Tutorial Origami Box buat Wadah Printilan Kantor

tutorial origami box

Awalnya saya bikin origami box karena emang butuh buat nempatin printilan kantor kaya isi staples, trigonal paper clip, penghapus, dll yang suka nyebar kemana mana. Jadi sebenernya ga niat bikin jadi postingan tutorial cara membuat origami box buat blog nyonyamalas, tapi karena kayanya bisa bermanfaat buat kamu, aku jadi bikin lagi dan foto ulang proses pembuatannya (aku baik dan perhatian kaaaannn…).

tutorial origami box

Bahan:

Satu-satunya bahan yg diperlukan untuk membuat origami box ini adalah selembar kertas. Ukurannya disesuaikan aja dengan kebutuhan. Kalau jenis kertasnya, aku paling suka pakai yang 70-90gram. Kalo ketipisan jadi letoy, kalo ketebelan susah dilipet. Tapi sebenernya sih pakai kertas apa aja juga bisa. Seperti yang saya lakukan sekarang, pakai kertas koran/ majalah bekas. Irit bin pelit bin medhit.  Hehehe…

Step to:

1 . Mulailah dengan kertas persegi aka kertas  segi empat sama sisi. Bentuk ini akan kita sebut persegi A.

tutorial origami box

2. Lipat ujung-ujung persegi ke arah tengah sampai terbentuk empat segitiga dengan ujung yang saling bertemu di tengah. Bentuk persegi yang lebih kecil ini kita sebut saja dengan persegi B.

tutorial origami box

tutorial origami box

3. Lipat sisi bawah dan bawah atas persegi B ke arah dalam. Sehingga sisi atas dan bawah tersebut bertemu di garis tengah, dan terbentuklah suatu persegi panjang (bahasa guwe kok jadi begini ya ngomong-ngomong)

tutorial origami box

tutorial origami box

4. Buka lipatan atas bawah tersebut kemudian lipat dari sisi kiri dan kanan, seperti gambar di bawah ini:

tutorial origami box

tutorial origami box

5. Bongkar semua lipatan itu, dan kembalilah pada persegi A. Eitsss!!! Jangan suudzon dong, saya kaga lagi ngerjain kamu, step 1-4 ini gunanya untuk membuat garis-garis pandu buat kamu lanjutin ngelipetnya di step ke 6.

tutorial origami box

6. Lipat dua ujung kanan kiri persegi A sampai terbentuk gambar seperti di bawah ini.

tutorial origami box

7. Pada sisi yang sama, lipat pada garis persegi yang tadi terbentuk. Lipatan itu akan membentuk dinding kanan dan dinding kiri box. Jadinya akan seperti gambar di bawah ini (maap, susah digambarkan dengan kata-kata soalnya)

tutorial origami box

8. Bayangkan terlebih dulu seperti apa box itu, lalu kepalkan tangan kananmu ke atas. Katakan: aku bisa, aku pasti bisa, ku tak mau berputus asaa… *nyanyi ala afi junior *minta digaplok. Oke skip poin 8. Next!

9. Ujung yang berbentuk segitiga tekuk ke arah dalam, sampai membentuk dinding atas box. Ujung segitiga akan bertemu dengan ujung kedua segitiga dinding kiri dan kanan. Cek gambar yak!

tutorial origami box

10. Jika kamu berhasil bentuk sementaranya akan seperti gambar ini:

tutorial origami box

11. Lakukan langkah ke 8 pada ujung terakhir untuk membentuk dinding ke empat…

tutorial origami box

12. Taraaaaaa!!! Sudah jadiiiii!!!

tutorial origami box

12. Bisa diletakkan di box yang lebih besar atau laci sebagai organizer. :) Bye bye clutter!

tutorial origami box

Tips & Trik Menghitung Kebutuhan Kertas:

Single Box

Nah yang banyak ditanya tu, gimana si nentuin ukuran kertas yang diperluin untuk bikin box dengan ukuran tertentu. Nah gini caranya: Jika kamu memerlukan box ukuran 20×20 cm maka kamu memerlukan tiga kali lebar masing-masing sisi, atau dengan kata lain kamu perlu setidaknya kertas ukuran 60x60cm. Dengan ukuran sedemikian kamu akan mendapatkan tinggi box sebesar 10cm atau setengah 1/6 ukuran panjang awal. Demikian jika kamu memerlukan box ukuran 7x7cm dengan tinggi 3,5cm, maka setidaknya kamu harus menyediakan kertas ukuran 21x21cm. :) Itu kalo satu box aja yang mau dibuat…

Banyak Box dalam Big Box

Nah gimana kalo mau buat divider atau organizer untuk satu laci. Kita coba latian pake matematika sederhana ya… Pake rumus luas! Misal kamu punya laci ukuran 30x40cm. Kamu pengen lacinya dikasi organizer dari origami box yang ukurannya sama 10×10 cm. Dengan masing-masing box tingginya 5 cm. Maka laci kamu akan perlu 12 box ukuran 10×10 cm. Cara menghitungnya adalah dengan menghitug luas alas laci dibandingkan dengan luas alas box.

