Review Sterimar Baby Nasal Hygiene

sterimar baby nasal spray

Sterimar Baby Nasal Hygiene dikenal juga dengan sebutan Sterimar Nasal Spray alias semprotan hidung, kalau kata anak saya. Pertama kali pakai produk ini pas anak saya usia kurang lebih 9 bulanan. Botol ini adalah botol ketiga (anak saya uda 3 tahun lebih sekarang). Karena sudah cukup lama menggunakannya dan juga merasakan manfaatnya saya jadi yakin untuk menuliskan review Sterimar untuk bayi ini.

Sebagai orang tua, kadang kita sering kawatir apabila bayi sakit atau pilek. Beberapa home treatment bisa dilakukan untuk meringankan gejala pilek pada bayi, terutama untuk mengurangi hidung mampet, agar bayi dapat beristirahat dengan tenang dan kembali sehat. Salah satu yang saya gunakan di rumah adalah nasal spray, merk Sterimar Baby.

Sterimar Baby Nasal Hygiene bisa dibilang termasuk nasal spray atau saline spray ya. Pengertian nasal menurut KBBI, terkait dengan udara melalui hidung. Sementara saline adalah cairan isotonik, atau larutan garam atau cairan infus. Spray sendiri merujuk kepada proses membuat cairan saline tadi menjadi semburan yang sangat halus (microdiffusion) sehingga tidak sakit ketika disemprotkan ke dalam hidung.

sterimar baby nasal spray

Setahu saya, soalnya ada teknik lain untuk menyemprotkan cairan saline dalam rangka nasal hygiene yang bukan menggunakan teknik spray. Biasanya digunakan untuk orang dewasa ya. Saudara saya pernah melakukannya atas petunjuk dokter. Tapi saya kok takut melihatnya, hehehe. Dengan teknik spray, rasanya lebih nyaman kalau buat bayi. IMHO.

Manfaat Sterimar Nasal Spray

Manfaat yang paling kerasa dari penggunaan nasal hygiene ini adalah untuk “membersihkan ingus”. Jadi yang tadinya ngumpul di hidung dan susah dikeluarkan, jadi meler dan plong gitu. Gimana ya bahasanya hihihi….

Intinya membantu pernapasannya jadi lebih nyaman saat pilek. Tapi cara bekerjanya berbeda dengan Vicks yang pelega hidung itu ya. Cara bekerjanya juga tidak menggunakan obat-obatan, melainkan menggunakan air laut yang diproses secara microdiffusion.

Klaim manfaat resminya, bahan baku, cara penggunaan,dll ada di kemasan, sebagai berikut, “Sterimar baby is a medical device and is recommended for cleansing your baby’s nose.

Disarankan di kemasannya, sterimar untuk bayi usia 0-3 tahun. Saya sendiri baru mencoba produk nasal spray ini saat anak saya usia 9 bulan.

Review Sterimar Nasal Hygiene

Kalau yang saya rasakan, cara bekerja dari Sterimar ini membersihkan dan melapisi membran hidung sehingga tetap lembab dan sehat. Saya sendiri pernah mencoba menggunakan Sterimar, dan terasa manfaatnya ya walaupun tidak seketika tapi memang ingusnya luruh.

Lalu ketika saya sedang flu, secara berkala saya semprot, mengurangi rasa tidak nyaman di hidung. Kalau tidak sedang common flu, namun saya merasakan ada alergi dingin, misalnya karena AC (AC membuat udara terlalu kering), saya juga pakai Sterimar ini. So far, terasa meringankan gejala.

Sebenarnya ada Sterimar yang khusus untuk dewasa ya. Namun, sejak pindah ke Surabaya, anak saya jarang pilek lagi. Jadi Sterimar Babynya saya yang pakai, hehehe.

Review Sterimar untuk Bayi Pilek

Cons

Sebagai penganut sabar dan gendong dalam pengobatan pilek, kami memang memahami kalau penggunaan nassal spray untuk bayi ini tidak wajib.

Pun perlu dipertimbangkan kenyamanan anak saat proses penyemprotannya. Karena di awal-awal, anak pasti curious kan. “Apaan ni dimasukin hidung guwe?!?!?” Kalau anak berontak ya bisa kecolok tuh (lihat gambar bagian ujung spray).

