Ide Bisnis Modal Kecil Saat Pandemi: Bisnis Pomade

ide bisnis modal kecil

Pandemi Covid-19 sudah lebih dari satu tahun. Awalnya, saya tidak terlalu merasakan dampaknya pada keuangan keluarga kami karena suami bekerja sebagai PNS. Namun, seiring waktu berlalu, sebagian saudara yang penghasilannya berasal dari sektor swasta dan juga berdagang mulai merasakan dampaknya.

Hal ini sering jadi obrolan kami para istri, untuk mencari ide bisnis modal kecil saat pandemi. Mencari solusi di tengah tantangan yang dihadapi. Karena ya, kita tidak mungkin hanya diam dan menunggu kondisi kembali normal seperti dulu. Karena tidak ada jaminan hal tersebut akan terjadi.

Kalaupun, harus di rumah saja, pasti ada jalan keluar untuk mengerjakan bisnis untuk menambah penghasilan. Toh, jaman sekarang dengan adanya teknologi informasi dan juga jasa antar online, kita bisa membeli bahan baku dan juga menjual produk yang kita hasilkan dari rumah. Ide-ide bisninya pun bisa kita dapatkan dari internet. Jadi tidak ada alasan untuk bersedih dan berpangku tangan ya…. Semangaaaatttt!!!

BERGURU: Belajar Ragam Usaha Baru

Buat teman-teman yang sedang mencari ide untuk bisnis dengan modal pandemi bisa juga melihat akun YouTube NinjaXpressid. Akun tersebut menyediakan banyak video yang mengulas bisnis-bisnis kecil menengah langsung dari ahlinya. Sebagai bukti dari dukungan NinjaXpress.co terhadap Usaha Kecil Menengah di masa pandemi.

Ulasan tersebut bisa menjadi insipirasi yang menurut saya cukup bisa ditiru dalam skala rumahan.

Berikut adalah beberapa ide usaha/ bisnis yang ada pada video yang dimiliki oleh NinjaXpressid pada playlist Berguru (Belajar Ragam Usaha Baru):

  • Usaha Cat Hotel (bersama Kekeyi),
  • Ternak belatung,
  • Catering vegetarian,
  • Kaus Tie Dye,
  • Servis dan Perawatan (bersama dr. Tirta),
  • Berjualan Odading,
  • Merajut,
  • Bisnis Jamu Rumahan,
  • Spare part Sepeda,
  • Bisnis Cukur Rambut,
  • Bisnis Ikan Cupang,
  • Daur Ulang Sampah Plastik (bersama Kertabumi Recycle Center),
  • Bisnis Aqua Space,
  • Bertani di Rumah.

Lihat videonya di sini!

Yang saya seneng dari video-video di atas adalah, selain mengupas ide bisnis atau usaha yang riil sudah ada, para pelaku bisnis tersebut juga nggak segan-segan untuk sharing tips dan jatuh bangun dari usaha yang mereka jalankan. Dan yang penting, mereka juga mau share tutorial dari pengolahan produknya loh!

Bisnis Pomade: Cuma Modal Minyak Sama Lilin, Tapi Bisa Raup Omset Jutaan!

Seperti video Bisnis Pomade Smith yang baru-baru ini diulas di segmen Berguru. Michael Nugroho, pemilik bisnis pomade ini menunjukkan bahan, peralatan serta cara membuat pomade, yang ternyata bisa dilakukan dengan mudah.

Lihat videonya di sini!

1 . Bahan dan Peralatan

Michael Nugroho menyatakan bahwa bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pomade adalah:

  • micro crystal wax,
  • beeswax,
  • petroleum jelly,
  • oil mix,
  • pewarna.

Sedangkan peralatan yang dibutuhkan adalah: sendok untuk mengaduk dan double boiler. Double boiler adalah istilah untuk dua panci berukuran berbeda, dimana yang besar nantinya akan diisi air, sementara yang kecil digunakan untuk mengolah bahan. Kurang lebihnya seperti ini:

Jadi nanti bahannya tidak langsung dipanaskan di atas api ya, tapi melalui perantara air mendidih pada panci besar.

2 . Cara/ Tutorial Membuat Pomade

Langkah pertama adalah memasukkan micro crystal wax ke dalam double boiler dengan panas mencapai 100 derajat celcius. Aduk wax hingga mencair.

Langkah kedua adalah memasukkan beeswax ke dalam larutan micro crystal wax (hasil langkah pertama). Lalu aduk hingga bahan-bahan tadi tercampur rata.

