Belajar dari Jenahara, Bisnis saat Pandemi: Menciptakan dan Memanfaatkan Ide dan Peluang Usaha

ide dan peluang bisnis saat pandemi

Temen-temen yang mengikuti saya di Instagram mungkin juga sudah tahu ya, kalau saya pun punya online shop (olshopnyonya x @muridkecil) untuk buku-buku anak. Nah, sayangnya bisnis saat pandemi ini kaya setengah mati suri gitu, karena saya yang mengurangi aktivitas pembelian dan juga pengiriman due to physical distancing. Lebih tepatnya sebenarnya juga karena saya bingung si, apa yang harus saya lakukan gitu menghadapi perubahan serta ide dan peluang usaha saat pandemi ini.

Di satu sisi, saya melihat peluang usaha masih besar, karena anak-anak kan banyak yang “dirumahkan” terutama yang preschool/ daycare. Keberadaan olshop saya tentunya dapat menyediakan buku anak atau peralatan lain terkait untuk membantu para ibu. Cuma ada keraguan juga, melihat daya beli masyarakat di tengah pandemi ini. Saya yakin banyak juga teman-teman yang sudah memiliki bisnis atau ingin memulai bisnis yang merasakan keraguan yang sama.

ide dan peluang bisnis saat pandemi

Makanya saya seneng banget pas nonton video OASIS (Obrolan Asik Seputar Bisnis) di Youtube, salah satu narasumbernya adalah Jenahara ini.

Buat yang mungkin belum familiar dengan Jenahara, beliau desainer sekaligus pengusaha di bidang fashion muslimah. Usianya sekarang adalah 35 tahun, dan telah mendirikan labelnya sendiri, Jenahara, pada tahun 2011 (9 tahun lalu).

Di video OASIS ini, Jenahara bareng Soleh Solehudin ngobrol santai, tapi ada beberapa poin yang menurut saya penting dan bisa dipraktikkan buat saya maupun teman-teman UKM terkait “Menciptakan dan Memanfaatkan Tren” khususnya untuk kepentingan bisnis di tengah pandemi ini:

Tips Bisnis Saat Pandemi #1

Eksekusi Ide dan Peluang Usaha Itu Penting, But Don’t Rush Your Bussiness

tips 1 ide dan peluang bisnis saat pandemi

Saat membangun brand Fashion khusus Muslimah/ Hijab, Jenahara dulu memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi ide dan peluang usaha fashionnya. Nggak tanggung-tanggung si nunggunya sampai bertahun-tahun sejak lulus dari sekolah desainer. Hal ini karena dia melihat saat itu market pasar fashion hijaber usia muda memang belum ada. Mengingat para pengguna hijab kebanyakan adalah ibu-ibu usia paruh baya.

Bahkan Jenahara sempat turut membangun komunitas hijaber terlebih dahulu, selain untuk sharing value bahwa perembuan berhijab, selain memenuhi panggilan syariat, pun bisa berkarya dan tetap menunjukkan eksistensi sesuai karakternya, dia pun dapat mempelajari karakteristik dari para hijaber ini.

Nah, tapi bukan berarti lalu nunggu nunggu terus tanpa eksekusi ya. Di sesi tanya jawab Jenahara sempat menegaskan kembali kalau poinnya bukan di kata “menunggu” tapi mengetahui waktu yang tepat dan eksekusi.

Eksekusi di waktu yang tepat.

Kapan waktu yang tepat itu? Waktu yang tepat adalah momen dimana sudah ada market atau ada kebutuhan akan barang tertentu.

Jadi baik eksekusi dan timing sama-sama penting. Seperti saat ini, timingnya adalah pandemi. Momennya apa? Lalu produk yang dibutuhkan apa? Maka eksekusi bisnisnya dapat memanfaatkan tren/ momen tersebut.

Contohnya, bagi penggiat fashion hijab, bagaimana kemudian memanfaatkan momen tersebut dengan mengadaptasi produk hijabnya dengan masker kain, dll.

Tips Bisnis Saat Pandemi #2

Punya Ciri Khas – Memberikan Alternatif Pilihan

tips 2 ide dan peluang bisnis saat pandemi

Memanfaatkan tren itu tidak sama dengan ikut-ikutan.

