8 Manfaat Sabun Cuci Botol Bayi Multifungsi

sabun cuci botol bayi multifungsi

Sabun cuci botol bayi tidak hanya bisa digunakan untuk mencuci botol saja loh, tapi banyak juga memiliki manfaat-manfaat lainnya. Bahkan manfaatnya tidak hanya terkait dengan kesehatan bayi saja. Produk tersebut juga bisa digunakan untuk peralatan anak dan juga ibu. 

Jadi multifungsi, satu sabun untuk banyak keperluan. Lebih efisien secara budget dan juga tempat buat naruh sabunnya kan… . 

sabun cuci botol bayi multifungsi

8 Manfaat Sabun Cuci Botol Bayi

1 . Botol Bayi

Yang pasti sabun cuci botol bayi tentunya harus bisa membersihkan botol bayi dengan efektif ya. Bisa dibilang efektif adalah jika sabun cuci botol bayi mampu membersihkan sisa sisa lemak susu pada botol bayi. 

Saya sendiri memang lebih banyak direct breastfeeding ke anak kedua saya, namun Saya sempat memberikan ASIP ketika anak Saya dirawat di RS karena jaundice di hari-hari pertamanya. 

Jadinya ngerti banget kalau butuh sabun cuci yang efektif membersihkan lemak, tapi tidak meninggalkan residu sabun di botol. 

Sabun cuci botol yang Saya pakai adalah Mama’s Choice Baby Equipment. Namanya memang tidak secara khusus menyebutkan sabun cuci botol susu bayi ya. Tapi bisa digunakan untuk mencuci botol susu bayi sekaligus juga bagian dot-nya. 

Related post: Review Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser

2 . Teether 

Saya pakai sabun cuci botol bayi Mama’s Choice untuk mencuci teether karena ada kandungan anti bacterial di dalamnya. Sehingga Saya nggak was was ketika anak menggunakan teether dengan digigit gigit atau dimasukkan ke dalam mulut bayi. 

botol susu teether bayi

3 . Perlengkapan Pompa Asi

Untuk ibu-ibu yang memompa ASInya, tentu sangat familiar dengan peralatan breast pump ya. Beberapa breast pump yang pernah Saya gunakan memiliki banyak part. Dan beberapa part di antaranya seperti valve, ukurannya sangat kecil, sangat lembut dan mudah koyak.

Untuk itu membutuhkan sabun cuci yang efektif membersihkan, namun mudah dibilas supaya tidak meninggalkan bahan bahan kimia berbahaya pada lekukan part perlengkapan ASI tersebut. Saya juga tidak perlu mencuci dengan bertenaga, dengan demikian part yang lembut tidak cepat rusak. 

pompa ASI spectra

Selain itu, Saya juga pakai sabun cuci botol untuk mencuci part pompa ASI dengan pertimbangan yang sama dengan mencuci botol susu. Agar lemak ASI dapat bersih secara optimal, dan di sisi lain tidak meninggalkan residu sabun. 

4 . Buku Bayi

Saya punya buku untuk bayi dalam beberapa jenis. Ada yang berupa buku kain, ada yang berupa buku plastik dan jenis ketiga buku kertas. 

Dari ketiga jenis buku di atas, saat ini, yang paling Saya sukai adalah yang buku kain dan buku plastik. Karena kedua jenis ini mudah dibersihkan sehingga Saya tidak terlalu khawatir apabila anak Saya yang sedang fase oral memasukkannya ke dalam mulut. 

buku bayi

Saya juga menggunakan Mama’s Choice Baby Liquid Cleanser untuk keperluan mencuci buku bayi ini. 

5 . Perlengkapan Makan Anak

Selain memiliki bayi, Saya juga punya anak balita usia 4 tahun. Saya juga mencuci perlengkapan makannya dengan sabun cuci tersebut. Kemungkinan besar, nantinya saat anak kedua Saya memasuki masa MPASI, Saya juga akan tetap menggunakan sabun yang sama untuk membersihkan perlengkapan makannya. 

Secara ringkas perlengkapan MPASI yang Saya gunakan (berdasarkan pengalaman anak pertama) adalah: piring, mangkuk, sendok, gelas, botol minum, bibs, saringan, parutan, penumbuk/blender. Basic banget tapi general berguna semua, pokoknya deh! 