Langkah ketiga adalah memasukkan petroleum jelly ke dalam campuran micro crystal wax dan beeswax. Aduk hingga merata kemudian dinginkan.

Lihat videonya di sini!

Setelah itu bisa dikemas di dalam tin dan dilabeli dengan stiker sesuai brand yang ingin diusung, Pomade yang diformulasi oleh Michael Nugroho dan tim diberi merk Smith. Kemasan dan label didesain sederhana, menggunakan warna hitam dan putih, sesuai dengan target pasar yang adalah laki-laki.

3 . Tantangan dan Tips Berbisnis Pomade ala Michael Nugroho

Buat yang kepo tentang modal memulai usaha ini, Michael juga membocorkannya di video Berguru. Jadi di awal usaha, Michael menyediakan modal 12 juta rupiah. Namun yang digunakan sebagai modal awal hanya sekitar 4 sampai 5 juta, sisanya dia simpan sebagai kas usaha.

Dipandu oleh Kak Seto, Michael juga menceritakan bagaimana mula usaha yang awalnya hanya sekedar hobi menjadi usaha yang bisa menjadi penghidupan, bahkan sampai saat pandemi seperti ini masih survive. Dalam video juga dibahas tips dalam menjalankan usaha Pomade Smith.

Wah, saya banyak banget spoilerin isi videonya ni. Hahaha…. Seru banget kan?!?!?

Buat yang mau tahu detailnya seperti apa, langsung aja tonton videonya di sini.

Teman-teman juga bisa mencari inspirasi bisnis lain yang sesuai dengan minat atau kondisi teman-teman di playlist BERGURU (Belajar Ragam Usaha Baru) milik NinjaXpressid. Sampai saat ini ada total ada 15 video, yang artinya ada 15 ide bisnis untuk usaha kecil menengah yang mungkin bisa kamu terapkan selama di rumah aja.

Video baru juga akan diunggah setiap minggunya, jadi akan makin banyak ide bisnis modal kecil yang tersedia untukmu. Jadi pastikan Teman-teman tidak ketinggalan, dengan subscribe akun YouTube NinjaXpressid yaaa! Semoga sharing kali ini bermanfaat ya Teman-teman! Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Berguru: Belajar Cara Cukur Rambut dan Bisnis dari Baberman Profesional

tukang cukur rambut presiden

Delapan bulan di rumah saja, siapa hayo yang sudah gondroooong? Hahaha…. Jangankan delapan bulan, beberapa bulan awal pandemi COVIC-19, kami sekeluarga sudah gondrong-gondong kaya model iklan shampoo. Tapi ya gimana, mau potong rambut ke salon, nggak berani kan, karena Corona. Lagipula saya punya komorbid dan juga sedang hamil, jadi makin nggak berani untuk keluar-keluar rumah. Sementara mau mandiri, ga ada yang ngerti cara cukur rambut di antara kami. Jadi awalnya ditahan-tahanin. Awalnya….

Sampai kemudian, saya yang paling nggak tahan gerah, akhirnya nekat minta dipotong rambutnya sama suami. Dan berakhir penyesalan. Hahaha…. Kanan ama kiri beda modelnya bok. Tapi yauda anggap aja mode baru ya….

Bagaimana dengan rambut suami? Setelah PSBB selesai di Surabaya, dia menyempatkan diri nyari babershop yang menerapkan protokol kesehatan. Huh, padahal saya sudah pengen balas dendam gantian cukurin rambutnya gitu. Hahaha…

tutorial cukur rambut

Dari pengalaman selama pandemi ini, saya jadi merasa kalau skill untuk cukur rambut itu termasuk life skill yang cukup penting deh. Apalagi untuk kaum Adam ya, yang notabene sering diminta berpenampilan cepak. Setidaknya buat diri sendiri atau orang terdekat dulu. Syukur-syukur kalau ternyata skill cukur rambut tersebut bisa jadi bisnis atau mata pencaharian.

Tutorial Cara Cukur Rambut: Nonton 15 Menit, Auto Bisa Cukur Sendiri?!?!?

Buat yang pengen punya bayangan gimana si sebenarnya cara cukur rambut yang baik, temen-temen bisa nonton video BERGURU dari akun Youtube Ninjaxpressid dibawah ini. Tenaaaaang, narasumbernya bukan saya kok, hahaha.