Belajar dari OASIS – Jenahara, ketika ingin brand atau produk kita memiliki tepat di hati konsumen, malah sebaiknya memiliki ciri khas berbeda dari produk yang telah tersedia di pasaran. Namun harus pintar-pintar melihat ciri khas apa yang ingin ditonjolkan yang menjadi jawaban bagi masyarakat, atau alternatif yang akan dipilih oleh target pasar kita.

Contohnya, Jenahara saat menyadari bahwa market pasar fashion hijaber (yang menarget kawula mula) telah siap, Jenahara menawarkan desain-desain yang berbeda dengan desain pakaian muslimah saat itu.

Jenahara memilih untuk menjual pakaian dan hijab secara terpisah dengan kromasi warna hitam serta practical untuk kegiatan seharian. Namun pakaian-pakaian maupun hijab ini mudah dipadukan dengan paduan yang lebih proper untuk acara yang lebih formal atau acara lainnya.

Hal ini sesuai dengan value yang diusung Jenahara yang ingin mendukung karya perempuan hijaber dengan maksimal. Jika produk yang tersedia di pasar sebelumnya adalah setelah baju dan jilbab yang telah diset paten, dengan bunga-bunga dan aksesoris dari hijab sampai bawahan, maka produk Jenahara memberikan alternatif lain bagi kawula muda untuk melakukan mix match sesuai dengan kebutuhan dan tentunya juga dengan karakter masing-masing pribadi.

Tips Bisnis Saat Pandemi #3

Terus Belajar Menghadapi Perubahan dan Peluang Usaha

tips 3 ide dan peluang bisnis saat pandemi

Yang saya salut, Jenahara di sesi ini cerita jatuh bangun usahanya dengan santai. Hihihi, walaupun saya tahu, pasti menjalaninya berat ya. Karena bahkan ada “masa jatuh” yang cukup lama di tahun 2015, yang dia bilang mempengaruhi kehidupan pribadinya juga. Tapi yang saya salut adalah semangatnya untuk belajar dari pengalamannya tersebut.

Untuk masa pandemi Covid-19 inipun Jenahara merasakan dampaknya. Hal ini karena pandem Covid terjadi bertepatan dengan masuk bulan puasa ya. Dimana produksi pakaian muslimah sedang tinggi, namun kemudian diberlakukan PSBB yang menghambat retail maupun pengiriman barang.

Yang ditekankan oleh Jenahara, dalam menghadapi Covid-19, secara implisit dalam paparannya adalah sebagai berikut:

  1. Respon untuk melakukan perubahan rencana yang cepat.
  2. Mengenali karakteristik usaha, misalnya retail harus mempelajari usia barang/ usia barang di toko.
  3. Mempelajari trik marketing, seperti misalnya saat menentukan Diskon harus bisa membandingkan usia barang vs daya beli masyarakat, agar tidak rugi, dll.

Oh, iya, Jenahara juga sedikit menyinggung tentang bisnis barunya di dunia kuliner yaitu Pizza. Yang sedikit banyak tentunya memiliki perbedaan antara pengelolaan, ide serta peluang usaha dibandingkan dengan bisnis pakaian sebelumnya. Ketiga hal di atas juga diterapkannya pada bisnis kulinernya.

Sebenarnya banyaaaaaaaaak poin-poin lain yang nyelip nyelip di tengah percakapan Soleh Solehudin sama Jenahara. Hihihi… Cuma kan agak bingung ya nulisnya, karena nanti jadi puanjaaaaang banget, dan temen-temen jadi pusing. Hihihi….

Saya pribadi si menyarankan temen-temen nonton langsung aja seri OASIS yang dihelat oleh NinjaXpress untuk para pelaku bisnis mikro kaya saya dan juga UMKM. OASIS ini juga nggak hanya satu video Jenahara. Ada narasumber-narasumber lain yang diundang setiap minggunya, yang bisa kita petik juga pengalamannya saat berbisnis yang kemungkinan juga bisa kita adaptasi di bisnis kita.

OASIS ide dan peluang bisnis saat pandemi
Klik Gambar!

Selain OASIS di Youtube, NinjaXpress juga punya pelatihan Ninja Academy untuk mendukung UMKM, loh. Temen-temen bisa cari tahu info lebih lanjut tentang pelatihan ini dan OASIS di www.ninjaacademy.co.