6 . Mainan Anak

Mainan anak pertamanya Saya juga Saya cuci dengan sabun cuci botol bayi loh. Saya masih pakai sabun cuci botol bayi karena di sabun cuci botol bayi terdapat antibacterial agent. Sehingga Saya harap kuman-kuman yang ada di mainan bisa mati.

Belajar dari pengalaman saat di daycare, kalau ada anak yang sakit mudah sekali menular dan juga lama sembuhnya karena “ping pong effect”, alias tukar tukaran kuman-kuman. Salah satu medianya ya mainan. Oleh karena itu, Saya concern terhadap hal ini terlebih saat punya dua anak. 

Mainan yang biasa Saya cuci adalah: Lego, mega blocks, mobil-mobilan, masak-masakan, dll. Pokoknya yang dari plastik. Biasanya Saya rendam Saya sekitar 15 menit, kemudian Saya bilas. Kalau ada yang kotor, baru Saya sikat satu per satu partnya.

7 . Sayuran dan Buah

Ya, betul, sabun Mama’s Choice memang bisa digunakan untuk mencuci buah dan sayur. Hal ini karena formulanya bersifat food grade, atau tidak memindahkan zat-zat beracun ke makanan atau alat makan yang terkena sabun ini. 

Selain itu, sabun ini juga memiliki sertifikat Halal dari MUI. Jadi teman-teman bisa tenang saat menggunakannya ya. 

Produk Mama’s Choice sendiri bisa dibeli di website mamaschoice.id. Pembelian minimal 90k bisa mendapatkan diskon sebesar 25k dengan mengisi kode MAMAELLA di saat checkout.

8 . Mencuci Tangan

Sabun cuci botol bayi biasanya sangat lembut untuk tangan jadi saya tidak khawatir untuk mencuci tangan dengan sabun ini karena nggak panas dan nggak bikin kulit jadi kering atau iritasi. 

Itu delapan manfaat sabun cuci botol bayi yang mungkin bisa teman-teman praktikkan di rumah. Daripada beli sabun macam-macam untuk tiap keperluan, IMHO bisa pakai satu sabun cuci yang multifungsi, aman dan juga halal. Semangaaaattt!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Mengajari Anak Makan Sendiri Sejak Dini

Memiliki dua anak dengan jeda usia hampir 4 tahun, menurut Saya, cukup memudahkan Saya untuk mengatur rutinitas harian. Hal ini terutama karena si kakak sudah mulai bisa mandiri dan diajak kerjasama. Salah satunya adalah dengan mengajari anak makan sendiri.

Anak pertama Saya sebenarnya sudah terbiasa untuk makan dengan tangannya sendiri sejak dini. Kami memperkenalkan finger food sejak masih MPASI, disamping tetap menyuapinya dengan bubur bayi. 

Kemudian ketika dia masuk daycare, daycarenya pun cukup disiplin untuk masalah kemandirian anak. Termasuk untuk masalah makan ini, anak dibiasakan untuk makan dengan tertib dan juga belajar makan sendiri. 

Tapi…. Ngaku dosa dulu deh Saya. 

Kebiasaan baik di atas, sempat agak berantakan malah ketika Saya ambil cuti dan jadi ibu rumah tangga. Wkwkwk, ironis ya. Pas ditungguin ibunya, malah kemandirian anakku mengalami “kemunduran”.

Yha, gimana…. Soalnya kadang kan pengen cepet selesai aja tu, jadi ambil jalan pintas “suapin aja”. Soalnya kalau kelamaan, jadinya nggak habis, kawatir kurang gizi kan.

Lagipula kalau makan sendiri tu jadi berantakan kaaan…. Nasi bakal berceceran di bawah meja. Belum lagi kalau makanannya berkuah. Lantai bakalan basah dan lengket. 

Belum lagi kalau menunya seafood, O eM Ge, amisnyaaaa nempel di baju anak. Huhuhu….

Belum lagi ni ya yang krusial, kalau ada makanan jatuh ke lantai, lalu di ambil sama anak lalu diemploooook!!!! Duh, Gusti, hamba kan kawatir bakalan diare.

Feeling related? Berpelukan duluuuuu kita! Hahaha…. 

Tapi akhirnya Saya berdamai dengan hal-hal di atas. Tepatnya pas mulai hamil. 

Pemikiran Saya sederhana, pengennya kalau adik lahir, si Kakak uda bisa makan sendiri. Jadi dia nggak akan terbengkalai makannya karena nungguin Saya ngurusin adiknya. Misalnya adiknya sedang rewel pun, dia bisa makan sendiri gitu. 