Pros

Namun berdasar pengalaman, terutama saat mau naik pesawat dalam kondisi anak pilek, kami biasanya memang semprotkan dulu (sudah konsul dokter juga) dan mendapatkan manfaatnya tadi.

Ketika sudah beberapa kali pakai pun, anak kami sudah nggak merasa terintimidasi lagi dengan ujung spray yang perlu dimasukkan ke hidung. Semprotannya pun halus banget, jadi sebenarnya tidak sakit.

Namun ya balik lagi, lihat bocahnya juga. Anak saya kebetulan kalem (kaya ibunya gitu 😜), bisa dikondisikan, jadi berasa lebih besar manfaat dari mudharatnya, imho.

sterimar untuk bayi

Cara Menggunakan Sterimar Baby

Cara menggunakan Sterimar Baby adalah sebagai berikut:

  1. Buka tutup produk Sterimar Nasal Hygiene,
  2. Secara lembut masukkan ujung nozzle (ujung bulat kecil di bagian atas kemasan produk) ke lubang hidung bayi,
  3. Tekan bagian nozzle yang bergerigi,
  4. Tunggu sesaat, ketika produk Sterimar Baby menyemburkan air dengan lembut,
  5. Tarik ujung nozzle nasal spray,
  6. Biarkan sisa cairan produk mengalir keluar dari lubang hidung sebelum mengelap hidung bayi,
  7. Ulangi langkah-langkah di atas untuk lubang hidung yang lain,
  8. Setelah itu, cuci nozzle dengan sabun dan air bersih, keringkan,
  9. Simpan produk dalam keadaan tertutup,
  10. Lakukan penyemprotan menggunakan Sterimar Baby 2-6 kali sehari setiap di perlukan di masing-masing lubang hidung.

Bahan Baku dan Ukuran Sterimar Baby

Komposisi utamanya adalah air laut 31,82 ml per 100 ml purified water, 100% natural. Diperkirakan dapat digunakan kurang lebih untuk 150 dosis.

Kemasan Sterimar sendiri dalam bentuk tabung spray ukuran 50 ml, sekitar satu genggaman orang dewasa. Tingginya sampai ujung nozzle kurang lebih 15 cm dan diameternya 4 cm.

Foto produk yang saya punya adalah foto kemasan lama ya….

Harga Sterimar Spray vs Harga Saline Spray untuk Bayi Lain

Yang perlu dipertimbangkan lagi mungkin adalah harganya ya. Cenderung pricey kalau dibanding tetes hidung, dll. Hanya jujur, saya belum pernah coba yang lain, jadi tidak bisa memberikan informasi perbandingan lebih lanjut.

Harga Sterimar: Rp 130.000,00 an.

Semoga review Sterimar bermanfaat untuk memberi gambaran ya, bagi teman-teman yang sedang mempertimbangkan beli produk ini. Kalau saran saya si, walaupun tidak perlu pakai resep, sebaiknya tetap konsultasi ke dokter ya….

Semoga kita semua sehat-sehat selalu. Salam sayang!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Saat Anak Demam, Ketahui Tanda Darurat dan Pertolongan Pertama!

Akhir-akhir ini, ada imbauan bagi ibu hamil maupun anak untuk menunda kunjungan ke Rumah Sakit jika tidak darurat. Sementara itu, yang namanya anak kan sehari-hari sering sekali mengalami demam dan sakit ya. Sebagai orang tua, wajar si kalau ada kawatir. Tapi kudu ingat untuk #GakPakeDrama ya, supaya kita tetap tenang dan bisa melakukan pertolongan pertama saat anak demam.

Di artikel ini saya pengen share apa itu Tanda Darurat saat Anak Sakit dan Apa Saja Pertolongan Pertama yang biasa saya lakukan di rumah ketika anak saya demam. Jadi kita sebagai orang tua posisinya selalu waspada, namun kita juga harus tahu, kapan sebaiknya “wait and see” dan kapan sebaiknya “gerak cepat”.

Di akhir artikel, saya mau review satu produk terkait penanganan demam. Oiya, disclaimer: saya bukan dokter atau tenaga kesehatan ya, jadi sharing kali ini murni berdasarkan pengalaman sebagai ibu, semoga bermanfaat ya!

pertolongan pertama saat anak demam

Apa dan penyebab demam (?)