Kalau untuk video-video OASIS teman-teman bisa akses di link video ini yaaaa! Adakah teman-teman yang sudah memiliki bisnis atau sedang ingin membangun bisnis di tengah pandemi ini? Tetap semangat yaaa, semoga berkah usahanya! Semoga insight di atas bermanfaat! Salam sayaaang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Realistis terhadap Biaya Sekolah Anak

Kalau ngomongin biaya sekolah yang tiap tahun meningkat, pasti rame deh di grup ibu-ibu. Ada banyak pendapat, tentunya, terutama kalau menyangkut tema “biaya sekolah sekarang mahal”, “metode pendidikan yang paling sesuai” serta “pertimbangan memilih sekolah”.

Dan pro kontra pasti tidak akan menemukan ujung, soalnya kan, standar dan preferensi orang kan beda-beda ya…. Standar mahal misalnya. Apa yang buat saya mahal, mungkin buat orang lain tidak. Atau sebaliknya. Begitu pun dengan metode yang diterapkan di sekolah. Bisa jadi untuk saya, metode A adalah yang terbaik, sementara bagi keluarga lain metode B adalah yang paling tepat.

So, kalau saya dan suami berpendapat, yang penting realistis aja ya. Terutama untuk masalah biaya. Yuk mareeee #timrealistis merapaaatttt!!!

Pertimbangan Agar Realistis

Untuk dapat berpikir secara realistis, ada beberapa hal yang perlu diperbandingkan dengan nominal biaya sekolah anak yang akan orang tua pilih.

  1. Fokus pada tujuan.
  2. Mutu pendidikan yang diberikan.
  3. Kemampuan keuangan keluarga.

1 . Fokus pada tujuan.

Saat konseling keluarga dengan seorang psikolog, saya sempat curi-curi bertanya tentang sekolah anak. Konteks pertanyaan saya saat itu adalah kami galau apakah anak kami perlu masuk playgroup atau tidak. Yang pertama ditanyakan oleh Psikolog tersebut adalah, “Tujuannya (masukin anak sekolah) apa dulu ni?”

Saya dan suami sempat pandang-pandangan. Jawaban versi saya adalah karena saya ingin punya tandem pendidik yang professional dalam mengasuh anak saya. Sementara suami saya menekankan kekawatirannya atas kemampuan anak bersosialisasi,kalau sehari-hari hanya berdua dengan saya saja.

Akhir dari diskusi kami, akhirnya kami memilih untuk tidak memasukkan Gayatri playgroup. Hal itu karena tujuan yang disebutkan tadi dapat dicapai dengan cara lain yang lebih hemat. #nooffense untuk yang memilih untuk menyekolahkan anak di usia dini ya, karena kondisi keluarga kan beda-beda. Saya menceritakan hal ini, dengan latar belakang kondisi keluarga kami yang sedang transisi pekerjaan, jadi lebih menitikberatkan ke penghematan, nyaaahhh.

Uangnya bisa kami alokasikan ke dana pendidikan SD, yang menurut kami lebih wajib. Hal ini tentu saja bisa berbeda di masing-masing kondisi ya. Misal, saya memutuskan untuk kembali bekerja, pendidikan anak usia dini di lembaga pendidikan tentu naik prioritasnya.

Nah, sekarang, membicarakan biaya pendidikan TK – SD dan seterusnya, prinsipnya sama juga. Catat apa yang menjadi tujuan yang ingin dicapai. Hal ini memudahkan kita juga untuk mendefinisikan frasa “sekolah bagus” yang bisa jadi sangat subyektif menjadi parameter-parameter yang lebih jelas.

Contoh: dalam suatu keluarga parameter pendidikan agama di sekolah bisa jadi nilai utama dalam pemilihan sekolah, dalam keluarga lain bisa jadi komponen penilaian utamanya adalah materi berwirausaha. Atau bisa jadi keluarga lainnya mungkin membutuhkan sekolah yang khusus, yang memiliki fasilitas terapi, karena anaknya special needs. Tentu komponen tambahan ini juga akan menentukan biaya sekolah yang dibebankan.

Saat kita harus memilih di antara banyak pilihan baik, maka fokus pada tujuan dan parameter-parameter tersebut, akan memudahkan kita untuk membandingkan dan menentukan mana yang paling cocok.