Nah berikut adalah tips mengajari anak makan sendiri ala Saya.

Mengajari Anak Makan Sendiri

1 . Porsinya jangan terlalu banyak. 

Apalagi untuk balita yang motorik halusnya masih dalam perkembangan. Proses menyuapkan makanan dari piring lalu masuk ke mulutnya saja merupakan hal yang kompleks, karena melibatkan koordinasi mata, pergelangan tangan, jari dan juga mulut. Bisa jadi hal tersebut adalah hal yang sulit dan juga melelahkan bagi anak. 

Hal ini Saya amati pernah terjadi di anak Saya. Kadang kala, anak Saya berhenti makan sebelum makanan habis, bukan karena sudah kenyang. Tapi karena lelah. Bahkan kadang belum juga mulai, dia merasa overwhelmed. 

Oleh karena itu, bisa dicoba di awal dengan separuh porsi makannya, separuhnya kemudian ditambahkan kemudian setelah selesai. Kadang Saya juga menyuapi porsi keduanya. Gapapa, nanti lama kelamaan, seiring kemampuannya terlatih, anak akan bisa makan dengan porsi yang full. 

2 . Beri potongan yang mudah terlebih dahulu. 

Hal ini juga berdasar pengamatan saja ya Bu Ibu, kalau Saya taruh potongan ayam dibandingkan dengan suiran ayam, anak Saya akan lebih excited dan lebih cepat makan dalam bentuk suiran. 

Makes sense sih. 

Demikian juga kalau Saya bentuk nasinya dalam bentuk bulatan kecil atau potongan sushi kecil juga akan memudahkan anak belajar menyendok. Paling mudah sebenarnya adalah sereal, namun sereal jarang jadi menu kami, jadi Saya sesuai kan dengan kebiasaan di rumah. Hal ini, saya rasa bisa jadi permulaan yang baik. 

Kalau lagi iseng dan selow, kadang saya hiasin juga wkwkwkwk…. yah, variasi biar anak seneng aja si….

3 . Tertib makan di meja. 

Kami juga membiasakan anak makan di tempatnya sendiri. Tidak makan dengan digendong atau jalan-jalan. Dengan demikian, anak juga lebih mudah untuk menggapai makanannya sendiri dalam piring, dan familiar dengan alat makan. 

Bagaimana kalau ga punya meja makan?

Sejujurnya kami juga ga punya meja makan hehehe. Jadi makannya sempat di meja lipat gitu. Lalu kemudian kebetulan dikado highchair yang bisa dipisah meja dan kursinya, jadi kami pakai itu dari dia MPASI sampai sekarang umur 4 tahun.

4 . Pakai alat makan yang sesuai usia. 

Dulu, saya pernah bertanya kepada anak Saya, kenapa kok lebih suka pakai tangan daripada sendok makan, tapi kalau pakai sumpit malah mau. Alasan yang diberikannya adalah, karena kalau pakai sendok makan (ukuran dewasa) nasinya kebanyakan, jadi susah masuk mulut. 

Masalah ini selesai begitu saja saat Saya mengganti sendok nya dengan ukuran yang lebih kecil. 

5 . Ciptakan suasana menyenangkan. 

Poin ini adalah poin yang paling sulit buat Saya. To be honest. Soalnya kadang gatel banget rasanya melihat anak makannya lama atau berantakan.

Tapi kalau Saya menginterupsinya atau malah marah-marah, ya makin males makan sendiri anaknya. Jadi ya exhale inhale, sambil tetap ditemani. 

anak makan sendiri

6 . Jadwalkan anak makan sendiri dengan teratur. 

Ini adalah poin kunci, termasuk juga untuk mengatasi masalah GTM. Tips ini Saya dapat dari dokter anak Saya sekaligus juga Saya dapatkan saat training Montessori at Home. 

Anak sangat sensitif dengan keteraturan. Jadwal yang teratur membuat anak siap dan juga sudah lapar saat waktu makan. 

7 . Siapkan lap serta pembersih lantai atau spray pembersih multifungsi yang mengandung antibakteri.

Lap dan pembersih ini digunakan sebelum makan dan sesudah makan ya. Sebelum makan untuk mendisinfeksi meja dan lantai, sehingga Ibu bisa less worry kalau anak memungut makanan yang jatuh. Setelah makan, agar meja dan lantai kembali bersih dan tidak lengket. 

