Tips Mempersiapkan Baju Bayi Baru Lahir

baju bayi baru lahir

Mempersiapkan baju bayi atau perlengkapan bayi baru lahir itu seru seru bingung. Hihihi…. Di artikel ini saya akan membahas spesifik pada mempersiapkan bajunya ya. Mulai dari tips memilih baju bayi, bagaimana mencuci baju bayi secara praktis dan juga beberapa hal lain yang sering terlewatkan saat mempersiapkan baju bayi.

Untuk artikel daftar perlengkapan bayi dan jumlahnya (must have item) juga sedang saya siapkan. Nanti akan saya post setelah lahiran ya, untuk sekalian saya pastikan apakah daftar yang saya siapkan sudah benar-benar efisien atau masih ada perlengkapan bayi yang saya beli yang masih mubazir. Mohon ditunggu ya!

1 . Tips Memilih Baju Bayi Baru Lahir

  • Sesederhana mungkin. Hindari aksesoris yang bisa membahayakan apabila tertelan atau mengganjal. Perhatikan juga apabila terdapat kancing di pakaian bayi, pastikan jahitannya kuat, untuk menghindari terlepas dan tertelan.
  • Pilih yang mudah dibuka dan juga yang mudah digunakan. Saya biasanya memilih yang bukaan depan, karena memudahkan saat menggunakan pakaian ke badan bayi, tinggal di miringkan ke kanan ke kiri sambil tangannya dimasukkan ke lengan. Dibandingkan dengan yang model kaos, yang harus memasukkan kepala bayi yang masih sangat ringkih ke lubang kerah.
  • Pilih yang bahannya lembut dan menyerap keringat.
  • Pilih yang aman (biasanya ada stiker SNI). Ketika mencuci perhatikan apakah bajunya luntur atau tidak.
  • Beli beberapa jenis model atau pakaian untuk menyesuaikan dengan situasi yang berbeda-beda. Misal yang kutung, yang lengan panjang, popok kain, celana pendek, celana panjang, celana buntung.
  • Tentu saja pilihan pakaian ini juga akan menyesuaikan dengan pilihan ibu. Apakah Ibu memilih untuk pakai diapers, pakai ppok kain atau clodi. Bayangkan nantinya ketika digunakan, ya…. Misalnya kalau pakai popok, tembus ke celana. Jika pakai jumpsuit maka harus ganti seluruh pakaian, sementara kalau pakai celana dan baju terpisah, hanya perlu ganti celana saja, dan seterusnya.
  • Beberapa Ibu memilih untuk menggunting merk pakaian. Saya sendiri memilih untuk tidak melakukannya.
  • Bayi baru lahir sangat cepat tumbuhnya, jadi ada baiknya memilih pakaian yang tidak terlalu ngepas dengan ukuran tubuh bayi. Kalau teman-teman membelinya sebelum persalinan, pilih saja beberapa ukuran yang bervariasi dari NB, 3 bulan sampai dengan 6 bulan.

2 . Tips Mencuci Baju Bayi

  • Baju bayi yang baru dibeli, wajib unuk dicuci terlebih dahulu ya…. Untuk menghindari adanya residu bahan-bahan kimia selama proses produksi baju dan juga debu-debu pada proses pemasaran.
  • Saya menggunakan mesin cuci, ketika mencuci saya pisahkan pakaian bayi dengan pakaian lainnya dan menyetel pencucian pada settingan Delicate.
  • Perhatikan proses membilas pakaian. Pastikan detergent telah terbilas dengan baik ya. Supaya kain tidak menjadi kaku serta sisa detergent tidak mengiritasi kulit bayi. Jika Teman-teman menggunakan detergent biasa memang harus memberikan concern lebih dalam proses pencucian dan pembilasan ya. Saya pribadi prefer pakai detergent bayi saat newborn, karena detergent bayi cenderung lebih mudah dibilas, tidak meninggalkan residu dan memang diformulasikan untuk kulit bayi.
  • Jemur segera setelah proses pencucian selesai, agar kuman dan bakteri tidak sempat berkembang di serat kain yang basah dan lembab.
  • Saat menjemur, jangan lupa dikibas-kibaskan terlebih dahulu ya. Supaya serat serat kainnya tidak mengerumbul atau mengkerut kerut. Saya biasa melakukan hal tersebut, sehingga kain jadi lebih lembut saat kering dan bahkan kadang tidak perlu disetrika lagi. Hehehe…. #tipsnyonyamalas Mayan banget lo Nyaaaaah, kalau ga ada ART kan energi kudu disimpen yeeee….
  • Kalau pakaian dijemur di luar ruangan, segera setelah kering masukkan pakaian ke dalam ruangan. Agar terhindar dari debu dan atau serangga. :) Sinar matahari memang bagus untuk membunuh kuman dan penyakit, tapi nggak perlu sampai dijemur berhari-hari juga kan…. Tar jadi keripik, wkwkwk….