Luas alas laci: 30 x 40 = 1.200 cm persegi

Luas alas box: 10 x 10 = 100 cm persegi

Jumlah box: 1.200/100 = 12 box

*abaikan masalah tinggi boxnya yak

Untuk membuat 12 box berarti perlu 12 lembar kertas yang masing-masing lebarnya adalah tiga kali lipat lebar alas yang dikehendaki. Lebar alas yang dikehendaki adalah 10x10cm, maka kertas yang diperlukan adalah selebar 30x30cm. Jadi total kebutuhan kamu untuk membuat organizer ukuran 10x10cm dalam laci ukuran 30x40cm adalah 12 lembar kertas ukuran 30x30cm. Kurang lebih seperti itulah.

Lets make Origami Box!

Nah kamu uda tau gimana cara bikinnya, terus juga uda tau gimana cara ngitung kebutuhan kertasnya secara terperinci. Nunggu apalagi???? Yuk keliling rumah atau kantor, kumpulin kertas bekas warna warni dan selamat berkreasi :)

Oiya yang masih bingung aku bikinin videonya sbb yaaak, yuk mari mampir, like and subsribe di channel youtube nyonyamalas :)

With love, nyonyamalas.

.

.

PS. Buat yang suka bikin-bikin DIY kaya aku,temen blogku a.k.a mbak Acipa lagi bikin Giveaway loh, info lebih lanjut yuk cus ke blognya di sini.

how to make a very easy origami box

 

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

DIY Membuat Label Nama dari Pas Foto

Charger hape, charger laptop, tipex, stapler, modem, dll adalah barang yang sering digunakan bersama di kantor. Alhasil kadang barang tersebut dengan mudah raib dari meja kantor, tertukar atau berpindah tempat (pengalaman, pernah sampai pindah lantai hihihi). Berbagai cara dilakukan. Yang paling ekstrim dilakukan rekan kantor saya adalah mengikat staplernya ke meja dengan tali sepanjang 2 meter, jadi stapler tersebut tidak akan berpindah jauh dari padanya. Usaha ekstrim tersebut berakhir jadi guyonan, ketika kami menemukan tali tersebut akhirnya harus digunting karena melilit lilit dimana-mana. :D Berhubung memberi nama dengan spidol menjadi mainstream dan tidak seru, nyonyamalas punya satu lagi cara yang efektif untuk membuat barang-barang tersebut tidak tertukar dan selalu kembali ke tangan kita: melabelinya dengan foto.

Eng, rekan kuliah saya di UI pernah bilang bahwa manusia sekarang cenderung menjadi manusia yang visual. Entah hasil baca dimana dia, tapi sedikit banyak betul juga. Terbukti ketika pertama kali saya melabeli barang-barang saya dengan foto saya sendiri, orang-orang di kantor yang meminjam atau menemukannya tergeletak tidak di meja saya cenderung lebih notice untuk memberi tahu/ mengembalikannya pada saya dibandingkan dengan barang yang dilabeli dengan tulisan nama. Mungkin juga karena merasa wajah saya selalu mengawasi ya… Hihihi… Pengalaman paling nyata, adalah ketika dispenser isolasi saya (yang sudah saya labeli foto) entah bagaimana terdampar di bagian lain di lantai yang berbeda di kantor saya. Beberapa hari kemudian, ada pengumuman barang hilang lengkap dengan capture foto saya tsb. Sepertinya ada bumbu humor dan kreativitas yang menular, pengumuman tersebut ngehits beberapa saat dan kembalilah barang tersebut ke tangan saya.

A picture is worth a thousand words – Frederick R. Barnard via @emanuellaeman

click to tweet!

So, ada yang mau mencoba? Pakai saja foto anda yang sudah ada…

 

Alat dan Bahan:

Barang yang ingin dinamai

label1

Pas Foto

label2

Karena akan dipakai di kantor, saya prefer pakai pas foto. Sebenarnya ada niatan pakai foto selfie yang lebih kece dan norak-norak bergembira biar lebih lucu. Tapi kawatir, malah jadi susah dikenali. Kawatir lagi jika ditemukan atasan (oMG), bisa hancur pencitraan saya selama ini (hihihihi). Atau yang paling parah, saking noraknya foto kita, tu barang bukannya dibalikin, yang ada malah langsung dilempar ke tempat sampah karena sang penemunya jijik lihat foto kita, hahaha.

Stiker (jika suka), harganya 16ribuan di Alf*mart.

label3

Gunting dan Lem, paling direkomendasikan adalah double tape. Tapi berhubung saya ga punya, jadi pake lem dan isolasi. :D

label4

 

Cara Membuat:

1. Gunting foto sesuai selera, sesuaikan dengan ukuran barang yang akan dinamai.

label5

2. Tempelkan pada barang yang akan dinamai sebagai label dengan. Tambahkan stiker jika suka. Jika lem kurang kuat dapat dilapis dengan isolasi.

3. Feel free, selamat berkreasi :)

4. Beberapa hasil yang saya buat adalah sbb:

label11label10

Untuk charger (hape atau laptop) lebih baik label ditempel di bagian atas, sehingga ketika kita menggunakannya di terminal listrik bersama-sama dengan charger milik rekan lain, akan lebih mudah membedakannya ketika akan mencabutnya seperti foto di atas. :)

label9label8 label7label6

Ga hanya fungsional, label-label tsb saya yakin juga akan menceriakan hari-hari kami di kantor… Hihihihi… Ada ide lain yang seru? Share juga idemu di komen yaaakkk!!!

Salam!

 

label foto

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share