Narasumbernya adalah Pak Herman. Beliau sangat terpercaya, karena bahkan presiden Republik kita tercinta, Bapak Jokowi memasrahkan potongan rambutnya pada Beliau.

Simak videonya berikut ini:

Click Picture to Play!

Video di atas adalah video dari akun Ninjaxpressid sebagai bentuk dukungan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia. Aku rasa video di atas bermanfaat banget ya, buat yang mau mencukur rambut temen atau anggota keluarganya. Biar ga malpraktik gituuuu kaya pengalaman saya, huhuhu. Selain untuk menjaga kesehatan, acara cukur rambut juga bisa buat quality time juga selama di rumah saja kan.

Nah, buat yang belum sempat nonton video di atas, aku kasih sedikit gambaran dari tutorialnya yaaaa….

tutorial cara cukur rambut

Tentu saja foto dua dimensi di atas sangat terbatas untuk menggambarkan bagaimana gerakan tangan yang dicontohkan Pak Herman. Ada juga trik Pak Herman memberikan pengamanan sebelum tahapan mencukur, agar pelanggan tetap nyaman dan aman saat dicukur rambutnya. Pokoknya mending tonton langsung deh!

Tonton di sini: Tutorial Cukur Rambut

Kisah Dari Hobi Jadi Bisnis: Modal Minimal Dua Juta, Keuntungan Berjuta-juta

Selain memberikan tutorial serta tips dan trik memotong rambut, Pak Herman juga menceritakan bagaimana awalnya beliau memulai bisnis cukur rambutnya dari hobi. Bapaknya Pak Herman sendiri juga jago dan punya usaha cukur rambut, jadi memang dari muda Pak Herman sudah familiar dan memiliki skill mencukur yang baik.

Skill itulah yang akhirnya membawa Pak Herman menjadi baberman hits karena mencukur rambut Bapak Presiden Jokowi.

Oiya, selain hits, juga cuan juga tentunyaaa….

Pada video di atas, Randhika Jamil, pembawa acaranya sempat bertanya berapakah keuntungan rata-rata dari bisnis cukur rambut Pak Herman. Pak Herman bisik-bisik kalau, sebelum pandemi, keuntungan bisnisnya bisa mencapai satu juta rupiah. Itu keuntungan rata-rata setiap harinya.

Mantap kan ya, mengingat kata Pak Herman modal uang yang diperlukan, minimalnya hanya sekitar dua juta rupiah loh. Tentu saja skill yang mumpuni juga harus dimiliki. Nah, Beliau juga membagikan pengalaman apa saja yang harus dipersiapkan agar dapat menjadi Baberman yang sukses di video Belajar Bisnis Cukur Rambut dari Barberman Presiden RI.

Beberapa pesan dari Beliau aku rangkum di gambar di bawah ini, tapi selengkapnya ada di video di atas ya….

tips bisnis barber

Demikian video tentang Pak Herman, yang mengajarkan tentang bagaimana cara cukur rambut serta bagaimana menjadikan hobi cukur rambut tersebut menjadi suatu bisnis yang menguntungkan.

Peluang Bisnis Cukur Rambut di Tengah Pandemi Covid-19

Saya pikir, bisnis cukur rambut ini pun tetap bisa dijadikan peluang usaha di kala pandemi ya. Mengingat banyak orang yang ragu untuk keluar rumah, memang sedikit peluang untuk membuka kios. Namun, sebaliknya, terbuka peluang yang besar untuk membuat usaha “Barber Keliling”. Jadi pelanggan tidak perlu datang ke tempat cukur rambut, namun Barbermannya yang datang ke rumah dengan perjanjian terlebih dahulu.

Inovatif kan. Tentu saja ditambah dengan berbagai protokol kesehatan dan sterilisasi alat, pelanggan pasti akan tenang dan percaya pada layanan Barber Keliling ini.

tukang cukur rambut presiden

Habis nonton video ini saya seneng banget si. Salut, terutama sama Ninjaxpress.co yang niat banget bikin konten yang berfaedah kaya gini. Selain informatif, menurut saya konten-konten kaya gini tu juga membawa optimisme di masa pandemi.

FYI, selain melalui channel Youtubenya, Ninjaxpress.co juga punya Ninja Academy lo. Website ini berperan sebagai sarana edukasi sebagai bentuk komitmen Ninjaxpress menjadi mitra UMKM. Buat temen-temen yang punya usaha, bisa banget mampir ke website mereka di ninjaacademy.co ya.