2 . Biaya yang dikeluarkan harus sesuai dengan mutu pendidikan yang diharapkan.

Realistis bukan berarti pasrah. Kesadaran untuk realistis, mendorong saya untuk mempertanyakan apakah sekolah yang sedang dijajaki value for money atau tidak. Mahal jika sebanding dengan kualitas, rasanya tidak akan mengecewakan. Namun, jika mahal, namun hanya menjual embel-embel belaka, tidak sesuai dengan mutunya, sepertinya kok sakitnya dobel dobel ya. Di hati dan di kantong.

Orang tua kan mengejar isi, bukan bayar mahal demi gengsi.

Makanya saya salut sekali dengan seorang teman, yang rela trial di banyak sekolah untuk memastikan label montessori yang dilekatkan pada sekolah, benar-benar dipraktikkan. Prinsipnya, nama besar bukanlah jaminan. Pada seorang rekan yang lain juga. Dia dengan tegas mendaftarhitamkan salah satu sekolah dengan embel-embel bilingual, saat survey dan mendengar sendiri bagaimana pronouciation pengajarnya saat summer camp.

Survey, survey, survey. Mungkin itu adalah kunci, supaya biaya yang kita keluarkan worth every pennies. Mama nggak mau rugi!

3 . Memperbandingkan biaya sekolah dengan kemampuan.

Memang sedih dan juga pasti terbersit rasa bersalah ketika nantinya menemukan sekolah yang memenuhi poin pertama dan kedua di atas, namun ternyata melebihi budget. Pilihannya ada dua: menurunkan standar atau mencari strategi lain. Intinya adalah menjaga agar balance dan tidak mengorbankan stabilitas keuangan keluarga.

Yang saya dan suami usahakan adalah tetap dalam koridor tidak berhutang melebihi kemampuan bayar serta juga tidak mengorbankan DANA PENSIUN.

Yang boleh diotak atik adalah biaya operasional sehari-hari, yaitu dengan menurunkan gaya hidup atau berhemat. Namun, pos asuransi, hutang, hunian serta dana pensiun, menurut kami sebaiknya tidak diutak-atik.

CONTOH*), gambaran sederhananya seperti ini:

  • Hutang biasanya dipatok 30% dari penghasilan,
  • 10% untuk perpuluhan (atau 2,5% untuk zakat),
  • 5% untuk asuransi (berdasar pengalaman kami, karena hanya asuransi jiwa, askes ditanggung kantor),
  • investasi (dana pensiun, dll) 10%,
  • dana darurat (kami 0% karena sudah terpenuhi).
  • Sisanya untuk operasional sehari-hari, gaya hidup dan dana pendidikan, total sebesar 45%.
  • Maka apabila ingin memberikan porsi yang besar untuk dana pendidikan, maka dana operasional seperti makan, dll, atau gaya hidup mau tidak mau harus ditekan.

*)Persentase ini tidak saklek ya. Mungkin bagi keluarga tertentu perlu ada post untuk support orang tua, silakan disesuaikan.

Terdengar seperti tidak mau berkorban demi masa depan anak ya? Padahal justru karena demi masa depan anaklah, maka orang tua tidak boleh mengesampingkan dana pensiun.

Bayangkan, jika kita lalai mempersiapkan dana pensiun atau bahkan masih memiliki hutang saat sudah tidak produktif atau belum memiliki hunian saat usia lanjut, anak juga yang akan menjadi korban. Karena harus menanggung kita, orang tuanya sekaligus menanggung cucu-cucu kita nantinya. Alias menjadi sandwich generation.

Mempersiapkan Dana Pendidikan

Walaupun bikin deg-degan, saya bersyukur sekali, karena jaman sekarang sudah mudah mencari informasi tentang biaya sekolah di media sosial. Saya jadi bisa tahu besaran uang yang harus dipersiapkan sejak jauh hari. Berkaitan dengan pertimbangan di atas, kalau kita merasa, sekolah yang diharapkan itu mahal, maka ada beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan:

1 . Mempersiapkan biaya jauh-jauh hari.

Jangan lengah karena merasa, masih lama. Karena makin lama waktu persiapan, sebenarnya makin baik. Apalagi jika teman-teman bisa berinvestasi di instrument yang tepat. Total uang yang harus dispent bisa tidak sebesar jika persiapannya lebih singkat.