Ingat untuk tidak lap lap saat anak makan ya, supaya anak tidak terdistraksi konsentrasinya. 

Saya pakai produk pembersihnya dari Mama’s Choice sebagaimana di foto ya. Produk ini mengandung antibakteri dan sekaligus juga food grade, jadi aman (tidak mengontaminasi makanan dengan bahan kimia berbahaya). Untuk yang muslim, produk ini juga sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Produk itu memang masih jarang di minimarket, tapi sudah bisa dibeli secara online. Beli aja di mamaschoice.id pakai voucher MAMAELLA buat dapat potongan harga 25k minimal pembelian 90k. 

Related post: Review Mama’s Choice Baby Multi-Purpose Cleaner

Perlu diingat kalau proses mengajari anak makan sendiri itu tidak instan. Perlu kesabaran dan juga perlu konsistensi dari orang tua. Saya pun masih terus berusaha agar tetap konsisten agar anak pun lebih mandiri di masa mendatang. 

Semoga sharing kali ini bermanfaat ya! Semangaaatt!!!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Minyak Telon untuk Bayi Kulit Sensitif, Mama’s Choice Calming Tummy Oil

mama's choice calming tummy oil

Saya menggunakan minyak telon untuk bayi kulit sensitif saat memijat anak kedua saya karena sebelumnya, anak pertama saya pernah mengalami iritasi ringan saat mengunakan produk perminyakan (((perminyakan))). Jadi tambah hati-hati gitu dalam memilih produk karena tidak semua produk bayi bisa digunakan untuk bayi baru lahir.

Tips Memilih Minyak Telon untuk Bayi Kulit Sensitif

1 . Cek Kemasan: Apakah Formula Minyak Telon Cocok Untuk Bayi Kulit Sensitif?

Untuk mengetahuinya apakah produk itu aman atau tidak untuk bayi baru lahir, pertama-tama teman-teman bisa memeriksa di kemasannya ya. Adanya BPOM itu wajib ya, ga bisa ditawar untuk produk yang dijual bebas di pasaran. Selain itu, periksa juga saran penggunaan produk untuk usia berapa.

Saya pernah menemukan produk telon berbentuk balsam yang baru bisa digunakan untuk usia anak 2 tahun ke atas. Di grup per-oil-an (saya pengguna essential oil, FYI), juga sempat dibahas tentang penggunaan Eucalyptus dan juga Cajuputi yang kadang ditemui terlalu harsh untuk kulit dan pernapasan bayi kalau konsentrasinya terlalu tinggi, jadi perlakuannya tentu berbeda dengan penggunaan dengan orang dewasa atau toddler.

Selain memeriksa saran usia penggunaan, teman-teman juga bisa memeriksa bagian ingredients.

Sekarang sudah sangat mudah ya, karena teman-teman bisa googling bahan yang tercantum di kemasan produk yang akan digunakan. Hindari produk produk yang memang sudah nyata mengandung bahan yang toxic dan juga irritant.

2 . Melakukan Patch Test

Pun jika mau mencoba produk baru, ada baiknya untuk melakukan patch test terlebih dahulu ya, alias mencoba produk baru tersebut di area kulit tertentu seperti belakang telinga, dan melihat reaksinya, sebelum terlanjur membalurkannya ke seluruh tubuh.

Karena bagaimanapun, kulit bayi memang masih sangat sensitif ya. Tapi teman-teman tidak perlu banyak worry juga dan jadi takut takut kalau mau menggunakan produk bayi yang dibutuhkan, selama berhati-hati dalam memilih dan menggunakannya.

Nah, dalam artikel kali ini saya mereview produk minyak telon untuk kulit bayi sensitif (diformulasikan aman untuk bayi). Saya sudah coba sejak anak saya new born dan cocok. Produk telon ini termasuk baru ya, tapi dari brand yang sudah terpercaya. Jadi, siapa tahu bisa jadi alternatif buat teman-teman yang sedang mencari produk minyak telon.

mama's choice calming tummy oil

Mama’s Choice Calming Tummy Oil

Pas saya post foto produk Mama’s Choice Calming Tummy Oil ini, ada teman yang nanyain sebenarnya produk ini tuh produk apaan si. Mengingat memang produk ini tidak diperkenalkan secara gamblang dengan nama MINYAK TELON, yang lebih familiar dengan telinga orang Indonesia.

