukaan Gayatri, saya semprot dan bersihkan meja makannya dengan produk ini. 

Baunya tidak menyengat, karena pakai ekstrak tumbuhan, tapi buat saya yang memang nggak terlalu suka artificial fragrance, it turns to be good. 

Selain untuk membersihkan meja dan kursi makan anak, produk ini pernah Saya gunakan juga untuk disinfeksi kulkas dan mainan.

Related Post: Review Mama’s Choice Multi-purpose Cleaner

4 . Liquid Cleanser alias Sabun Cuci Botol Bayi

sabun cuci botol bayi

Pengalaman pertama Saya pakai produk ini adalah untuk mencuci pompa ASI saat bayi Saya harus rawat inap di Rumah Sakit. Testimoni Saya, produk ini cukup baik membersihkan lemak sisa susu, mudah dibilas sehingga nggak meninggalkan residu sabun dan nggak membuat pompa ASI jadi bau sabun gitu.

Selain karena ada fitur antibakterinya, yang menarik dari produk ini adalah karena klaim food gradenya. Dengan klaim food grade artinya produk ini tidak mencemari peralatan bayi yang dicuci dengan bahan kimia yang berbahaya apabila tidak sengaja peralatan tersebut masuk ke dalam mulut atau berinteraksi dengan makanan. 

Oleh karena itu, Saya rasa cocok banget untuk digunakan mencuci part breast pump, botol susu, teether dan juga peralatan makan bayi/ anak. 

Bagi teman-teman yang Muslim, produk ini juga sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI ya…. Jadi nggak hanya menenangkan dari sisi kesehatan, namun juga kehalalannya terjamin. 

Setelah Saya nggak pakai breastpump, produk ini Saya pakai untuk mencuci mainan. Manfaat lain dari produk ini, pernah Saya bahas di artikel 8 Manfaat Sabun Cuci Botol Bayi Multifungsi.

5 . Floor Cleaner alias Pembersih Lantai

pembersih lantai

Last but not least, produk perlengkapan bayi yang mengandung antibacterial agent adalah pembersih lantai. Produk ini ada di nomor terakhir bukan karena Saya nggak suka, tapi karena luas tempat tinggal Saya yang mungil (apartemen). 

Selain itu Saya juga punya tips untuk mengepel dengan hemat tapi lebih bersih di artikel sebelumnya. Jadi satu botol Mama’s Choice Floor Cleaner ini awet bener.

Tentu saja urutan ini belum tentu sama untuk setiap rumah tangga ya. Bisa jadi berbeda kondisi dan juga kebutuhan. Tapi semoga bisa kasih gambaran singkat, buat yang mau kepoin produknya lebih lanjut bisa ke artikel sebelumnya sesuai link yang Saya cantumkan di atas. 

Buat yang mau belanja, semua produk di atas bisa didapatkan di website mamaschoice.id. Teman-teman bisa pakai kode voucher MAMAELLA untuk mendapatkan diskon sebesar 25k pada minimal pembelian 90k.

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Mengajari Anak Makan Sendiri Sejak Dini

Memiliki dua anak dengan jeda usia hampir 4 tahun, menurut Saya, cukup memudahkan Saya untuk mengatur rutinitas harian. Hal ini terutama karena si kakak sudah mulai bisa mandiri dan diajak kerjasama. Salah satunya adalah dengan mengajari anak makan sendiri.

Anak pertama Saya sebenarnya sudah terbiasa untuk makan dengan tangannya sendiri sejak dini. Kami memperkenalkan finger food sejak masih MPASI, disamping tetap menyuapinya dengan bubur bayi. 

Kemudian ketika dia masuk daycare, daycarenya pun cukup disiplin untuk masalah kemandirian anak. Termasuk untuk masalah makan ini, anak dibiasakan untuk makan dengan tertib dan juga belajar makan sendiri. 

Tapi…. Ngaku dosa dulu deh Saya. 

Kebiasaan baik di atas, sempat agak berantakan malah ketika Saya ambil cuti dan jadi ibu rumah tangga. Wkwkwk, ironis ya. Pas ditungguin ibunya, malah kemandirian anakku mengalami “kemunduran”.

Yha, gimana…. Soalnya kadang kan pengen cepet selesai aja tu, jadi ambil jalan pintas “suapin aja”. Soalnya kalau kelamaan, jadinya nggak habis, kawatir kurang gizi kan.

Lagipula kalau makan sendiri tu jadi berantakan kaaan…. Nasi bakal berceceran di bawah meja. Belum lagi kalau makanannya berkuah. Lantai bakalan basah dan lengket. 

Belum lagi kalau menunya seafood, O eM Ge, amisnyaaaa nempel di baju anak. Huhuhu….

Belum lagi ni ya yang krusial, kalau ada makanan jatuh ke lantai, lalu di ambil sama anak lalu diemploooook!!!! Duh, Gusti, hamba kan kawatir bakalan diare.

Feeling related? Berpelukan duluuuuu kita! Hahaha…. 

Tapi akhirnya Saya berdamai dengan hal-hal di atas. Tepatnya pas mulai hamil. 

Pemikiran Saya sederhana, pengennya kalau adik lahir, si Kakak uda bisa makan sendiri. Jadi dia nggak akan terbengkalai makannya karena nungguin Saya ngurusin adiknya. Misalnya adiknya sedang rewel pun, dia bisa makan sendiri gitu. 