Semoga sharingku kali ini bermanfaat! Boleh banget buat kasih komennya di bawah yaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Belajar dari Jenahara, Bisnis saat Pandemi: Menciptakan dan Memanfaatkan Ide dan Peluang Usaha

ide dan peluang bisnis saat pandemi

Temen-temen yang mengikuti saya di Instagram mungkin juga sudah tahu ya, kalau saya pun punya online shop (olshopnyonya x @muridkecil) untuk buku-buku anak. Nah, sayangnya bisnis saat pandemi ini kaya setengah mati suri gitu, karena saya yang mengurangi aktivitas pembelian dan juga pengiriman due to physical distancing. Lebih tepatnya sebenarnya juga karena saya bingung si, apa yang harus saya lakukan gitu menghadapi perubahan serta ide dan peluang usaha saat pandemi ini.

Di satu sisi, saya melihat peluang usaha masih besar, karena anak-anak kan banyak yang “dirumahkan” terutama yang preschool/ daycare. Keberadaan olshop saya tentunya dapat menyediakan buku anak atau peralatan lain terkait untuk membantu para ibu. Cuma ada keraguan juga, melihat daya beli masyarakat di tengah pandemi ini. Saya yakin banyak juga teman-teman yang sudah memiliki bisnis atau ingin memulai bisnis yang merasakan keraguan yang sama.

ide dan peluang bisnis saat pandemi

Makanya saya seneng banget pas nonton video OASIS (Obrolan Asik Seputar Bisnis) di Youtube, salah satu narasumbernya adalah Jenahara ini.

Buat yang mungkin belum familiar dengan Jenahara, beliau desainer sekaligus pengusaha di bidang fashion muslimah. Usianya sekarang adalah 35 tahun, dan telah mendirikan labelnya sendiri, Jenahara, pada tahun 2011 (9 tahun lalu).

Di video OASIS ini, Jenahara bareng Soleh Solehudin ngobrol santai, tapi ada beberapa poin yang menurut saya penting dan bisa dipraktikkan buat saya maupun teman-teman UKM terkait “Menciptakan dan Memanfaatkan Tren” khususnya untuk kepentingan bisnis di tengah pandemi ini:

Tips Bisnis Saat Pandemi #1

Eksekusi Ide dan Peluang Usaha Itu Penting, But Don’t Rush Your Bussiness

tips 1 ide dan peluang bisnis saat pandemi

Saat membangun brand Fashion khusus Muslimah/ Hijab, Jenahara dulu memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi ide dan peluang usaha fashionnya. Nggak tanggung-tanggung si nunggunya sampai bertahun-tahun sejak lulus dari sekolah desainer. Hal ini karena dia melihat saat itu market pasar fashion hijaber usia muda memang belum ada. Mengingat para pengguna hijab kebanyakan adalah ibu-ibu usia paruh baya.

Bahkan Jenahara sempat turut membangun komunitas hijaber terlebih dahulu, selain untuk sharing value bahwa perembuan berhijab, selain memenuhi panggilan syariat, pun bisa berkarya dan tetap menunjukkan eksistensi sesuai karakternya, dia pun dapat mempelajari karakteristik dari para hijaber ini.

Nah, tapi bukan berarti lalu nunggu nunggu terus tanpa eksekusi ya. Di sesi tanya jawab Jenahara sempat menegaskan kembali kalau poinnya bukan di kata “menunggu” tapi mengetahui waktu yang tepat dan eksekusi.

Eksekusi di waktu yang tepat.

Kapan waktu yang tepat itu? Waktu yang tepat adalah momen dimana sudah ada market atau ada kebutuhan akan barang tertentu.

Jadi baik eksekusi dan timing sama-sama penting. Seperti saat ini, timingnya adalah pandemi. Momennya apa? Lalu produk yang dibutuhkan apa? Maka eksekusi bisnisnya dapat memanfaatkan tren/ momen tersebut.

Contohnya, bagi penggiat fashion hijab, bagaimana kemudian memanfaatkan momen tersebut dengan mengadaptasi produk hijabnya dengan masker kain, dll.

Tips Bisnis Saat Pandemi #2

Punya Ciri Khas – Memberikan Alternatif Pilihan

tips 2 ide dan peluang bisnis saat pandemi

Memanfaatkan tren itu tidak sama dengan ikut-ikutan.