Suhu normal pada tubuh manusia adalah 36,5 – 37,5 derajat Celcius. Biasanya kita akan menyebut demam, saat suhu tubuh melebihi 37,5 derajat Celcius. Selama 3 tahun anak saya, ada beberapa kejadian yang menyebabkannya demam:

  • Suhu lingkungan. Jika baru saja melakukan perjalanan atau ada perubahan sushu yang ekstrim kadang kala, anak saya mengalami demam. Demikian juga jika dia baru melakukan aktivitas fisik dan atau kelelahan. Apakah ada yang sama? Tos duluuuu!!!
  • Infeksi. Ketika tubuh sedang diserang bakteri/ virus, demam adalah tanda bahwa tubuh sedang melawan penyakit.
  • Efek imunisasi.
  • Tumbuh gigi.

Apakah demam berbahaya?

Pada dasarnya demam seperti pada common flu bukanlah hal yang berbahaya, dan biasanya dapat diatasi di rumah. Demam bisa dibilang adalah petanda tubuh yang sedang melakukan perlawanan terhadap kuman, bakteri atau virus yang memasuki tubuh. Namun jika lebih dari 3 hari atau jika ada tanda-tanda lain, demam adalah early warning dari penyakit yang lebih berbahaya, sehingga harus dilakukan konsultasi dengan dokter.

“Mengapa si Dok kok tiga hari?”, saya pernah bertanya demikian pada DSA saya. Kurang lebih beliau menjawab karena ada kekawatiran terkait DBD. Jadi biasanya demam dalam tiga hari akan diperlukan observasi lebih lanjut seperti pemeriksaan darah, dll. Namun kalau baru satu dua hari bisa dilakukan pertolongan pertama, kecuali jika ada tanda-tanda darurat lainnya.

Pertolongan pertama saat anak demam dan tanda darurat ke dokter akan dibahas lebih lanjut di bawah ini ya…..

mengatasi demam

Pertolongan pertama saat anak demam

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah sebagai pertolongan pertama saat anak demam:

  1. Pastikan anak dalam kondisi nyaman.
    Saat anak demam, buatlah kondisi senyaman mungkin, agar anak tidak kedinginan atau sebaliknya mengalami kepanasan. Orang tua bisa menyelimuti anak dengan kain yang tipis serta membuka jendela agar sirkulasi udara lebih baik dan suhu ruangan menjadi lebih sejuk. Pelukan, sentuhan, cerita-cerita atau hal-hal kreatif lain bisa juga digunakan untuk menenangkan dan mengalihkan perhatian anak dari rasa tidak nyamannya.
  2. Letakkan handuk kecil yang dibasahi air di ubun-ubun kepala atau lipatan-lipatan tubuh anak sebagai kompres demam. Tidak disarankan menggunakan air es (air yang telalu dingin) untuk mengompres, karena bisa membuat anak menggigil. Saya prefer menggunakan air hangat atau air suhu ruangan.
  3. Perbanyak istirahat dan sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini karena kondisi tubuh sedang melemah, sehingga mudah terserang penyakit yang ada di luar rumah.
  4. Cek suhu tubuh. Saya selalu punya termometer di rumah. Tidak harus termometer digital atau termometer forehead ya, mengingat akhir-akhir ini termometer ini jadi sangat mahal dan lebih diprioritaskan untuk tenaga medis. Termometer dengan raksa yang sederhana pun sudah sangat membantu. Biasanya si ngecek suhunya 3-4 jam sekali, atau pas inget, hehehe. Dan selalu saya catat di notes handphone atau selembar kertas. Gunanya catatan ini adalah untuk ditunjukkan ke dokter, apabila Beliau membutuhkan gambaran naik turunnya suhu tubuh selama anak sakit.
  5. Beri cairan dan jaga supaya jangan sampai mengalami dehidrasi. Meski demam tinggi tidak selalu menandakan adanya penyakit serius, namun orang tua sebaiknya tetap waspada. Tanda kecukupan cairan bisa kita lihat dari bibir (kering dan lengket atau tidak), jumlah pipis, warna pipis, area mata, dll.
  6. Sedia obat turun panas, sewaktu-waktu diperlukan.