Nah berikut adalah tips mengajari anak makan sendiri ala Saya.

Mengajari Anak Makan Sendiri

1 . Porsinya jangan terlalu banyak. 

Apalagi untuk balita yang motorik halusnya masih dalam perkembangan. Proses menyuapkan makanan dari piring lalu masuk ke mulutnya saja merupakan hal yang kompleks, karena melibatkan koordinasi mata, pergelangan tangan, jari dan juga mulut. Bisa jadi hal tersebut adalah hal yang sulit dan juga melelahkan bagi anak. 

Hal ini Saya amati pernah terjadi di anak Saya. Kadang kala, anak Saya berhenti makan sebelum makanan habis, bukan karena sudah kenyang. Tapi karena lelah. Bahkan kadang belum juga mulai, dia merasa overwhelmed. 

Oleh karena itu, bisa dicoba di awal dengan separuh porsi makannya, separuhnya kemudian ditambahkan kemudian setelah selesai. Kadang Saya juga menyuapi porsi keduanya. Gapapa, nanti lama kelamaan, seiring kemampuannya terlatih, anak akan bisa makan dengan porsi yang full. 

2 . Beri potongan yang mudah terlebih dahulu. 

Hal ini juga berdasar pengamatan saja ya Bu Ibu, kalau Saya taruh potongan ayam dibandingkan dengan suiran ayam, anak Saya akan lebih excited dan lebih cepat makan dalam bentuk suiran. 

Makes sense sih. 

Demikian juga kalau Saya bentuk nasinya dalam bentuk bulatan kecil atau potongan sushi kecil juga akan memudahkan anak belajar menyendok. Paling mudah sebenarnya adalah sereal, namun sereal jarang jadi menu kami, jadi Saya sesuai kan dengan kebiasaan di rumah. Hal ini, saya rasa bisa jadi permulaan yang baik. 

Kalau lagi iseng dan selow, kadang saya hiasin juga wkwkwkwk…. yah, variasi biar anak seneng aja si….

3 . Tertib makan di meja. 

Kami juga membiasakan anak makan di tempatnya sendiri. Tidak makan dengan digendong atau jalan-jalan. Dengan demikian, anak juga lebih mudah untuk menggapai makanannya sendiri dalam piring, dan familiar dengan alat makan. 

Bagaimana kalau ga punya meja makan?

Sejujurnya kami juga ga punya meja makan hehehe. Jadi makannya sempat di meja lipat gitu. Lalu kemudian kebetulan dikado highchair yang bisa dipisah meja dan kursinya, jadi kami pakai itu dari dia MPASI sampai sekarang umur 4 tahun.

4 . Pakai alat makan yang sesuai usia. 

Dulu, saya pernah bertanya kepada anak Saya, kenapa kok lebih suka pakai tangan daripada sendok makan, tapi kalau pakai sumpit malah mau. Alasan yang diberikannya adalah, karena kalau pakai sendok makan (ukuran dewasa) nasinya kebanyakan, jadi susah masuk mulut. 

Masalah ini selesai begitu saja saat Saya mengganti sendok nya dengan ukuran yang lebih kecil. 

5 . Ciptakan suasana menyenangkan. 

Poin ini adalah poin yang paling sulit buat Saya. To be honest. Soalnya kadang gatel banget rasanya melihat anak makannya lama atau berantakan.

Tapi kalau Saya menginterupsinya atau malah marah-marah, ya makin males makan sendiri anaknya. Jadi ya exhale inhale, sambil tetap ditemani. 

anak makan sendiri

6 . Jadwalkan anak makan sendiri dengan teratur. 

Ini adalah poin kunci, termasuk juga untuk mengatasi masalah GTM. Tips ini Saya dapat dari dokter anak Saya sekaligus juga Saya dapatkan saat training Montessori at Home. 

Anak sangat sensitif dengan keteraturan. Jadwal yang teratur membuat anak siap dan juga sudah lapar saat waktu makan. 

7 . Siapkan lap serta pembersih lantai atau spray pembersih multifungsi yang mengandung antibakteri.

Lap dan pembersih ini digunakan sebelum makan dan sesudah makan ya. Sebelum makan untuk mendisinfeksi meja dan lantai, sehingga Ibu bisa less worry kalau anak memungut makanan yang jatuh. Setelah makan, agar meja dan lantai kembali bersih dan tidak lengket. 

Ingat untuk tidak lap lap saat anak makan ya, supaya anak tidak terdistraksi konsentrasinya. 

Saya pakai produk pembersihnya dari Mama’s Choice sebagaimana di foto ya. Produk ini mengandung antibakteri dan sekaligus juga food grade, jadi aman (tidak mengontaminasi makanan dengan bahan kimia berbahaya). Untuk yang muslim, produk ini juga sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Produk itu memang masih jarang di minimarket, tapi sudah bisa dibeli secara online. Beli aja di mamaschoice.id pakai voucher MAMAELLA buat dapat potongan harga 25k minimal pembelian 90k. 

Related post: Review Mama’s Choice Baby Multi-Purpose Cleaner

Perlu diingat kalau proses mengajari anak makan sendiri itu tidak instan. Perlu kesabaran dan juga perlu konsistensi dari orang tua. Saya pun masih terus berusaha agar tetap konsisten agar anak pun lebih mandiri di masa mendatang. 

Semoga sharing kali ini bermanfaat ya! Semangaaatt!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share