3 . Review Produk Detergent Bayi

Saat mempersiapkan baju bayi baru lahir, untuk anak kedua saya. Saya mencoba produk detergent bayi dari Mama’s Choice. Nama Produknya Mama’s Choice Baby Detergent.

Produk ini adalah produk deterjen khusus bayi yang diformulasikan aman untuk bayi baru lahir atau yang memiliki kulit sensitif. Selain formulanya yang lembut, produk ini efektif membersihkan dan juga mengandung bahan antibakteri alami dari tea tree extract.

Bahan-bahan yang digunakan dalam produk ini adalah sebagai berikut:

Produknya tidak mengandung SLS/ SLES, tidak mengandung paraben/ formadehyde, tidak mengandung triclosan. Produk ini juga sudah mendapat izin Kemenkes RI dan juga sertifikasi Halal MUI ya….

Saya secara reguler menggunakan produk ini untuk pemakaian mesin cuci. Namun, produk ini bisa digunakan baik menggunakan mesin cuci ataupun pencucian tangan ya. Nggak panas di tangan.

Baunya produk ini cukup awet, dalam artian ketika dijemur tidak hilang berganti bau matahari. Namun tidak nyegrak gitu. Teksturnya detergentnya encer, hal ini sepertinya yang membuat proses pembilasannya menjadi optimal. Namun teman-teman perlu berhati-hati saat menuangkannya ke mesin cuci atau ember ya. Jangan terlalu bersemangat hihihi…. Pakai tutup botol untuk membantu mengukur takaran pakai.

Informasi lebih lanjut tentang produk ini bisa Teman-teman dapatkan di web Mama’sChoice atau media sosialnya di @mamaschoiceid.

Pembelian produk bisa dilakukan di Official Store Mamachoice di Shopee dengan harga Rp 79.000,00. Ada diskon tambahan untuk pembelian minimal Rp 150.000,00 (seluruh produk) dengan kode diskon MAMANYM.

4 . Membersihkan Mesin Cuci

Satu lagi tambahan dariku, tentang mempersiapkan baju bayi yang sering dilupakan oleh para orang tua adalah tentang kebersihan mesin cucinya. Jangan lupa untuk rutin membersihkan mesin cuci dan deep cleansing secara berkala ya kalau mencuci pakaian bayi atau perlengkapan bayi dengan mesin cuci.

Bagaimana cara membersihkan mesin cuci, teman-teman bisa mengacu pada website brand mesin cuci yang teman-teman pakai. Pada dasarnya kalau saya, tidak apa-apa menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian bayi, asalkan kita benar-benar memperhatikan cara pencuciannya dan juga kebersihan dari mesin cuci.

Demikian sharing dariku tentang cara memersiapkan baju bayi baru lahir versiku. Semoga bermanfaat yaaaaa!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Tips Packing Barang Saat Traveling Bareng Bayi

Dulu saat masih single, saya dan suami tipe yang super praktis banget. Termasuk dengan barang bawaan saat traveling. Ringkes bin ajaib. Maka packing barang bukanlah momok, sampai negara api menyerang alias Gayatri lahir. Hahaha, kami punya anak, dan tiba-tiba saja barang bawaan menjadi berlipat ganda.