Deskripsi Produk:

Kalau di kacamata saya, Mama’s Choice Calming Tummy Oil itu sejenis oil blend. Campuran beberapa jenis minyak yang diklaim dapat digunakan untuk memijat dan memberikan efek relaksasi pada bayi.

Ingredientsnya: Minyak Kelapa, Minyak Zaitun, Minyak Anis, Minyak Sereh, Minyak Pala, Minyak Lavender, Ekstrak Chamomile.

Kalau dilihat dari ingredientsnya di atas, minyak kelapa dan minyak zaitun berfungsi sebagaimana minyak carrier, atau minyak pengencer. Sementara Minyak Anis, Minyak Sereh dan Minyak Pala adalah Essential Oil utamanya dan Lavender serta Chamomile extract sebagai bahan yang memberikan manfaat tambahan.

minyak telon untuk kulit bayi sensitif

Apakah Termasuk Minyak Telon? Cocok untuk Kulit Sensitif?

Kalau menurut saya minyak ini sih bisa dikategorikan minyak telon ya…. Cuma biasanya kan kalau minyak telon itu formulanya cuma tiga (telon berasal dari kata telu yang dalam bahasa jawa artinya tiga). Biasanya minyak telon terdiri dari Minyak Kelapa sebagai carrier oil dan Minyak Kayu Putih, Minyak Anis, Minyak Adas atau hot oil lain yang berfungsi sebagai agent penghangat.

Bedanya kalau di produk Mama’s Choice Calming Tummy Oil ini tidak mengandung Cajuputi atau Kayu Putih tapi menggunakan Nutmeg Oil (minyak pala) yang baru kali ini saya temui di produk minyak telon yang umum ditemui di pasaran.

Tapi ketiadaan Cajuputi ini bagus si. Saya nggak anti Kayu Putih ya, saya punya juga minyak telon lain yang mengandung Kayu Putih. Maksud saya bagus adalah, produk ini jadi bisa jadi alternatif bagi bayi-bayi yang kulitnya sensitif sama kandungan Kayu Putih gitu….

Manfaat Minyak Telon dari Mama’s Choice

Sesuai dengan klaim yang disampaikan Mama’s Choice, yaitu produk ini dapat digunakan untuk membantu memberikan kenyamanan pencernaan dan juga membuat bayi tidur lebih nyenyak. Saya merasakan klaim-klaim tersebut terbukti.

Saya biasanya menggunakan minyak telon ini untuk memijat bayi saya. Dan biasanya both saya dan juga bayi, sering banget buang gas sehabis prosesi pijat memijat ini. Hihihi…. Maaf jorok, LOL.

car memijat bayi

Related Post: Cara Memijat Bayi Baru Lahir

Setelah tu biasanya tidur bayi juga jadi lebih tenang. Mungkin karena pencernaannya nyaman. Dan kemungkinan juga karena ada pengaruh dari Lavender dan juga Chamomile yang memang terkenal bisa menenangkan dan merelaksasi ya….

Pengalaman ini berdasar penggunaan Mama’s Choice Calming Tummy Oil sudah hampir habis dua botol dalam waktu kurang lebih tiga bulan ya….

Selain menggunakannya untuk anak kedua saya (3,5 bulan) saya juga menggunakannya untuk anak pertama saya (4 tahun) dan kadang juga saya dan suami saya pakai, karena memang enak banget baunya, kami cocok.

Pros & Cons:

  • + manfaatnya sesuai klaim pastinya, formulanya bagus (cocok),
  • + kemasannya berbentuk pump, jadi praktis banget kalau mau mengeluarkan produk dengan satu tangan (satunya megangin bayi),
  • + teksturnya nggak lengket tapi cukup bisa lama melumasi kulit saat digunakan memijat (nggak kesat, nggak cepat kering),
  • – belum ada di minimarket, jadi masih agak susah nemuinya secara offline. Tapi jangan bingung jangan pusing, produk Mama’s Choice bisa di dapetin di Marketplace kesayangan ibu-ibu semua (Shopee) sama di web mamaschoice.id. Buat yang mau belanja di web mamaschoice.id bisa pakai kode voucher MAMAELLA pas checkout, jadi dapat DISKON 25k minimal pembelian 90k.

Semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa! Salam sayang!!!!!


Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share