2. Mencari tambahan penghasilan.

Persiapan yang lebih lama, juga akan memungkinkan orang tua untuk mencari tambahan penghasilan. Penghasilan tambahan tersebut bisa khusus dialokasikan untuk dana pendidikan. Dengan demikian bisa meminimalisasi risiko berhutang.

Saya sendiri tidak anti berhutang untuk pendidikan anak. Namun, perlu diingat, ketika memutuskan berhutang, orang tua harus mengetahui betul sumber dana yang akan digunakan untuk membayar hutang. Jangan sampai terjerat hutang dengan bunga yang berlipat ganda, yang pada akhirnya nanti akan membebani sampai usia pensiun.

Ingat, ketika masa pensiun tiba dan utang belum selesai, anak jugalah yang akan menjadi korban akhirnya.

3. Mencari alternatif lain.

Kalau strategi pertama dan kedua sudah mentok, agar tidak mengganggu stabilitas keuangan keluarga, mau ga mau kita mengendurkan standar ya. Misal, dengan memilih sekolah yang lenih terjangkau.

Sementara apabila pilihan sekolah yang dikendurkan, orang tua masih bisa mencari alternatif untuk back up, seperti beasiswa, tambahan les/ kursus atau mendampingi anak melakukan pengembangan diri secara mandiri. Karena sesungguhnya, memang tugas orang tualah untuk mendampingi anak-anak dalam pendidikannya.

Memang pilihan yang sulit, dan tentunya, pilihan untuk menurunkan standar ini saya rasa baru boleh diambil jika kita sudah mencoba melakukan beberapa strategi terlebih dahulu. Last option, sampai titik darah penghabisan.

Jadi ya kesimpulannya???? Semangaaaaaaattt!!!

Teriring doa dari ibu yang anaknya masuk sekolah lima tahun lagi….

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Instal Antivirus McAfee Total Protection? Ternyata Gampaaang!

Sebenarnya keinginan untuk instal antivirus itu sudah lama. Kurang lebih beberapa bulan lalu, ketika blog ini terkena virus. Sebenarnya hal ini beda perkara. Hosting pada blog saya yang terkena virus. Tapi kejadian tersebut membuat saya yakin  untuk memproteksi semua gawai termasuk handphone.

Apa Urgensi Instal Antivirus????

Berhubung sekarang apa-apa di handphone kan. Let say, digital banking seperti mobile banking dan investasi online, lalu akun-akun terkait transaksi keuangan lainnya seperti pegadaian, marketplace, uang elektronik, dll. Bikin agak was-was, tapi tidak mungkin juga nggak pakai aplikasi tersebut di handphone. Data-data kerjaan juga sekarang banyak saya simpan handphone. Semuanya karena praktis dan mobile.

Tapi horor aja, kalau sampai handphone kena virus, dan data-data tersebut ditake-over. Jangan sampai pula dirusak atau dikunci hingga saya tidak bisa akses. Hal ini bukan sekadar paranoid emak-emak yang tak berdasar ya.

Faktanya, ada 244 malware baru di setiap menitnya, atau 4 malware baru setiap detiknya. Dan setiap harinya tu ada sejuta orang yang menjadi korban cybercrime di seluruh dunia. Jadi setiap detiknya ada 12 orang yang menjadi korban.

Jangan sampai dah, jadi salah satunya. Amit amit….

Akhirnya niat pasang antivirus tersebut kesampaian juga, kemarin siang. Hihihi, nungguin suami, lama banget. Tarsok, tarsok mulu, karena dianya sibuk. Jadi deh, nekat instal sendiri. Hihihi, to be honest, ini pertama kalinya lo, saya instal antivirus sendiri. Soalnya dulu kan di kantor, tinggal minta tolong sama temen di Tata Usaha ya. Hihihi, sekarang berhubung saya freelance, kudu mandiri!

Install Antivirus Ternyata Gampang!

Dan ternyataaaaa…. Pasang antivirus tu gampang banget. Saya pasang McAfee Total Protection di laptop dan handphone itu nggak sampai setengah jam. Itu uda sama set up di DUA devices yak. Sempat salah langkah, karena sayanya sok tahu gitu hihihi. Tapi kemudian, saya WA tim teknisnya Karismaworld, daaaan kurang dari lima menit dijawab. Beres dah.