KURASI BARANG BAWAAN

Apalagi sekarang Gayatri sudah toddler ya. Dia sudah punya “barang favorit” sendiri yang biasanya dia “putuskan” untuk ikut dibawa kemanapun kami pergi.

“Nanti Kim dibawa ya. Kasian kalau ditinggal”, begitu katanya. Kim adalah boneka beruang berpakaian gadis Korea kesayangannya. Apalagi kalau tahu bawa mobil atau kendaraan sendiri. Maka list barang favorit kesayangan yang akan dibawa pasti bertambah panjang. Dari mulai buku Dinosaurus sampai sepeda roda 4.

Tugas saya tentulah jadi kurator. Mana yang HARUS dibawa, mana yang sekiranya BOLEH dibawa, mana yang sangat amat TIDAK PERLU dibawa. Hahaha…. Kadang negosiasi seperti ini yang bikin packing barang jadi lama dan ribet.

That’s why, kalau Gayatri mulai ikut turun tangan, packingnya ditunda biar agak selow. Hihihi….

SPARE WAKTU, JANGAN MUEPEEET!

Jadi walaupun saya dan suami sudah sering bepergian dengan bayi (mengingat kami pernah LDM), dan lumayan terlatih, kami tetap spare waktu yang cukup banyak untuk packing barang saat mau traveling bareng Gayatri.

Seperti saat mau liburan lebaran kemarin. Beberapa hari menjelang berangkat, saya sudah nyicil list dan juga nyicil menyiapkan barang apa saja yang perlu dibawa. Kebiasaan ini menurut saya adalah kebiasaan yang baik ya. Karena liburan jadi lebih nyaman dan lancar kalau semuanya sudah well prepared.

Pengalaman tahun lalu, saat packing barangnya nggak bagus, perjalanan jadi rada riweuh. Pasalnya, popok bayi ketinggalaaaaaan!!!! Hahaha…. Alhasil pas anak kami pup di perjalanan, kami langsung heboh nyari minimarket. Yang ternyata, paling dekatnya ada di 500 m. Hoaaaaaa, bauuuuuu!!!!

So, setelah kami beranjak lebih senior dalam dunia perorangtuaan, kami punya beberapa formula atau bisa dibilang tips ya…. Untuk dapat packing barang dengan rapi, efisien namun tetap kumplit, saat melakukan perjalanan bersama bayi.

Selain kurasi barang dan spare waktu diatas, setidaknya ada 2 hal yang perlu dilakukan:

  1. Menggunakan tas-tas kecil, pouch atau kompartemen di dalam koper atau travel bag.
  2. Menggunakan checklist.

Sounds like saya tu overly rajin gitu ya? Atau OCD? Wkwkwkwk…. Enggak kok. Malah sebaliknya, karena saya tu rada malas ribet di tempat tujuan, makanya mending saya agak ribet sedikit di persiapannya. Malas juga pas baliknya barang pada ketinggalan gitu…. Males banget lah….

So berikut adalah tips packing barang dari kami. Semoga bermanfaat yaaaa!

MENGGUNAKAN POUCH ATAU TAS DI DALAM TAS

Menggunakan pouch memudahkan saya mengorganisir barang di dalam koper. Terutama yang kecil-kecil seperti sabun, peralatan makan anak, makanan, obat-obatan, P3K, charger, make up, dll. Jadi tidak bercampur jadi satu.

Menggunakan pouch juga meminimalisasi bongkar-bongkar koper/ tas terlalu dalam, apabila ternyata ada yang perlu digunakan dalam perjalanan. Untuk hal ini, saya juga selalu memisahkan antara barang yang kemungkinan digunakan di perjalanan dan mana yang hanya digunakan di tempat tujuan, kedalam koper dan tas.

Last but not least, menggunakan pouch juga meminimalisasi ada barang yang tercecer karena jadi lebih mudah mengidentifikasinya, dicek per pouch.