Tanda Darurat saat Anak Sakit

Nah, bagian ini sekaligus juga menjawab pertanyaan “Kapan perlu konsultasi ke Dokter atau tenaga medis?”. Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter apabila ada 3 poin di bawah ini, poin ke-4 tambahan insight :)

1 . Saat demam terjadi pada bayi baru lahir (demam pada neonatus).

Sepengalaman saya, untuk bayi baru lahir kurang dari usia 30 hari, jika ada demam, harus langsung konsultasi dengan dokter/ bidan (sumber: IDAI). Kalau bisa, milikilah nomor kontak dokter anak atau bidan Anda ya, Nyah. Supaya bisa dihubungi terlebih dahulu dan atau konsultasi via telepon.

2 . Saat anak demam sudah 3 hari atau lebih.

Setelah usia anak lebih dari itu, biasanya kalau demam, dokter anak saya akan menyarankan datang/ konsultasi langsung jika demam yang terjadi sudah 3 hari atau lebih.

3 . Saat terdapat tanda-tanda darurat lain.

ATAU jika saat demam (atau bahkan tanda demam) ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan, seperti sesak napas, dll. Berikut adalah beberapa tanda-tanda darurat menurut IDAI, yang harus segera ditangani oleh tenaga kesehatan, jika ada satu saja tanda darurat yang terjadi:

  • sesak napas atau biru pada bibir,
  • diare terus menerus atau muntah-muntah disertai lemas (dehidrasi),
  • nyeri perut hebat,
  • pendarahan terus menerus,
  • kejang atau penurunan kesadaran atau kelumpuhan,
  • demam tinggi 3 hari atau lebih atau demam pada neonatus,
  • kecelakaan, atau
  • keracunan, menelan benda asing, digigit hewan berbisa.

Apabila anak adalah pasien penyakit kronis, sebaiknya hubungi dokter terlebih dahulu ya. Pendapat saya tentang kekawatiran orang tua saat anak sakit bisa dibaca di artikel Better Worry Than Sorry, But….

4 . Saat orang tua memerlukan edukasi.

Poin ke empat ini khususon kalau sedang situasi normal alias tidak physical distancing ya. Semoga pandemi ini segera berakhir aamiin, aamiin….

Poin keempat ini, menurut saya pribadi. Jadi datang ke dokter itu tidak selalu identik dengan minta obat. Saya pribadi jika mengalami keraguan, akan lebih memilih untuk datang ke dokter langganan saya. Yang pertama untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari profesional. Yang kedua untuk mendapatkan edukasi.

Hal ini tentu saja, karena dokter langganan adalah dokter yang RUM ya. Jadi saya tidak kawatir untuk konsultasi, karena tidak selalu akan berakhir dengan obat. Namun, perlu dipertimbangkan juga ya, karena kalau ke dokter kan ada kemungkinan bertemu pasien lain yang sedang sakit. Jadi ada risiko juga, anak kita tertular penyakit. Apalagi saat ini, kalau bisa konsultasi dulu via WA, via WA aja dulu deh….

Mengatasi anak drama saat demam.

Nah, walaupun secara teori orang tua sering sudah tahu hal-hal di atas, namun ada saja ya hal-hal yang bikin situasi demam jadi drama. Terutama kalau anak uring-uringan dan bad mood. Hihihi….

Yang pasti harus dilakukan tentu saja orang tua harus tetap kreatif dan mengatasinya #GakPakeDrama ya!

Selain pertolongan pertama yang sudah saya sebutkan di atas, saya juga punya trik “unik” yang biasanya berhasil saya lakukan di Gayatri. Yaitu menggunakan Hansaplast Cooling Fever Disney Frozen & Marvel Avengers. Ini adalah kompres demam pertama yang terdapat karakter kartun favorit anak. Hihihi….

kompres demam saat anak demam

Saya merasa penggunaan kompres demam dari Hansaplast ini memudahkan saya untuk menenangkan dan mengalihkan perhatian Gayatri. Saya bisa cerita tentang kuman yang harus dilawan, dan bagaimana kita harus semangat seperti para superhero kartun tersebut. Namanya anak-anak ya, mereka kan lebih mudah disimulasi dengan hal-hal yang sifatnya visual.