Oke, daripada saya kelamaan cerita kesana-kemari, saya bikin poin-poin aja ya…. Biar teman-teman lebih mudah mengikuti.

Antivirus McAfee Total Protection

Antivirus yang saya pasang adalah McAfee Total Protection. Berhubung McAfee sudah berdiri sejak 1987, dan banyak organisasi terpercaya yang kasih rating bagus/ awards ke McAfee, jadinya saya percaya.

Oiya, antivirus ini berbayar ya. Sengaja nggak memilih yang gratisan soalnya ada beberapa fitur yang memang cuma bisa didapatkan dari antivirus berbayar. Berikut informasi perbedaan antara antivirus free dengan yang berbayar:

perbedaan antivirus

Kalau teman-teman lihat di webnya, pilihan Antivirus McAfee ini banyak ya. Salah duanya, yang sempat bikin saya galau memilih adalah: McAfee Internet Security sama McAfee Total Protection. Tapi akhirnya memilih McAfee Total Protection, karena ada fitur Parental Controls dan File Locknya. Perbandingan keduanya ada di bawah ini ya….

perbandingan antivirus

Cara Instal Antivirus yang Praktis

Sebagaimana yang saya ceritakan di awal, install McAfee Total Protection itu sangat mudah. Tinggal kita aktivasi dulu Code McAfee Total Protection (karena saya dapat dari Karismaworld maka aktivasinya di www.mcafee.com/kims), baru setelah itu download aplikasinya dan install. Jangan kebalik ya. Lalu ikuti saja petunjuknya, karena wizardnya user friendly banget, dan uda kelar.

Temen-temen bisa lihat tutorial berikut untuk menginstall McAfee Total Protection:

Instal Antivirus McAfee Total Protection Multidevices

instal antivirus

Betul, antivirus ini bisa digunakan di beberapa devices sekaligus ya. Tergantung paket yang teman-teman beli. McAfee Total Protection yang untuk 1, 3 atau 5 hingga 10 devices. Kalau teman-teman beli yang lebih dari satu devices, maka teman-teman juga bisa install di handphone. Tutorialnya sebagai berikut:

Kalau teman-teman bingung pas instal antivirus, hubungi saja customer servicenya via WA atau telepon. Saya pernah hubungi CS PT KIMS di hari kerja via WA, dan aslilah, cepet banget responnya. Nggak bertele-tele juga, to the point sama kondisi yang kita hadapi dan kasih solusi.

Where to Buy

McAfee Total Protection atau yang lain, bisa dibeli di Tokopedia maupun Shopee, marketplace kesayangan kita semua. Dan nggak perlu kawatir dengan originalitasnya, asal kita pilih penjual yang terpercaya. Klik saja link tadi ya, sudah saya direct ke McAfee Official Store dari PT KIMS.

PT KIMS atau biasa disebut dengan Karismaworld, sudah mendistribusikan produk McAfee yang asli sejak tahun 2014. Lengkapnya tentang PT KIMS ini bisa dilihat di website perusahaannya pada www.kharismaworld.co.id. Kalau kantor offline sendiri ada di Jakarta (pusat) dan cabangnya di Jogjakarta.

Review 

1. User friendly.

So far, saya merasakan banget kalau antivirus ini handy banget. Mudah digunakan. Seperti di handphone, ada widget yang mengambang di tepi interface, yang kalau di klik langsung ada pilihan, scan serta ada semacam dashboard penggunaan memory, storage dll.

Daaaan, ada scan yang otomatis. Yang cucok meong, buat magerista dan pelupanista kaya saya. Hihihi. Relatif tenang dah….

2. Nggak bikin gawai jadi lemot.

Trus, saat set up dan juga scan, handphone saya masih bisa dipakai. Nggak yang jadi lemot. Pantes aja ya, antivirus ini dibilang antivirus terbaik. Worth for every rupiahs yang kita bayar buat ngedapetin ni antivirus.

3. Ga ada pop up/ iklan yang mengganggu.

4. Tim teknisnya helping banget.

Demikian pengalaman saya install dan menggunakan antivirus McAfee Total Protection. Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaaa!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share