Satu pouch favorit saya adalah seri Travel Kit dari Sleek Baby yang kolaborasi dengan Mbak Puty Puar. Bahannya kain blacu gitu, jadi nggak kaku dan nggak menuh-menuhin tempat. Selain itu satu pouch uda sepaket sama essential travel kit yang berisi perlengkapan kebersihan bayi. Jadi praktis banget dan wajib dibawa kalau traveling. Apalagi produknya ini yang alami tapi mengandung antiseptik gitu.

Saya bahas tentang Sleek Baby Tavel Kit ini di bagian bawah artikel ini ya….

MENGGUNAKAN CHECKLIST

Checklist is a must karena beberapa alasan sebagai berikut.

Yang pertama, karena kalau sudah punya anak, kegiatan packing sering banget multitasking bareng ngurusin anak. Jadi disambi-sambi. Naaaah, sebagaimana multitasking pada umumnya, hal ini menurunkan konsentrasi lo. Untuk itu perlu checklist atau catatan sebagai pengingat, sampai dimana ya tadi packingnya. Uda apa aja yang masuk ke koper dan mana yang belum.

Kedua, supaya lebih kelihatan mana barang yang harus diprioritasin, dan mana yang bisa dikeluarkan kalau ternyata kopernya nggak muat.

Yang ketigaaaaa…. adalah sebagai catatan pas packing pulang. Jangan sampai ada yang ketinggalan yak. Apalagi kalau nginepnya di penginapan atau hotel. Duh, males ngurusnya.

Kelihatannya ribet ya, harus nyatet nyatet dulu. Percayalah, usaha kecil itu bermanfaat besar banget loh. Buat saya si gitu ya. Hihihi….

Buat yang mager banget bikin checklist, saya bikinin nih checklist barang bayi yang perlu dibawa saat traveling. Bisa diunduh di bawah ini ya PRINTABLE CHECKLIST BARANG BAYI. Kalau yang buat orang dewasa perlu dibuatkan juga nggak? Nggak kali ya…. Hihihi….

REVIEW SLEEK BABY TRAVEL KIT

Seperti kata saya di tengah artikel tadi, paket travel kit dari Sleek Baby ini life saver banget buat yang mau traveling bareng bayi. Uda ada pouchnya yang gemes banget karena ada ilustrasi dari Mbak Puty Puar, ilustrator kesayangan ibuk ibuk seIndonesia Raya.

Trus gitu, isinya pun produk bayi, perlengkapan bersih-bersih kumplit ya. Dari Antibacterial 2in1 Hair & Body Liquid Soap (sabun sekaligus shampo bayi), sabun cuci piring dan perlengkapan makan bayi lainnya ( Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleanser), sabun cuci baju Sleek Baby Travel Wash daaaan Antibacterial Diaper Dream.

Semuanya mengandung antiseptik alami yang aman untuk bayi. Ini penting banget ya, kalau traveling menggunakan pembersih yang mengandung antiseptik. Apalagi buat bayi dan anak-anak yang masih dalam masa 1000 hari perlindungan.

Seslebor-slebornya saya, kalau anak baru dari perjalanan jauh atau dari playground, pasti saya mandiin pakai sabun yang mengandung antiseptik. Demi membunuh kuman yang dari luar bok.

Sebagai catatan, antiseptiknya Sleek Baby ini juga bukan triclosan ya. Jadi nggak perlu kawatir akan membunuh kuman baik dan mengakibatkan resistensi kuman jahat.

Favorit saya, selain si Sleek Baby 2 in 1 ini adalah Travel Wash-nya yang asli, beda dari yang lain. Jadi ini sebenernya sabun cuci pakaian tapi bentuknya gel kental gitu. Kita nggak perlu takut bakal tumpah di jalan. Ini adalah kemasan kedua ya. Pertama saya punya travel wash ini pas mudik tahun lalu.

Kalau Sleek Baby Bottle, Nipple & Accessories Cleansernya saya pakai sejak Gayatri masih minum ASIP dulu. Buat nyuci botol susu ampuh banget ngilangin lemak. Jadi walaupun sekarang uda nggak nyusu lagi, masih sering saya pakai buat cuci makanan dan peralatan makannya.

Antibacterial Diaper Creamnya juga bisa dipakai bayi baru lahir, loh.