Yang saya suka dari #HansaplastID Cooling Fever adalah daya lekatnya yang cukup baik. Jadi plester ini masih menempel dengan baik, walaupun sekali dua kali dilepas oleh anak saya. Ya maklum, kadang anak-anak yang ingin tahu ya. Dan uniknya, walaupun melekat, tapi tidak ada rasa lengket yang mengganggu loh. Aromanya juga segar, tidak berbau obat-obatan, jadi anak tetap merasa nyaman.

Pemakaiannya sendiri juga praktis, karena tinggal dilekatkan di dahi atau di area lain yang membutuhkan kompres. TIDAK PERLU dimasukkan ke dalam kulkas dulu ya…. Karena kalau terlalu dingin, seperti es, malah akan tidak baik :)

hansaplast cooling fever

Informasi lebih lanjut silakan untuk mengunjungi www.hansaplasi.co.id atau melalui akun Instagram resmi @Hansaplast_ID dan Facebook Fanpage @HansaplastID

Sekian sharing dari saya, semoga kita sekeluarga selalu sehat yaaaa!!!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Treatment Kedua Erhair Removeasy Hair Removal by IPL

Sebelumnya saya pernah mencoba menghilangkan bulu ketiak dengan treatment Erhair Removeasy Hair Removal by IPL di bulan Oktober 2019 di Erha Clinic Rungkut, Surabaya. Sesuai dengan rekomendasi dokter agar hasilnya optimal, saya diminta balik kembali sebulan kemudian, namun karena satu dan dua hal saya baru kembali di bulan Januari.

Treatment Kedua ERHAIR Removeasy Hair Removal by IPL – Januari 2020

Kenapa kok balik?

Selain karena rekomendasi dokter tadi, saya melihat ada hasil yang berangsur-angsur tampak di kulit ketiak saya dari treatment pertama. Kulit ketiak saya tampak lebih cerah, dan ada milia yang secara signifikan mengecil. Untuk bulu ketiaknya sendiri belum hilang seluruhnya, namun ada bagian yang rontok, serta tumbuh bulu yang lebih halus/ tipis dibanding sebelumnya. Jadi saya pengen hasilnya tambah optimal gitu.

Saya pribadi berpendapat kalau Erhair Removeasy bisa jadi pilihan untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan di bagian ketiak, karena treatmentnya yang tidak sakit. Hasilnya sendiri bisa permanen secara berangsur-angsur setelah 4-6 kali treatment.

Sebelum saya lanjut better teman-teman baca artikel tentang treatment Erhair Removeasy Hair Removal by IPL saya yang pertama ya. Di artikel tadi saya bahas step lengkap, FAQ, serta before dan after treatement. Kalau yang mau lihat video step pelaksanaannya juga bisa dilihat di video berikut:

Related Post: Treatment Pertama Erhair Removeasy by IPL, Tahapan Lengkap!

Di artikel ini saya akan lebih fokus membahas 1) perbedaan yang ada di treatment pertama dan kedua serta 2) pengalaman paska treatment. Semoga bisa memberikan gambaran ya!

Suasana Ruang Registrasi yang bergabung dengan Erha Apothecary.

Perbedaan Treatment IPL

Setelah melakukan registrasi di lantai 1 yang berada satu ruangan dengan ERHA Apothecary, saya menunggu di ruang tunggu lantai 2. Tidak terlalu lama, sesuai dengan jam appoinment, yaitu jam 11, saya memulai treatment. Ini si yang saya sukai dari Erha Clinic Rungkut, on time banget. Jadi setelah treatment yang berlangsung kurang lebih setengah jam, saya masih sempat makan siang bareng keluarga.

Treatment kedua saya lakukan tetap bersama dr. Cahyangi di Erha Clinic Rungkut, Surabaya. Dokte Cahyangi adalah dokter yang sama yang menangani saya di treatment pertama. Sebelum melakukan treatment, konsultasi dulu. Namun konsultasinya lebih cepat daripada treatment pertama. Dr. Cahyangi juga tampak sudah memeriksa riwayat treatment saya yang terdahulu, jadi masih nyambung gitu diskusinya.

Saat konsultasi, dr. Cahyangi menjelaskan ada beberapa tahapan yang berbeda dari treatment. Perbedaannya adalah sebagai berikut:

  1. Rambut yang ada, dicukur habis terlebih dahulu. Kalau di treatment pertama, dicukur juga tapi masih disisakan sekitar 1-2 ml. Jadi tidak sampai licin. Kalau di treatment kedua, dicukur habis.
  2. Sebelum penempelan IPL tidak lagi diolesi gel. Jadi alat IPL langsung menempel ke kulit.
  3. Setelah treatment, karena kulit saya agak sedikit kemerahan, dr. Cahyangi meminta suster untuk mengoleskan anti iritasi.