Belajar dari OASIS – Jenahara, ketika ingin brand atau produk kita memiliki tepat di hati konsumen, malah sebaiknya memiliki ciri khas berbeda dari produk yang telah tersedia di pasaran. Namun harus pintar-pintar melihat ciri khas apa yang ingin ditonjolkan yang menjadi jawaban bagi masyarakat, atau alternatif yang akan dipilih oleh target pasar kita.

Contohnya, Jenahara saat menyadari bahwa market pasar fashion hijaber (yang menarget kawula mula) telah siap, Jenahara menawarkan desain-desain yang berbeda dengan desain pakaian muslimah saat itu.

Jenahara memilih untuk menjual pakaian dan hijab secara terpisah dengan kromasi warna hitam serta practical untuk kegiatan seharian. Namun pakaian-pakaian maupun hijab ini mudah dipadukan dengan paduan yang lebih proper untuk acara yang lebih formal atau acara lainnya.

Hal ini sesuai dengan value yang diusung Jenahara yang ingin mendukung karya perempuan hijaber dengan maksimal. Jika produk yang tersedia di pasar sebelumnya adalah setelah baju dan jilbab yang telah diset paten, dengan bunga-bunga dan aksesoris dari hijab sampai bawahan, maka produk Jenahara memberikan alternatif lain bagi kawula muda untuk melakukan mix match sesuai dengan kebutuhan dan tentunya juga dengan karakter masing-masing pribadi.

Tips Bisnis Saat Pandemi #3

Terus Belajar Menghadapi Perubahan dan Peluang Usaha

tips 3 ide dan peluang bisnis saat pandemi

Yang saya salut, Jenahara di sesi ini cerita jatuh bangun usahanya dengan santai. Hihihi, walaupun saya tahu, pasti menjalaninya berat ya. Karena bahkan ada “masa jatuh” yang cukup lama di tahun 2015, yang dia bilang mempengaruhi kehidupan pribadinya juga. Tapi yang saya salut adalah semangatnya untuk belajar dari pengalamannya tersebut.

Untuk masa pandemi Covid-19 inipun Jenahara merasakan dampaknya. Hal ini karena pandem Covid terjadi bertepatan dengan masuk bulan puasa ya. Dimana produksi pakaian muslimah sedang tinggi, namun kemudian diberlakukan PSBB yang menghambat retail maupun pengiriman barang.

Yang ditekankan oleh Jenahara, dalam menghadapi Covid-19, secara implisit dalam paparannya adalah sebagai berikut:

  1. Respon untuk melakukan perubahan rencana yang cepat.
  2. Mengenali karakteristik usaha, misalnya retail harus mempelajari usia barang/ usia barang di toko.
  3. Mempelajari trik marketing, seperti misalnya saat menentukan Diskon harus bisa membandingkan usia barang vs daya beli masyarakat, agar tidak rugi, dll.

Oh, iya, Jenahara juga sedikit menyinggung tentang bisnis barunya di dunia kuliner yaitu Pizza. Yang sedikit banyak tentunya memiliki perbedaan antara pengelolaan, ide serta peluang usaha dibandingkan dengan bisnis pakaian sebelumnya. Ketiga hal di atas juga diterapkannya pada bisnis kulinernya.

Sebenarnya banyaaaaaaaaak poin-poin lain yang nyelip nyelip di tengah percakapan Soleh Solehudin sama Jenahara. Hihihi… Cuma kan agak bingung ya nulisnya, karena nanti jadi puanjaaaaang banget, dan temen-temen jadi pusing. Hihihi….

Saya pribadi si menyarankan temen-temen nonton langsung aja seri OASIS yang dihelat oleh NinjaXpress untuk para pelaku bisnis mikro kaya saya dan juga UMKM. OASIS ini juga nggak hanya satu video Jenahara. Ada narasumber-narasumber lain yang diundang setiap minggunya, yang bisa kita petik juga pengalamannya saat berbisnis yang kemungkinan juga bisa kita adaptasi di bisnis kita.

OASIS ide dan peluang bisnis saat pandemi
Klik Gambar!

Selain OASIS di Youtube, NinjaXpress juga punya pelatihan Ninja Academy untuk mendukung UMKM, loh. Temen-temen bisa cari tahu info lebih lanjut tentang pelatihan ini dan OASIS di www.ninjaacademy.co.

Kalau untuk video-video OASIS teman-teman bisa akses di link video ini yaaaa! Adakah teman-teman yang sudah memiliki bisnis atau sedang ingin membangun bisnis di tengah pandemi ini? Tetap semangat yaaa, semoga berkah usahanya! Semoga insight di atas bermanfaat! Salam sayaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share