Keempat produk ini juga dikemas dalam ukuran yang travel friendly, jadi hemat tempat, dan nggak jadi beban kalau mau dibawa-bawa.

Oke banget si pokoknya. Consnya cuma satu: nggak semua minimarket jual. Tapi tenang, kita bisa beli secara online kok di KINO Official Store di Lazada. Dan mau liat info lainnya bisa langsung cek di Facebook Sleek Baby dan IG Sleek Baby.

Nah, kalau temen-temen, biasanya barang apa aja yang wajib dibawa waktu traveling? Ada tips dan trik khusus nggak untuk packing saat traveling bareng bayi? Sharing doooong!

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share

Review Happy Diapers

Akhirnya kesampaian juga nyobain premium diapers dari Happy Diapers ini. Awalnya sempat bertanya-tanya kenapa si ni produk kok berani-beraninya pasang harga lumayan pricey. Setelah saya mencoba sendiri, jadi maklum si. Memang ada harga ada rupa ya Nyaahhh…. Berikut saya review Happy Diapers dari sudut pandang saya ya, semoga bermanfaat.

Yang paling menyolok dan membedakan produk ini dengan produk diapers lain, bahkan produk diapers yang sama-sama premiumnya adalah tentang desain. Desainnya unyu-unyuuuu bangeeeetttt…. Dan banyak macamnya sekitar 20 puluhan motif desain.

happy diapers kemasan

happy diapers motif lucu banget

happy diapers motif lucu

Desainnya beneran menggambarkan moto mereka, “Diapers should be fun”. Selain dari desain yang lucu dan imut ada 6 kelebihan yang dijanjikan oleh Happy Diapers di kemasannya. Saya akan kupas satu-satu janjinya dan bandingkan dengan pengalaman pribadi saya ya.

6 Kelebihan Happy Diapers

1 . Distribution layer.

Ada suatu lapisan tambahan untuk mendistribusi cairan jauh lebih cepat sehingga kulit bayi tetap kering. Ini penting menurut saya supaya cairan pipis tidak hanya berkumpul di satu titik. Kalau diperhatikan kan kadang diapers tertentu tu akan gembung di satu titiki, misalkan di depan saja kan. Hal tersebut selain akan membuat pipis jadi lebih lama menggenang, juga akan menghimpit bagian kemaluan, terutama kalau cowok. Nah, di Happy Diapers ini saya perhatikan tidak begitu. Walaupun kadang bayi saya pipisnya banyak, cairan akan terdistribusi merata sehingga tidak gembung dan mudah terserap.

2 . Gentle on skin.

Lapisan dalam diapers yang bersentuhan dengan kulit bayu ultra lembut dan nyaman bagi kulit bayi. Lihat foto di bawah ini ya…. Haluuus banget kan permukaan dalamnya. Di video youtube saya, juga saya peragakan bagaimana Gayatri suka dengan kelembutan lapisan dalam ini. Tonton yaaaa…. Videonya ini, tapi nanti saya juga akan embed di bawah.

Permukaan yang lembut ini penting untuk meminimalisasi gesekan dan mencegah iritasi di kulit bayi. Jadi nggak mudah lecet gitu lo….

happy diapers bagian dalam

3 . Breathable outer layer.

Braethable outer layer itu artinya lapisan luar bersirkulasi sehingga udara bisa mengalir bebas antara popok dan kulit membuat popok tetap nyaman. Sebenarnya layer bersirkulasi ini saya tidak bisa lihat dengan mata telanjang ya…. Mungkin karena porinya begitu halus ya.

4 . Super absorbency gel.

Bahan yang berada di dalam diapers mengandung gel yang berdaya serap tinggi, membuat popok tetap kering. Kalau saya bandingkan dengan diapers lain yang pernah dipakai Gayatri, kelasnya Happy Diapers ini memang sesuai dengan harganya ya, premium. Cepat banget menyerapnya. Di video Tes Daya Serap dan Kenyamanan Happy Diapers ini saya tunjukkan simulasinya ya, tidak sampai 10 hitungan, air terserap sempurna. Saya tes dengan tisu pun tidak ada jejak air sama sekali.