Dua perubahan ini, dinyatakan dokter memang bentuk pembaharuan dari pusat, yang berdasar riset ERHA Skin, Hair & Laser Expert menemukan kalau cara ini lebih efektif dalam melemahkan folikel rambut.

Pada treatment kedua, di tahap 2 Treatment IPL tidak ada lagi pengolesan gel di kulit.

Karena tidak ada lapisan gel, jadi alat IPL langsung menempel ke kulit. Awalnya saya kawatir hal ini akan menimbulkan rasa sakit, tapi ternyata tidak. Memang rasa clekit-clekitnya dan bau seperti hangus jadi lebih terasa dibandingkan ketika treatment pertama, namun tidak terasa sakit.

Oiya kapas penutup mata di treatment kedua juga dibasahi air. Sebelumnya tidak. Memang hal ini, tidak terkait langsung dengan proses IPLnya, tapi menambah kenyamanan, soalnya jadi tidak terasa silau sama sekali. Thanks Erha, yang sudah memikirkan hal sekecil ini, untuk meningkatkan kenyamanan customer.

“Challenge the Limit”, quote di ruang tunggu lt. 2 yang menohok.

Pengalaman Paska Treatment

Sebagaimana saya sebutkan paragraf pertama tadi, perubahan yang paling terasa dari treatment pertama adalah warna kulit ketiak yang lebih cerah. Jadi lebih bersih gitu. Kemudian yang kedua adalah mengecilnya milia di ketiak kanan saya. Setelah treatment kedua milia ini kempis sama sekali, hanya tinggal warna kecokelatan seperti bekas jerawat kecil.

Untuk masalah rambut di ketiak saya, dari awal treatment pertama saya, memang sudah disampaikan oleh dr. Cahyangi kalau tipe rambut saya itu besar-besar. Jadi prosedur treatmentnya harus diulang sampai empat kali setiap bulannya. Disclaimer: saya melakukan treatment kedua, 3 bulan setelah treatment pertama, sebenarnya terlambat dua bulan ya.

Keterlambatan ini sebenarnya disayangkan, karena ketika treatment follow up dilakukan dalam satu bulan, maka hasilnya lebih optimal, karena kondisi folikel yang telah dilemahkan di treatment pertama, dapat dimatikan. Sementara ketika sudah lebih dari sebulan, telah ada folikel-folikel rambut yang sudah beregenerasi.

Saya tulis penjelasan dr. Cahyangi di atas ya, supaya teman-teman tidak mengulangi kesalahan saya. Hehehe…. Tapi dr. Cahyangi bilang, bukan berarti sia-sia kok treatment pertamanya, karena kecerahan kulit, dan folikel yang sudah mati di treatment pertama itu sifatnya sudah permanen. Tinggal sekarang memroses yang sebelumnya belum mati sempurna.

After 7 days….

Artikel ini saya tulis setelah 7 hari treatment kedua. Jadi sudah ada beberapa perubahan yang saya rasakan. Yang saya rasakan:

  1. Milia di ketiak kanan saya kempis, hanya tinggal warna kecokelatann sepeti bekas jerawat kecil atau seperti tahi lalat.
  2. Warna kulit ketiak yang gelap, menjadi lebih cerah.
  3. Jumlah rambut yang rontok lebih banyak dibandingkan dengan saat treatment pertama. Hal ini mungkin karena penempelan alat IPL secara langsung tanpa dibatasi gel ya.
  4. Tidak ada iritasi yang saya alami.
Kiri atas: foto oktober sebelum perawatan.
Kanan atas: foto setelah treatment pertama.
Bawah: foto setelah treatment kedua.

Saya dijadwalkan untuk treatment lagi di akhir Februari. So, progressnya akan terus saya update ya!

Bagi yang mau kepoin lebih lanjut tentang treatmentnya bisa juga ke web di Website Erha dan akun instagramnya IG: @erha.dermatology.

Untuk teman-teman yang sudah mengikuti sharing saya dari Oktober. Terimakasih banyak ya!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share