Gelnya sendiri diproduksi dari Jepang ya, negara yang terkenal sebagai produsen diaper yang aman bagi kesehatan bayi.

Menurut saya, poin 2, 3 dan 4 inilah yang membuat kulit bayi nyaman dan tidak pernah mengalami ruam-ruam. Penting banget, dan terbukti sih, Gayatri tidak pernah mengalami ruam sedikitpun.

5 . Comfort fit design.

Happy Diapers memiliki pinggang yang elastis dan lembut memberikan kenyamanan maksimal dan mencegah tanda merah di kulit bayi. Awalnya saya lihat kerutan elastisnya cukup rapat, saya kawatir akan pingget di bagian perut dan paha. Mengingat paha Gayatri agak gemuk, namun ternyata walaupun slim fit, Happy Diapers tidak membuat iritasi di bagian elastis. Saya salut sekali.

Berat badan Gayatri kurang lebih 12 kg, kalau di sizing chart bisa masuk dari ukuran M sampai XL. Namun saya mencoba di ukuran L cukup ngepas, dan paling nyaman di ukuran XL (merk lain Gayatri pun pakainya XL, hehehe). Baik di ukuran L maupun XL, Gayatri tidak mengalami pingget di pinggang dan pahanya.

happy diapers elastis pinggang

6 . Ink safety.

Itu motif gambar-gambar, tintanya aman nggak? Amaaan, Happy Diapers menyatakan kalau mereka menggunakan tinta yang bebas dari logam berat sehingga sangat aman bagi kulit bayi. Serta menurut pengalaman saya tinta ini tidak transfer ke kulit maupun ke celana walaupun dalam kondisi basah.

Sizing Charts

happy diapers panduan ukuran

Nah, seperti tadi sudah sempat dibahas sedikit tentang sizing-nya Happy diapers: ukuran M perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 7-12 kg, ukuran L perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 9-14 kg, dan ukuran XL perkiraan untuk bayi yang memiliki berat badan 12-17 kg.

Perbandingan ukuran L dan XL cukup signifikan ya. Saya mencoba keduanya untuk Gayatri (1,5 yo 12kg). Ukuran Lnya cukup ngepas untuk Gayatri, sementara yang XL masih agak besar. Namun saya memilih menggunakan ukuran XL karena walaupun agak besar namun fitur comfort fit design dari elastisnya membuat diapernya tetap fit di tubuh Gayatri. Kira-kira perbandingan keduanya sbb:

happy diapers perbandingan ukuran

Saya beri tanda juga di foto di atas, kalau ada perekat/ selotipnya ya Nyah. Fungsinya untuk menggulung diapers, agar tetap rapi dan tidak terburai. Jadi bisa mengurangi pemakaian kantung plastik juga. Kalau saya si ya, hehehe…. Jadi kalau hanya bekas pipis hanya saya gulung dan masukkan ke tempat sampah (dengan tutup), baru kalau ada pupupnya, setelah saya buang fesesnya saya gulung dan rekatkan serta lapis dengan kantung plastik.

Setidaknya dengan meminimalisasi penggunaan kantung plastik di atas, mengurangi rasa bersalah saya membuat banyak sampah dengan popok sekali pakai.

Tips Budget Constraint

Buat yang punya budget constraint (seperti saya) memang sepertinya harus pinter-pinter nyari diskonan ya, wkwkwkwk. Atau kalau yang masih ragu dengan kualitas produk Happy Diapers apakah sesuai dengan harganya atau tidak bisa berkunjung ke web mereka, untuk mendapatkan sampel produknya. Webnya: https://www.happydiapers.com/.

Buat yang mau lihat bagaimana tes daya serap yang saya lakukan dan poin-poin lainnya bisa dilihat di video di bawah ini ya!

Demikian review Happy Diapers dari saya, semoga sharing kali ini bermanfaat yaaa…. Terimakasih sudah mampir :).

Sharing is Caring! Yuk share artikel ini ke temen2mu!
Share